Di tengah kegelapan yang seolah tidak memiliki ujung, kesadaran Luc perlahan kembali.
Kelopak matanya bergerak sebelum akhirnya terbuka secara perlahan.
"..."
Luc terdiam.
Ia tidak dapat merasakan apapun di sana, baik tempatnya berpijak ataupun panca inderanya. Yang ada hanyalah hamparan langit malam yang dipenuhi jutaan bintang.
Luc perlahan bangkit dari tempatnya berdiri sambil memandangi kedua tangannya. Ia kemudian menggerakkan bahunya, memutar lehernya, dan mencoba menggerakkan kedua kakinya.
Tidak ada rasa sakit sedikit pun.
"Aneh..." gumam Luc sambil mengerutkan kening. "Badanku nggak sakit?"
Ia mencoba menggerakkan kaki kanannya beberapa kali. Kaki yang sebelumnya patah akibat memaksakan Moonstep kini terasa sama sekali tidak bermasalah.
Luc mengangkat sebelah alisnya.
"Hah..." gumamnya sambil menggaruk kepalanya pelan. "Berarti ini alam bawah sadar lagi, ya."
Saat itulah sebuah cahaya bintang perlahan muncul di hadapannya.
Cahaya tersebut tidak membentuk sosok serigala seperti yang sebelumnya ia lihat. Sebaliknya, ratusan titik cahaya muncul satu per satu di langit malam, lalu saling terhubung membentuk pola sebuah konstelasi.
Cahaya konstelasi tersebut bersinar redup.
Namun entah mengapa, hanya dengan melihatnya saja Luc dapat merasakan kesedihan yang begitu dalam.
Kemudian sebuah suara berat yang terasa sangat familiar terdengar di antara gugusan bintang.
"Argonaut..." panggil suara itu dengan nada rendah.
Luc langsung mengenali suara tersebut.
"Lupus..." gumam Luc sambil menatap pola konstelasi yang terbentang di langit.
Beberapa detik kemudian, cahaya konstelasi tersebut kembali berbicara.
"Saya benar-benar meminta maaf," ujar Lupus dengan nada yang dipenuhi penyesalan.
Luc hanya menatapnya tanpa menjawab.
Lupus melanjutkan ucapannya dengan suara yang semakin berat.
"Saya hampir membunuh Anda."
Luc mengembuskan napas panjang sambil mengusap tengkuknya.
"Huft..." desah Luc sebelum mendongakkan kepalanya. "Jujur aja, aku masih bingung sebenarnya apa yang…
Dikira Sampah Ternyata Pemegang Nasib Dunia
Konstelasi Yang Tercemar
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 89 Episodes
Comments