Setelah suasana kelas perlahan menjadi tenang kembali dan bisik-bisik penasaran maupun kekecewaan mulai mereda, Bu Sintia menutup kembali buku daftar nilai tebal itu dengan lembut, lalu meletakkannya rapi di atas meja guru di hadapannya. Ia menatap seluruh murid satu per satu dengan pandangan yang lembut namun penuh wibawa, lalu tersenyum tulus, terutama saat pandangannya jatuh pada tiga siswa yang baru saja disebutkan namanya tadi.
"Baiklah, sebelum kita masuk ke materi inti pelajaran hari ini, Ibu ingin menyampaikan sedikit pesan, nasihat, sekaligus motivasi buat kalian semua," ucap Bu Sintia dengan suara tenang namun tegas, suaranya terdengar jelas memenuhi seluruh ruangan kelas. "Terutama buat ketiga anak didik yang sudah terpilih mewakili kelas kita ini: Arkan, Rio, dan Dinda."
Bu Sintia berdiri tegak, tangannya bertumpu di pinggang, menatap mereka bergantian.
"Ibu pilih kalian bertiga bukan tanpa alasan. Bukan karena siapa orang tua kalian, bukan karena seberapa kaya atau berkuasa keluarga kalian, dan bukan karena seberapa populer nama kalian di sekolah ini," tegas Bu Sintia, matanya sempat melirik sekilas ke arah Valerie yang masih tampak kesal dan cemberut di bangkunya. "Ibu pilih kalian murni berdasarkan kemampuan, hasil kerja keras, ketekunan, dan potensi kecerdasan yang sudah Ibu lihat dan catat selama ini. Jadi, banggalah dengan apa yang sudah kalian miliki dan raih dengan usaha sendiri. Itu jauh lebih berharga daripada apa pun yang dibelikan oleh harta."
Ia lalu melanjutkan dengan nada yang lebih hangat dan menyemangati.
"Buat Arkan, Ibu tidak ragu sedikit pun dengan kemampuanmu. Kamu memang jenius, tapi ingat, tetaplah rendah hati dan jadilah contoh yang baik buat teman-teman yang lain. Buat Rio, kamu anak yang cerdas dan cepat tangkap, tapi Ibu harap kamu bisa lebih fokus dan jujur dalam setiap langkahmu, ya. Dan buat Dinda..." Bu Sintia tersenyum lembut ke arah gadis kecil itu yang tampak malu-malu namun bahagia. "Kamu mungkin pendiam, tidak banyak b…
Misteri Sekolah Warisan
Bab 12-Jejak Kaki Darah di Lantai Asrama
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 22 Episodes
Comments