Bab tiga puluh satu.

"Saya tidak mencuri barang-barang itu." sanggah Alya, membela diri.

Ruang dapur kembali ricuh dan tegang.

Sebagian tampak membela Alya dan tidak percaya bahwa gadis itu adalah seorang pencuri. Sebagian lagi percaya dan ikut menuduh gadis itu. Sisanya hanya menjadi pendengar, merasa bahwa masalah itu tidak ada hubungannya dengan mereka.

"Alya tidak mungkin mencuri. Itu pasti hanya akal-akalan mu saja, kan!" seru Desi tajam, tidak terima.

"Iya. Kau pasti sengaja ingin menjebak Alya, kan? Kau kan tidak pernah suka pada Alya." Mira ikut menimpali.

"Kalian semua temannya. Jelas saja membelanya. Atau... jangan-jangan kalian juga ikut terlibat, ya?" tuduh Sinta pada kedua gadis itu.

"Jangan sembarangan menuduh ya!" tegur Desi kesal sambil menunjukkan ke arah Sinta. "Apa kau punya bukti?"

Ucapan itu membuat suasana menjadi panas.

Namun, sebelum Sinta mulai menjawab, Lani lebih dulu menyela dengan nada tajam dan menusuk.

"Kau juga sedang kesulitan, kan?" ucapnya dingin. "Bisa saja kau mengambil barang-barang dirumah ini untuk dijual. Lalu uangnya kau gunakan untuk membayar hutang judi ayahmu yang menumpuk itu."

Plak!

Sebuah tamparan kembali melayang ke pipi Lani dengan keras.

Desi benar-benar tidak terima dengan tuduhan yang ia lontarkan padanya. Ia memang sedang membutuhkan uang, tapi ia bukan pencuri. Ia lebih baik mengemis, daripada harus menggadaikan harga dirinya.

Desi tampak mengepalkan tangannya. "Kau keterlaluan, Lani! Kau tidak punya hak untuk mengungkit hal pribadi seperti itu."

Namun, Lani hanya tersenyum miring, seolah tidak peduli. "Kalau tidak bersalah, kenapa tersinggung."

"Kau..."

"Hentikan!!" suara bariton Pak Dul, sang kepala pelayan, menggema di seluruh ruangan, memotong cepat perkataan Desi. Tatapannya terlihat tajam, penuh kemarahan.

Ruangan itu kembali sunyi dan tenang. Tidak ada lagi yang berani bicara.

Namun, ketenangan belum sepenuhnya reda.

Tatapan Pak Dul menyapu satu per satu wajah yang ada di hadapannya.

"Ini bukan tempat untuk saling menyerang!"…

Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya

Download aplikasi
Terpopuler

Comments

@Semua orang

@Semua orang

baguslah ada, ya kali di rumah Segede itu nggak ada cctv, di rumah di majikan aku aja yg nggak luas banyak cctv-nya walau artnya cuma 1 aku doang.

2026-06-29

0

Filan

Filan

lho kok Alya takut tertangkap?

2026-06-27

0

Rain Aricia

Rain Aricia

Lah, buka aja lah langsung aib si lani itu. Dia lho yg nyuri itu, dia buat ke loker alya bjar org2 benci ke alya

2026-07-10

0

lihat semua
Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!