Satu minggu kemudian, Junita akhirnya diperbolehkan untuk pulang setelah dokter mengatakan bahwa sel kanker di payudaranya telah sembuh sepenuhnya.
Namun, ia tetap dianjurkan untuk tetap menjaga pola makan dan hidup sehat mulai sekarang. Junita juga tidak diperbolehkan untuk stress dan memikirkan hal-hal berat yang bisa mengganggu kesehatannya.
Hari ini mereka pulang dengan mobil Arkan. Namun, pria baya itu tidak ikut menjemput karena harus keluar kota untuk beberapa hari. Sehingga, ia meminta supirnya untuk datang menjemput mereka.
Junita hanya diam sepanjang perjalanan. Ia tampak kesal dengan Alya yang begitu mudah masuk dalam rayuan pria tua itu. Namun, ia juga tidak sanggup melarang putrinya untuk bertemu dengan ayahnya sendiri. Apalagi setelah bertahun-tahun lamanya, akhirnya putrinya bisa merasakan kasih sayang dari seorang ayah.
Setibanya di rumah, mereka lalu turun dari mobil. Sang supir yang mengantarkan mereka, tampak membantu mengeluarkan barang-barang dari bagasi mobil.
"Terima kasih, Pak." ucap Alya pada pria itu.
"Saya permisi, Nona, Nyonya." pamitnya, lalu kembali masuk ke dalam mobil dan pergi dari rumah itu.
Alya sendiri tampak merangkul pundak ibunya, memapah wanita itu masuk ke dalam rumah. Ia membantunya berbaring di atas ranjang untuk beristirahat.
Ketika gadis itu hendak keluar dari kamar, Junita meraih tangan putrinya. Ia menahannya sejenak, lalu memintanya untuk duduk di tepi ranjang. Ada sesuatu yang ingin ia bicarakan dengannya.
"Ibu ingin bicara tentang ayah?" tanya Alya, seolah bisa membaca isi pikiran ibunya hanya dari raut wajah Junita yang cemas.
"Iya." jawabnya singkat dan tegas. "Ibu tidak memintamu untuk menjauhi ayahmu, karena itu hak mu sepenuhnya. Ibu tidak akan melarangmu bertemu atau berhubungan dengannya. Namun, jangan lagi berusaha untuk mendekatkan Ibu dengan ayahmu."
Alya terdiam. Tatapannya tertuju pada wajah sang ibu yang kini tampak serius. Ada sesuatu dalam nada bicara Junita yang membuatnya mengurungkan niat untuk mem…
Terjerat Cinta Pelayan Cantik
Bab Lima puluh tujuh
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 57 Episodes
Comments
@Semua orang
good, harus di uji dulu tuh org ada sedikit pelajaran sama tuh org. terus bilang ke anak mu. Deket boleh tapi tidak berlebihan seperlunya aja, kagak paham anakmu itu terlalu polosnya naif benget deh.
2026-09-10
0
@Semua orang
tahu tuh anak mu Bu, gampangan banget mudah percaya heran gw. bukannya di uji dulu malah gampangan di kasih kepercayaan.
2026-09-10
0
Teteh Lia
Duh... ngomongin masalah cintrong mah... panjang atuh, ya🤭
2026-09-10
0