Error 404: Pahlawan Tidak Ditemukan

Error 404: Pahlawan Tidak Ditemukan

BAB 1: TITIK NOL MEKANIK

Dunia tidak berakhir dengan ledakan megah, melainkan dengan bunyi beep digital yang sangat menjengkelkan di dalam tempurung kepala.

Charlotte tersedak. Paru-parunya terasa seperti diisi oleh serpihan kaca dan debu semen. Cairan hangat—yang ia asumsikan sebagai darah, karena baunya yang karat dan amis—mengalir dari pelipisnya, melewati kelopak mata kiri yang bengkak, dan menetes ke reruntuhan besi yang menjepit kakinya.

Pandangannya kabur. Di atas sana, langit Sektor 13 tidak lagi berwarna biru. Asap hitam pekat mengepul dari gedung-gedung pencakar langit yang runtuh seperti susunan kartu domino. Suara raungan mesin Mecha tempur di kejauhan terdengar seperti erangan monster kelaparan, diselingi oleh dentuman artileri yang menggetarkan tanah di bawah punggungnya.

"Sial..." Charlotte mencoba bersuara, tapi yang keluar hanyalah batuk kering yang menyakitkan.

Ia ingat sedang berada di bengkel bawah tanah, mencoba memperbaiki unit sirkuit daya untuk salah satu Ksatria faksi Radiant. Lalu, sebuah serangan udara menghantam blok tersebut. Sekarang, ia terkubur di bawah tiga ton beton dan rongsokan logam.

Tepat saat kesadarannya mulai meredup, sebuah jendela semi-transparan berwarna biru pucat berkedip di depan matanya.

[Inisialisasi Sistem Mekanik Terpadu...]

[Memindai kondisi subjek...]

[Peringatan: Deteksi tingkat harapan hidup: 0.02%]

[Kondisi: Pendarahan internal, patah tulang femur dekstra, trauma kepala ringan, dan martabat yang hancur total.]

Charlotte mengerjapkan mata. "Halusinasi... sebelum mati? Bagus sekali."

[Menyarankan Protokol Darurat: "Optimalisasi Penderitaan".]

[Apakah Anda ingin menukarkan sisa rasa sakit dan penderitaan Anda menjadi Poin Mekanik (MP)?]

[Ya / Tidak]

"Apa-apaan..." Charlotte merintih. Setiap kali ia mencoba bergerak, rasa sakit yang menusuk dari kakinya yang terjepit mengirimkan gelombang kejutan ke otaknya.

BIP!

[Peringatan: Durasi penderitaan meningkat. Akumulasi poin potensial: 150 MP.]

[Catatan: Semakin menderita Anda, semakin jenius Anda akan menjadi. Kehidupan adalah variabel yang bisa dikalkulasi, dan Anda saat ini adalah aset yang sangat terdepresiasi.]

Charlotte tertawa kecil, yang segera berubah menjadi rintihan kesakitan. Logika sistem ini sangat gila. Ia diperintahkan untuk menikmati rasa sakitnya agar bisa mendapatkan poin? Itu adalah definisi dari humor paling gelap yang pernah ia dengar. Namun, ketika ia melihat bayangan Mecha musuh—sebuah unit Scavenger dari faksi pemberontak—mendekat ke arah reruntuhannya dengan sensor pemindai merah yang mencari tanda-tanda kehidupan untuk dihabisi, Charlotte tidak punya pilihan.

"Ya," bisik Charlotte. "Ambil... ambil semua rasa sakit sialan ini."

[Protokol "Optimalisasi Penderitaan" Diaktifkan.]

[Mengonversi trauma fisik menjadi Data Mekanik...]

[Selamat! Anda mendapatkan 200 MP. Rasa sakit Anda telah dikapitalisasi dengan sukses.]

Seketika, rasa sakit yang tadinya membuat Charlotte ingin pingsan mulai berubah. Rasa sakit itu tidak hilang, tapi persepsinya bergeser. Seolah-olah otaknya memisahkan "rasa sakit" ke dalam folder terpisah di komputer dan menempatkannya di latar belakang. Ia masih tahu kakinya hancur, tapi ia bisa berpikir jernih. Sangat jernih.

[Membuka Skill Dasar: "Analisis Struktur Rongsokan".]

[Membuka Skill Dasar: "Perbaikan Darurat Tanpa Alat".]

Pandangan Charlotte terhadap reruntuhan di sekitarnya berubah total. Beton dan besi tua yang tadinya hanya tumpukan sampah kini memiliki garis-garis skematik. Ia melihat titik beban, tekanan hidrolik yang bocor, dan kabel sisa yang masih dialiri listrik statis.

"Kaki kananku terjepit oleh balok H-Beam seberat 400 kilogram," gumam Charlotte, matanya bergerak cepat memindai lingkungan. "Sudut kemiringan 35 derajat. Jika aku memicu ledakan kecil pada sisa tangki bahan bakar drone di sebelah kiri, tekanan udaranya akan mengangkat balok ini selama 0,5 detik. Cukup untuk menarik kakiku keluar."

Ia melihat bangkai drone pengintai yang hancur tak jauh dari tangannya. Tangannya yang gemetar merayap, merobek paksa penutup kabelnya.

[Analisis Selesai: Drone Pengintai Mark IV (Rusak Total).]

[Saran: Gunakan 50 MP untuk memicu "Kelebihan Beban Kapasitor".]

"Lakukan," perintah Charlotte dalam hati.

ZAP!

Sebuah percikan listrik meloncat dari ujung jarinya ke arah kapasitor drone. Charlotte memejamkan mata erat-erat.

BOOM!

Ledakan kecil itu menghantam balok besi di atas kakinya. Dalam sepersekian detik yang sangat krusial, Charlotte menarik kakinya dengan paksa. Suara gesekan tulang dan daging yang robek terdengar mengerikan, tapi berkat sistem, ia hanya melihatnya sebagai [Pengurangan HP: 15. Akumulasi Penderitaan: +40 MP].

Ia berguling keluar tepat saat balok itu jatuh kembali dengan dentuman keras yang menggetarkan tanah. Charlotte terengah-engah, berbaring di atas debu dan oli. Kakinya hancur, tak bisa digunakan untuk berjalan, tapi ia masih hidup.

Namun, keberuntungannya hanya bertahan beberapa detik.

Langkah kaki logam yang berat mendekat. Klang. Klang. Klang.

Unit Scavenger musuh—sebuah robot bipedal setinggi tiga meter dengan lengan berupa gergaji industri—berdiri tepat di depannya. Sensor merahnya terkunci pada sosok Charlotte yang malang.

[Deteksi Ancaman: Unit Scavenger-XP.]

[Peluang Menang dalam pertarungan langsung: 0.000001%.]

[Saran: Menyerah bukan pilihan karena unit ini diprogram untuk melakukan 'Recycle' pada materi organik menjadi pupuk.]

"Sistem," Charlotte menatap gergaji yang mulai berputar dengan suara bising yang memekakkan telinga. "Berikan aku sesuatu yang lebih berguna daripada statistik kematianku sendiri."

[Gunakan 100 MP untuk mengaktifkan "Overdrive Mekanik: Peretasan Sentuhan".]

[Catatan: Anda harus menyentuh sasis musuh. Risiko kematian: Sangat Tinggi. Kepuasan sistem: Maksimal.]

Charlotte mengumpat. "Tentu saja kau menyukai ini, dasar mesin gila."

Robot itu mengangkat lengannya. Gergaji besar itu turun dengan kecepatan tinggi, siap membelah Charlotte menjadi dua bagian simetris. Dengan sisa tenaga di tangan kirinya, Charlotte melemparkan sebuah baut besar yang ia ambil dari lantai ke arah sensor optik robot tersebut.

Hantaman kecil itu tidak merusak apa pun, tapi cukup untuk membuat algoritma pemrosesan robot terganggu selama 0,2 detik. Charlotte menggunakan momentum itu untuk menyeret tubuhnya ke depan, tepat di bawah selangkangan robot yang penuh dengan kabel hidrolik terbuka.

Tangannya menyentuh bagian sasis yang panas.

"Peretasan... aktif!"

[Mengalirkan Poin Mekanik ke dalam sistem musuh...]

[Mengoptimalkan kesalahan logika pada protokol keamanan...]

[Perintah diterima: Ubah target 'Organik' menjadi 'Diri Sendiri'.]

Gergaji yang hanya berjarak beberapa inci dari kepala Charlotte tiba-tiba berhenti. Motor penggeraknya meraung protes. Lengan robot itu mulai gemetar hebat, seolah-olah ada dua kepribadian yang sedang memperebutkan kendali.

BZZT! CRACK!

Robot itu tiba-tiba memutar lengannya sendiri ke arah tubuh bajanya. Gergaji yang berputar kencang itu menghantam mesin intinya sendiri dengan suara gesekan logam yang memilukan. Bunga api memuncrat ke mana-mana, membakar wajah Charlotte, tapi ia hanya menatapnya dengan pandangan kosong yang dingin.

[Unit Musuh Berhasil Melakukan 'Self-Optimization' (Bunuh Diri).]

[Selamat! Anda mendapatkan: 500 XP, 300 MP, dan satu tumpukan sampah berkualitas tinggi.]

[Level Up! Level 1 -> Level 2.]

Robot itu tumbang ke samping, mengeluarkan asap hitam. Charlotte bersandar pada bangkai robot yang masih panas itu, paru-parunya masih terasa terbakar.

Di sekelilingnya, Sektor 13 terus hancur. Ia sendirian, cacat, dan berada di tengah zona perang faksi-faksi gila yang memperebutkan reruntuhan dunia. Namun, saat ia melihat layar statusnya, sebuah senyum miring—yang lebih terlihat seperti seringai predator daripada senyum manusia—muncul di wajahnya yang penuh darah.

"Optimalisasi penderitaan, ya?" Charlotte melihat kakinya yang hancur, lalu melihat bangkai robot di sebelahnya. "Aku bisa bekerja dengan ini."

[Misi Tutorial Selesai.]

[Misi Baru Terdeteksi: Cari suku cadang untuk mengganti kaki Anda yang tidak efisien.]

[Saran Sistem: Kaki manusia sangat lemah. Mengapa tidak mencoba model Hidrolik Mark II?]

"Diamlah," bisik Charlotte, matanya mulai memindai area untuk mencari rongsokan lain yang bisa ia manipulasi. "Kita punya banyak pekerjaan yang harus dilakukan."

Di kejauhan, para Ksatria Radiant dengan baju zirah emas mereka yang berkilau tampak terbang melewati langit, mengejar musuh dengan gagah berani. Charlotte menatap mereka bukan dengan kekaguman, tapi dengan perhitungan.

Zirah itu... pikir Charlotte. Jika aku meretas sirkuit sendinya, aku bisa membuat mereka berlutut dan memaksanya membayar jutaan gold hanya untuk bisa berdiri kembali.

Ini adalah hari pertama Charlotte di dunia yang baru. Ia berada di titik nol, di tempat paling bawah dalam hierarki kehidupan. Tapi dengan sistem yang memuja penderitaan di kepalanya, ia tahu bahwa tak lama lagi, dunia inilah yang akan menderita di bawah tangannya.

[Akumulasi Penderitaan saat ini: Tinggi.]

[Status: Bahagia secara matematis.]

Charlotte memejamkan mata sejenak, mengumpulkan tenaga sebelum menyeret tubuhnya ke arah tumpukan besi berikutnya. Perjalanan menjadi dalang mekanik baru saja dimulai.

Terpopuler

Comments

Blue

Blue

dekstra typo kah thor

2026-04-01

0

Blue

Blue

The Matrix

2026-04-01

0

Dzuan 017

Dzuan 017

keren bang 💪

2026-03-28

0

lihat semua
Episodes
1 BAB 1: TITIK NOL MEKANIK
2 BAB 2: TUTORIAL PENDERITAAN
3 BAB 3: INSTING BERTAHAN
4 BAB 4: EKSPERIMEN KECIL
5 BAB 5: PENGAMATAN PASAR
6 BAB 6: MANIPULASI RENDAH
7 BAB 7: PAHLAWAN SEBAGAI TAMENG
8 BAB 8: SUKU CADANG AJAIB
9 BAB 9: PELAYANAN DARURAT
10 BAB 10: SISTEM JARINGAN
11 BAB 11: SKALA LEBIH BESAR
12 BAB 12: BENGKEL BERBAYAR
13 BAB 13: OBSERVASI ATASAN
14 BAB 14: PROYEK KHUSUS
15 BAB 15: ALASAN YANG KUAT
16 BAB 16: PEMBANGKANG INTERNAL
17 BAB 17: AKUISISI PASIEN
18 BAB 18: MEMANIPULASI ALIRAN DANA
19 BAB 19: DETEKSI RISIKO
20 BAB 20: JARING LABA-LABA
21 BAB 21: MEMICU INSIDEN
22 BAB 22: BUKTI KORUPSI
23 BAB 23: HARI PERHITUNGAN
24 BAB 24: KEMATIAN KEBETULAN
25 BAB 25: BENGKEL MILIKKU
26 BAB 26: BADAI YANG AKAN DATANG
27 BAB 27: PELUANG EMAS
28 BAB 28: BLUEPRINTS RAHASIA
29 BAB 29: DEMONSTRASI PERTAMA
30 BAB 30: EKSPANSI CEPAT
31 BAB 31: MEKANISME LANGGANAN
32 BAB 32: AKSI DEMONSTRATIF
33 BAB 33: JAMINAN KEAMANAN
34 BAB 34: MEMPERKERJAKAN MATA-MATA
35 BAB 35: PASAR KEPANIKAN
36 BAB 36: RESPON TERHADAP PANIK
37 BAB 37: BRAND LOYALTY
38 BAB 38: DUA SISI KOIN
39 BAB 39: STRATEGI KONFLIK
40 BAB 40: SISTEM SUPPLY CHAIN
41 BAB 41: BACKDOOR GANDA
42 BAB 42: HARGA MATI
43 BAB 43: MENGENDALIKAN NARASI
44 BAB 44: AUDIT EKSTERNAL PALSU
45 BAB 45: KONTRAK KEMENANGAN
46 BAB 46: PUNCAK MONOPOLI
47 BAB 47: REKAYASA BENTROK
48 BAB 48: KOTA DI BAWAH KUASA
49 BAB 49: KESENJANGAN KEKAYAAN
50 BAB 50: DESAINER PERANG
51 BAB 51: SUARA DARI KEGELAPAN
52 BAB 52: KRISIS KONSUMEN
53 BAB 53: PROJEK KEBANGKITAN
54 BAB 54: JIWA SEBAGAI BAHAN BAKAR
55 BAB 55: KODE ETIK PROFIT
56 Bab 56: Android Pertama
57 Bab 57: Koleksi Abadi
58 Bab 58: Armada Perak
59 Bab 59: Pasukan Bayangan
60 Bab 60: Uji Medan Tempur
61 Bab 61: Konflik Moral Terakhir
62 Bab 62: Kemitraan Dipaksa
Episodes

Updated 62 Episodes

1
BAB 1: TITIK NOL MEKANIK
2
BAB 2: TUTORIAL PENDERITAAN
3
BAB 3: INSTING BERTAHAN
4
BAB 4: EKSPERIMEN KECIL
5
BAB 5: PENGAMATAN PASAR
6
BAB 6: MANIPULASI RENDAH
7
BAB 7: PAHLAWAN SEBAGAI TAMENG
8
BAB 8: SUKU CADANG AJAIB
9
BAB 9: PELAYANAN DARURAT
10
BAB 10: SISTEM JARINGAN
11
BAB 11: SKALA LEBIH BESAR
12
BAB 12: BENGKEL BERBAYAR
13
BAB 13: OBSERVASI ATASAN
14
BAB 14: PROYEK KHUSUS
15
BAB 15: ALASAN YANG KUAT
16
BAB 16: PEMBANGKANG INTERNAL
17
BAB 17: AKUISISI PASIEN
18
BAB 18: MEMANIPULASI ALIRAN DANA
19
BAB 19: DETEKSI RISIKO
20
BAB 20: JARING LABA-LABA
21
BAB 21: MEMICU INSIDEN
22
BAB 22: BUKTI KORUPSI
23
BAB 23: HARI PERHITUNGAN
24
BAB 24: KEMATIAN KEBETULAN
25
BAB 25: BENGKEL MILIKKU
26
BAB 26: BADAI YANG AKAN DATANG
27
BAB 27: PELUANG EMAS
28
BAB 28: BLUEPRINTS RAHASIA
29
BAB 29: DEMONSTRASI PERTAMA
30
BAB 30: EKSPANSI CEPAT
31
BAB 31: MEKANISME LANGGANAN
32
BAB 32: AKSI DEMONSTRATIF
33
BAB 33: JAMINAN KEAMANAN
34
BAB 34: MEMPERKERJAKAN MATA-MATA
35
BAB 35: PASAR KEPANIKAN
36
BAB 36: RESPON TERHADAP PANIK
37
BAB 37: BRAND LOYALTY
38
BAB 38: DUA SISI KOIN
39
BAB 39: STRATEGI KONFLIK
40
BAB 40: SISTEM SUPPLY CHAIN
41
BAB 41: BACKDOOR GANDA
42
BAB 42: HARGA MATI
43
BAB 43: MENGENDALIKAN NARASI
44
BAB 44: AUDIT EKSTERNAL PALSU
45
BAB 45: KONTRAK KEMENANGAN
46
BAB 46: PUNCAK MONOPOLI
47
BAB 47: REKAYASA BENTROK
48
BAB 48: KOTA DI BAWAH KUASA
49
BAB 49: KESENJANGAN KEKAYAAN
50
BAB 50: DESAINER PERANG
51
BAB 51: SUARA DARI KEGELAPAN
52
BAB 52: KRISIS KONSUMEN
53
BAB 53: PROJEK KEBANGKITAN
54
BAB 54: JIWA SEBAGAI BAHAN BAKAR
55
BAB 55: KODE ETIK PROFIT
56
Bab 56: Android Pertama
57
Bab 57: Koleksi Abadi
58
Bab 58: Armada Perak
59
Bab 59: Pasukan Bayangan
60
Bab 60: Uji Medan Tempur
61
Bab 61: Konflik Moral Terakhir
62
Bab 62: Kemitraan Dipaksa

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!