Pemotretan masih berlangsung hingga sesi terakhir. Alya dan ketiga model lainnya, difoto secara bersamaan dalam satu frame.
Pemotretan itu berakhir pada pukul setengah lima sore. Alya dan yang lainnya tampak bersiap-siap untuk pulang. Para kru mulai mengemasi peralatan dan memindahkannya ke dalam mobil pengangkut barang.
Di ruang ganti, Alya dan ketiga model lainnya mulai berganti pakaian.
Sementara itu, Arkan yang masih berada di sana, mengawasi setiap sesi pemotretan yang sedang berlangsung. Tepatnya, mengawasi putrinya dari sorot mata tajam pria muda yang duduk di sampingnya itu.
Arkan lalu berdeham pelan, membuat Maxime terperanjat di tempatnya.
"Aku tidak pernah menyangka, jika Presdir Elvare Beauty adalah seorang penguntit." ucapnya tajam, terang-terangan menyindirnya.
Maxime berdeham pelan. "Apa maksud Anda? Aku tidak mengerti." ia mencoba terlihat tenang.
"Bukankah kau mengintip ketika aku sedang berbicara dengan Alya tadi? Kau bersembunyi di balik pohon seperti seorang penguntit." lanjut Arkan sinis.
"Kau salah paham, Tuan. Aku kebetulan sedang lewat, dan aku merasa tidak enak jika harus lewat dan mengganggu kalian. Jadi, aku terpaksa bersembunyi hingga pembicaraan kalian selesai." jelas pria muda itu, mencari-cari alasan yang mungkin terdengar masuk akal.
Arkan tampak berdecih. Ia jelas tahu jika pria itu sedang berbohong. Pria paruh baya itu lalu menyeringai tipis, dan kembali melanjutkan perkataannya pada Maxime.
"Dengar pria muda. Kau pasti mendengar semua pembicaraanku dengan Alya, bukan?"
Maxime tidak menjawab, ia hanya diam mendengarkan.
"Jika kau hanya ingin bermain-main dengan putriku, maka jauhi dia secepatnya." ucap Arkan dingin.
Maxime mengangkat dagunya sedikit, tatapannya tajam namun tetap terkendali.
"Aku tidak sedang bermain-main, Tuan." jawab Maxime tenang, meski ada ketegasan yang terselip dalam suaranya.
Arkan terkekeh pelan, namun jelas tidak ada kehangatan di sana. "Semua pria seusiamu selalu berkata begitu. Manis di awal, lalu pergi s…
Terjerat Cinta Pelayan Cantik
Bab Empat puluh satu.
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 57 Episodes
Comments
@Semua orang
Alah sok²an ngomong kayak gitu, Lo sendiri aja kagak bener dan belum bener. deketin sana emaknya biar jelas tuh nanti buat ke alyanya ya walau pun ceritanya bersangkut ke agama mau gimana pun nanti om bersama ya Alya bintinya ke emaknya ngertikan ya mau ke agama lain juga sama sulit. tapi klw ceritanya tidak ada sangkutan agama ceritanya ala² barat mau ada agama atau tidak itu tergantung authornya.
2026-07-10
0
@Semua orang
si om ini yah udh protektif aja tapi deketin emaknya aja blm bisa ngerapi ngelurusin masalahnya sama emaknya dapetin lagi dong hati emaknya ajak kawin. klw cuma gitu Mulu mah nanti kesannya nggak jelas Minimal jadiin sebuah keluarga dulu biar nggak kasihan ke alyanya nanti paham kan maksud gw.
2026-07-10
0
@Semua orang
telaah dulu max perasaan mu itu jangan asal bacot doang, takut cuma sekedar kagum doang, kenalin dulu hati kamu sendiri biar nggak nyakitin hati wanita biar nggak kayak bapaknya si Al, jadi kesalahan itu jengan terulang lagi jangan menimpa pada anaknya lagi.
2026-07-10
0