Angin dingin yang berhembus kencang di atas atap sekolah perlahan tertinggal di belakang saat Elara dan Arkan melangkah masuk kembali ke lorong sempit menuju tangga darurat. Pintu besi berat tertutup rapat di belakang mereka, yang terdengar suara langkah kaki mereka berdua yang bergema pelan di antara dinding-dinding beton yang dingin.
Elara berjalan tepat di samping Arkan, matanya sesekali melirik ke arah pemuda itu. Rasanya masih sulit dipercaya, bahwa beberapa menit yang lalu mereka masih saling curiga, dan sekarang nasib mereka seolah terikat dalam satu tujuan yang sama. Perjanjian sederhana lewat jabat tangan di atas sana kini terasa begitu berat maknanya.
Saat mereka mulai menuruni anak tangga satu per satu, rasa penasaran Elara tak lagi bisa ia tahan. Di benaknya, rencana selanjutnya masih kabur dan samar. Ia menoleh ke arah Arkan yang berjalan tenang di sampingnya dengan wajah datar tanpa beban.
"Sekarang gimana awal kita cari bukti?" tanya Elara pelan namun jelas, suaranya berbisik agar tidak terdengar sampai ke lantai bawah. Ia menatap Arkan dengan tatapan penuh tanya. "Kita mulai dari mana? Apa yang harus kita lakukan dulu? Tempat kejadian udah bersih total, nggak ada jejak sama sekali. Apa lagi yang tersisa buat kita cari?"
Arkan tidak langsung menjawab. Ia terus melangkah menuruni tangga dengan langkah yang terukur dan tenang, seolah sudah memiliki peta jalan yang jelas di dalam kepalanya. Pandangannya lurus ke depan, tak sedikit pun teralihkan ke arah Elara. Hanya setelah mereka sampai di lantai dasar dan melangkah ke koridor yang lebih sepi, Arkan akhirnya membuka mulutnya dengan nada bicara yang sama dingin dan datar seperti biasanya.
"Kita ke ruang CCTV."
Satu kalimat pendek itu keluar begitu saja, namun langsung menyadarkan Elara seketika. Matanya seketika membelalak, langkah kakinya sempat terhenti sepersekian detik karena teringat hal paling mendasar yang justru terlupakan olehnya.
"Ruang CCTV..." gumam Elara mengulangi, lalu seketika ia menepuk…
Misteri Sekolah Warisan
Bab 20-Orang Yang mirip di Masa Lalu
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 22 Episodes
Comments