Elara mempercepat langkahnya, nyaris berlari kecil menyusul Dinda yang berjalan santai di tengah keramaian koridor utama. Jantungnya masih berdebar kencang, bukan lagi karena rasa takut, melainkan karena rasa bingung dan penasaran yang makin menjadi-jadi. Pemandangan mengerikan yang baru saja ia saksikan masih membayangi pikirannya, dan ia harus memastikan satu hal: apakah benar-benar Dinda yang ia ikuti masuk ke lorong sepi itu, atau ada hal lain yang bermain di sini.
"Dinda!" panggil Elara begitu jarak mereka sudah cukup dekat. Suaranya terdengar sedikit terengah karena terburu-buru.
Gadis itu seketika menghentikan langkahnya, lalu perlahan menoleh ke belakang. Saat melihat Elara, wajah Dinda tampak biasa saja, tenang, bahkan sedikit tersenyum ramah.
"Eh, Elara... ada apa?" tanya Dinda lembut, sambil membenarkan letak tumpukan buku yang dipeluknya di dada.
Elara menatap lekat-lekat wajah sahabat sekelasnya itu, berusaha mencari kejanggalan apa pun. Napasnya sedikit tertahan saat ia mengajukan pertanyaan yang paling ingin ia ketahui.
"Kamu... kamu darimana?" tanya Elara pelan, matanya tak lepas dari wajah Dinda.
Dinda mengerutkan kening sedikit, tampak bingung dengan pertanyaan itu, namun tetap menjawab dengan santai. "Oh, aku dari kelas aja kok. Tadi aku sempat lupa bawa satu buku catatan, jadi aku balik lagi sebentar ke ruang kelas buat ambil. Emangnya kenapa?"
Jantung Elara serasa berhenti berdetak sejenak. Mulutnya sedikit terbuka, namun kata-kata terasa tersangkut di tenggorokannya.
"Hah... Dinda dari kelas?" teriak batin Elara, pikirannya mendadak kacau balau. "Kalau dia dari kelas, terus yang aku lihat berjalan masuk ke koridor tua, yang aku ikutin sampai ke tengah lorong kosong itu... siapa?!"
Pertanyaan demi pertanyaan berputar liar di kepalanya, membuat kepalanya terasa pening dan berat. Ia menatap Dinda lagi, berusaha mencocokkan sosok gadis di depannya ini dengan bayangan kaku yang dilihatnya tadi. Tidak ada yang sama sama sekali. Dinda di sini terlihat…
Misteri Sekolah Warisan
Bab 11-Wajah pucat Di Koridor Part 2
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 22 Episodes
Comments