Elara terus melangkah mengikuti jejak merah yang membekas jelas di lantai keramik itu. Jantungnya berpacu cepat, napasnya tertahan, matanya tak sesaat pun beralih dari jejak-jejak yang makin lama makin samar namun masih terlihat nyata itu. Jejak darah itu menuntunnya sampai ke ujung lorong, berhenti tepat di depan sebuah pintu kayu tua yang kusam, catnya sudah banyak terkelupas, dan tidak ada papan nama apa pun yang menempel di sana.
"Ruangan apa ini..." gumam Elara pelan, suaranya bergetar di tengah keheningan yang mencekam. Ia menelan ludah susah payah, matanya meneliti sekelilingnya dengan waspada
Di korosir itu sepi, tidak ada suara apa pun selain suara detak jantungnya sendiri yang terdengar nyaring di telinga. Tidak ada orang lewat, tidak ada suara langkah kaki penghuni asrama lain, seolah bagian gedung ini terputus dari dunia luar.
Dengan tangan yang masih sedikit gemetar karena sisa ketakutan dan rasa penasaran yang memuncak, Elara mengulurkan tangannya perlahan ke arah kenop pintu yang sudah berkarat dan dingin. Ia memutarnya pelan-pelan.
Klik...
Pintu itu ternyata tidak terkunci. Pintu itu bergerak sedikit, menampakkan celah gelap yang memancarkan hawa dingin yang jauh lebih tajam dari sebelumnya.
Elara menarik napas panjang, mengumpulkan sisa keberanian yang ada, lalu mendorong pintu itu terbuka lebar. Ia melangkah masuk ke dalam kegelapan itu, dan pintu di belakangnya tertutup kembali pelan tanpa disentuh.
Di dalam ruangan itu remang-remang, hanya diterangi sedikit cahaya samar yang masuk dari celah-celah kecil di dinding. Matanya perlahan mulai menyesuaikan diri dengan suasana di dalam sana. Yang terlihat olehnya hanyalah tumpukan barang-barang usang, kursi-kursi kayu yang kakinya sudah patah, lemari-lemari tua yang pintunya sudah copot, tumpukan kertas yang sudah menguning dan rapuh dimakan usia, serta lapisan debu tebal yang menutupi seluruh permukaan benda dan lantai. Sarang laba-laba tergantung di setiap sudut langit-langit dan sambungan dinding.
E…
Misteri Sekolah Warisan
Bab 13-Simbol Aneh Di Dinding
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 22 Episodes
Comments