Bab Tiga puluh Enam.

Sementara itu, di rumah Alya.

Tok. Tok. Tok.

Suara ketukan di pintu, membuat Junita yang sedang tidur siang tersentak seketika. Napasnya masih terasa berat saat ia bangun. Ia lalu merapikan rambut seadanya, lali berjalan perlahan menuju pintu rumahnya.

Ia pikir mungkin itu adiknya, Ratih, yang datang membawakan makan siang untuknya.

Namun, ketika ia membuka pintu...

Ia mematung seketika di tempatnya. Rahangnya mengeras, tatapannya berubah tajam, tampak berkaca-kaca. Bukan karena kesedihan, melainkan karena amarah yang seketika meluap begitu saja.

Di hadapannya berdiri seorang pria paruh baya. Rambutnya telah memutih. Ia ingat wajahnya, walaupun sebagian besar telah banyak berubah karena penuaan.

Junita sangat mengenali wajah itu. Wajah yang tidak pernah benar-benar pergi dari ingatannya, bahkan dari sudut hatinya yang paling dalam.

"Juni..." suara bariton pria itu terdengar serak, seolah tertahan oleh sesuatu yang berat di dadanya.

Nama itu, cara ia memanggilnya, tidak pernah berubah.

Junita mengepalkan tangan di samping tubuhnya. "Untuk apa kau datang ke sini? Dari mana kau tahu, jika aku tinggal di sini?" suaranya begitu dingin, nyaris bergetar karena menahan emosi.

Pria itu, Arkan, menelan ludah. Tatapannya terlihat ragu, seakan mencari celah untuk masuk, bukan hanya ke dalam rumah, tapi juga ke dalam hati yang sudah lama ia tinggalkan.

"Pergilah!"

Junita mengusirnya, ia hendak menutup pintu di hadapannya, namun lengan tegap Arkan lebih dulu menahan pintu itu.

"Aku ingin bicara sebentar... ku mohon." pintanya, dengan penuh pengharapan.

Pria itu menatapnya lekat, seorang mencari sedikit celah dari tembok dingin yang kini Junita bangun di antara mereka. Napasnya sedikit memburu, bukan karena lelah, melainkan karena gelisah yang tidak kunjung reda sejak ia menginjakkan kaki di rumah itu.

"Tidak ada yang perlu kita bicarakan." ucapnya dingin, tanpa menoleh ke arah pria itu. "Pergilah."

"Juni, dengar dulu-"

"Tidak ada yang perlu ku dengar, Arkan." potongnya cepat, sua…

Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya

Download aplikasi
Terpopuler

Comments

Mega Siregar

Mega Siregar

tunggu, aku uda lupa junita udah tahu atau belom alya kerja di klub? 🤔( lupa soalnya 😅)

2026-07-30

0

@Semua orang

@Semua orang

kasian kau om, menurutku om derita mu ini tuh kurang gituloh, entah kenapa aing lebih suka bahagia melihat laki² menderita atas karena ulah dan penyesalanya itu. dan ku mohon buat authornya jangan terlalu cepat buat si om nya ini langsung di terima buat lebih menderita lagi agak lama biar bener deritanya tuh harus ia tunjukin epotnya gitu sampai ia gila

2026-07-02

0

@Semua orang

@Semua orang

gw suka heran yah, kenapa hal masalah kayak gitu tuh suka di salahkan sepenuhnya ke wanita akal sehat laki tuh di mana sih, si Juni kayaknya meninggalkan lu juga pastinya sebelum itu Lo pernah berkata hal yg nggak baik juga kan bisa jadi. cuma Lo gensing monyet Dajj, anjing loh yeh 😤.

2026-07-02

0

lihat semua
Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!