Suasana pasca semburan dahsyat itu terasa begitu ganjil, seakan waktu sendiri enggan bergerak barang sejenak. Asap sehitam arang masih mengepul tebal dari reruntuhan yang tadinya menjadi lapangan utama Sekte Liu Zhao, menyisakan lubang-lubang besar di permukaan tanah. Percikan api masih menyala di sana-sini, memantulkan cahaya kemerahan di antara puing-puing yang berserakan.
Xuanlong meliuk-liuk anggun membelah gumpalan awan yang tersisa, sisik-sisiknya yang legam berkilauan setiap kali kilat alami menyambar di kejauhan. Sedang ekor panjangnya menciptakan angin kencang yang menerbangkan abu dan serpihan reruntuhan ke segala arah, membuat siapa pun yang masih bertahan di bawah sana merasakan tekanan udara yang menusuk paru-paru.
Detik demi detik berlalu tanpa suara yang berarti, selain tarikan napas yang tersengal dan rintihan dari mereka yang terluka menjadi satu-satunya penanda bahwa kehidupan masih bertahan di tengah kehancuran itu. Bahkan angin malam sendiri seperti menahan diri, seolah takut mengusik ketegangan yang menggurui.
Salah satu prajurit yang tubuhnya penuh abu itu tengkurap di tanah, menutupi kepalanya dengan kedua lengan sejak semburan tadi menghantam. Perlahan-lahan dia mendongak, berkedip beberapa kali sebelum menyadari dirinya masih bernapas.
“Aku... masih hidup?” gumamnya tidak percaya, menatap sekelilingnya yang penuh akan reruntuhan.
Ratusan rekannya yang lain juga mulai bangkit satu per satu, wajah mereka penuh debu dan luka gores, namun tetap bernyawa. Mata mereka tertuju ke beberapa titik di sekitar lapangan, tempat blok-blok cermin raksasa berdiri kokoh memantulkan sisa cahaya dari langit malam.
“Dari mana cermin-cermin itu?” seru salah satu prajurit, menunjuk ke arah struktur kristal yang berdiri megah di antara reruntuhan.
“Cermin itu yang melindungi kita dari semburan tadi!” sahut yang lain, masih terengah menahan syok.
“Nyonya Liu Xue menyelamatkan kita!” seru prajurit ketiga, bergetar penuh syukur.
Memang benar, di atas salah menara yan…
Kembalinya Yang Mulia Petir Abadi
Bab 205: Senyumanmu, Duniaku
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 215 Episodes
Comments