Kini, di ruangan itu ada Maxime, Arkan dan juga Jonathan, yang "dipaksa" ikut bergabung tanpa banyak pilihan.
Sementara Alya, menunggu di sudut ruangan dalam diamnya.
Pembicaraan mereka mengalir begitu cepat. Dari hal-hal sepele, hingga pembicaraan yang serius.
"Bagaimana kabar orang tuamu?" tanya Arkan kemudian pada Maxime.
"Mereka baik, Tuan." jawab Maxime santai.
"Ku dengar, mereka ada di Amerika sekarang." lanjut Arkan, memcoba untuk bersikap ramah.
"Iya." sahut pria muda itu singkat.
"Apa pria tua itu masih keras kepala?" tanya Arkan lagi, seolah kenal baik dengan ayah Maxime.
Pertanyaan itu membuat suasana sedikit berubah. Jonathan yang sejak tadi diam langsung melirik, sementara Alya di sudut ruangan tanpa sadar menegakkan punggungnya sedikit.
"Bagaimana Anda tahu itu?" tanya Maxime, jelas terkejut. "Saya pikir Anda belum pernah bertemu dengan ayah secara langsung."
Arkan tersenyum tipis, seperti seseorang yang baru saja mengingat sesuatu yang lama dan tidak terburu-buru untuk menjelaskannya.
"Kau tidak tahu ya." jawabnya pelan. "Aku pernah satu sekolah dengan ayahmu sewaktu di Inggris."
Maxime terdiam.
Jonathan mengangkat alis, seolah mulai tertarik dengan pembicaraan ini. "Sekolah yang sama, jadi kalian sudah kenal lama?"
Arkan mengangguk kecil. "Bisa dibilang begitu."
Maxime menatap Arkan lebih lama dari biasanya. "Ayah tidak pernah menyebut nama Anda sebelumnya."
"Wajar." Arkan menyandarkan punggungnya. Tatapannya sedikit menggelap. "Karena hubungan kami tidak terlalu baik."
Kalimat itu menggantung di udara, membuat ruangan terasa lebih sempit dari sebelumnya.
Maxime menatap Arkan lama, mencoba menangkap sesuatu dari ekspresinya, amarah, penyesalan atau sekedar fakta dingin. Tapi wajahnya terlalu tenang untuk ditebak.
"Tidak terlalu baik...?" ulang Maxime pelan. "Mengapa?"
"Itu hanya masalah para orang tua." jawabnya santai, namun menyisakan banyak tanda tanya di pikiran Maxime. "Tidak ada hubungannya dengan anak."
Kalimat itu terdengar ringan, tapi justr…
Terjerat Cinta Pelayan Cantik
Bab Delapan Belas.
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 57 Episodes
Comments
Filan
minta maaf aja. akhirnya ga ada yang berjodoh sama gadis itu kan? atau itu mamanya Maxime?
2026-06-12
1
Cimol krispy
sahabat itu terkadang bukan yang selalu sependapat. tapi yang sering beda pendapat dan sering berantem malah jadi sahabat sejati
2026-06-26
0
@Semua orang
tuh Kitu jadi tungtuna teh, rumasa awewe panggeulisna hingga kau berniat hal buruk di antara mereka, kan emang tolol.
2026-06-21
0