Sementara itu, suasana di ruang tamu rumah Kepala Desa jauh lebih tenang dibandingkan beberapa saat sebelumnya.
Di atas meja kayu sederhana telah tersaji beberapa cangkir teh hangat yang masih mengeluarkan uap tipis. Namun, ketenangan itu tidak sepenuhnya terasa bagi Kepala Desa. Pria tua tersebut duduk dengan gelisah, dan tatapannya berkali-kali tertuju kepada pintu kamar tempat Luc sedang beristirahat.
Di hadapannya duduk dua Kesatria Suci dari Kekaisaran Suci Achesin.
Paladin bernama Nadia duduk dengan punggung tegak sambil melipat kedua tangannya di depan dada. Wajahnya tampak tenang, tetapi sorot matanya menunjukkan bahwa ia juga sedang memikirkan sesuatu.
Sementara itu, Elysia, gadis berambut perak yang baru saja selesai menggunakan sihir penyembuhan, duduk di sampingnya sambil memijat pelipis. Sejak keluar dari kamar Luc, ekspresinya terlihat jauh lebih serius daripada sebelumnya.
Kepala Desa akhirnya tidak mampu menahan rasa penasarannya.
"Bagaimana keadaan Tuan Malaikat?" tanya Kepala Desa dengan nada penuh kekhawatiran.
Elysia mengembuskan napas pelan sebelum menjawab.
"Aku sudah berhasil menstabilkan kondisinya," jawab Elysia dengan tenang. "Setidaknya, nyawanya sekarang sudah tidak berada dalam bahaya."
Mendengar jawaban itu, Kepala Desa langsung mengembuskan napas lega.
"Syukurlah..." ucapnya lirih sambil menepuk dadanya.
Namun, rasa lega tersebut tidak bertahan lama. Kepala Desa segera menyadari bahwa Elysia masih menunjukkan ekspresi yang tidak biasa.
"Nona Elysia, apakah ada sesuatu yang mengganjal?" tanya Kepala Desa dengan nada penasaran.
Sebelum Elysia sempat menjawab, Nadia lebih dahulu menoleh kepada rekannya.
"Ada apa, Elysia?" tanya Nadia sambil mengernyitkan kening. "Sejak keluar dari kamar tadi, wajahmu terlihat aneh."
Elysia terdiam beberapa saat. Gadis itu tampak memilih kata-kata yang tepat sebelum akhirnya menghela napas.
"Laki-laki itu benar-benar aneh, Nadia," ujar Elysia sambil menggelengkan kepalanya pelan.
Kepala Desa dan Nadia sali…
Dikira Sampah Ternyata Pemegang Nasib Dunia
Seperti Melubangi Dinding Yang Tebal
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 89 Episodes
Comments