Di balik dinding tembok tebal pembatas ruang pengawasan CCTV, Elara dan Arkan menekan tubuh mereka serapat mungkin, menahan napas, dan mengintip diam-diam lewat celah kecil di pinggir pintu yang sedikit terbuka. Jantung Elara berdegup kencang, bukan hanya karena ketegangan, tapi juga karena rasa cemas melihat apa yang ada di dalam sana.
Ternyata, di ruangan berukuran sedang yang penuh layar monitor itu, ada satu orang petugas keamanan yang sedang bertugas. Lelaki berseragam itu duduk santai di kursi putar tepat di depan deretan layar yang menyala, matanya sesekali melirik gambar-gambar dari berbagai sudut sekolah sambil meminum kopi dari cangkirnya. Ia duduk persis di depan satu-satunya meja yang berisi perangkat perekam dan komputer utama. Posisi duduknya sangat strategis, menghalangi seluruh akses masuk ke bagian peralatan penting itu. Tidak mungkin mereka bisa masuk, apalagi menyentuh apa pun, tanpa diketahui oleh petugas itu.
Elara menoleh ke arah Arkan di sampingnya, wajahnya berkerut bingung sekaligus khawatir. Ia mendekatkan mulutnya ke telinga Arkan, berbisik sangat pelan namun jelas terdengar.
"Di sana ada petugas keamanan... Gimana kita bisa masuk ke sana? Dia duduk tepat di depan mesinnya, kita nggak bakal bisa lewat atau ngapa-ngapain kalau dia masih ada di situ. Kalau kita masuk begitu aja, pasti langsung ketangkep," ucap Elara dengan nada panik tertahan.
Arkan tidak menjawab sepatah kata pun. Ia hanya diam terdiam, matanya menatap tajam ke dalam ruangan, mengamati gerak-gerik petugas itu, lalu meneliti sekeliling lorong di luar tempat mereka bersembunyi. Otaknya bekerja cepat, menganalisis situasi, mencari celah, dan menyusun rencana dalam hitungan detik. Wajahnya tetap tenang dan dingin, seolah situasi sulit seperti ini adalah hal biasa baginya.
Pandangan Arkan kemudian tertuju pada sebuah tong sampah besar berbahan besi yang terpasang di dinding, berjarak sekitar tiga langkah dari tempat persembunyian mereka. Sudut bibirnya sedikit terangkat, sebuah…
Misteri Sekolah Warisan
Bab 21-Rekaman CCTV yang Hilang
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 22 Episodes
Comments