Gema derap langkah kaki logam menghantam tanah yang gersang, menciptakan irama monoton yang menggetarkan udara di perbatasan Sektor Utara. Langit di atas sana masih berwarna merah tembaga, tertutup kabut tebal yang berbau belerang dan kematian. Di kejauhan, bayangan-bayangan hitam yang merayap mulai bermunculan dari balik reruntuhan gedung. Itu adalah Calamity kecil, unit-unit pengintai dari entitas penghancur yang selama ini menjadi mimpi buruk bagi umat manusia.
"Semua unit, hentikan pergerakan. Sekarang segera lakukan pemindaian area," perintah Charlotte melalui kanal komunikasi terenkripsi.
Pria itu berdiri di atas bukit berbatu, beberapa kilometer dari garis depan. Matanya yang tajam menatap layar monitor portabel yang menampilkan umpan video langsung dari visor salah satu android miliknya. Angin kencang meniup jubahnya, namun Charlotte tetap berdiri kokoh seperti pilar baja. Ia bisa merasakan jantungnya berdegup lebih kencang, sebuah kombinasi antara ambisi besar dan kecemasan yang tertahan.
[MENERIMA PERINTAH. MEMULAI PEMINDAIAN TERMAL DAN RADIASI.]
[TARGET TERDETEKSI: 300 UNIT CALAMITY TIPE SCOUT.]
[LEVEL ANCAMAN: RENDAH HINGGA MENENGAH.]
[STATUS PASUKAN: SELURUH SISTEM SIAP TEMPUR.]
"Aktifkan mode penyerangan otonom untuk barisan Striker. Ikuti perintahku dengan benar. Sniper tetap di posisi tinggi dan berikan tembakan dukungan," instruksi Charlotte dingin.
Di lembah bawah, ratusan android perak yang sebelumnya berdiri kaku mulai bergerak dengan kecepatan yang tidak masuk akal bagi ukuran mesin seberat itu. Unit Striker menghunuskan pedang energi yang berpendar biru terang, membelah kabut dengan cahaya yang menyilaukan. Saat Calamity pertama melompat maju dengan taring-taring hitamnya yang tajam, sebuah tebasan presisi langsung memisahkan kepala monster itu dari tubuhnya. Tidak ada teriakan, tidak ada keraguan. Hanya efisiensi murni.
"Laporkan efektivitas tebasan energi pada struktur tubuh Calamity," ujar Charlotte sambil mengamati grafik data yang m…
Error 404: Pahlawan Tidak Ditemukan
Bab 60: Uji Medan Tempur
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 62 Episodes
Comments