“kamu tahu dari mana kalau adikmu bekerja” tanya Ayah Mahendra
“aku tahu dari teman-temanku mah” balas Nisrina
“teman yang mana” Mama mayrah tidak mau percaya begitu saja
“kebetulan adik teman kampusku ada yang satu kelas dengan Haselyn dan darinya aku tahu cerita mengenai Haselyn karena dia bilang begitu salut sama Haselyn yang bisa cari uang sendiri di usia segitu, padahal adik temanku hanya bisa merengek kalau uang jajannya berkurang” balas Nisrina
“adikmu kerja apa” tanya Mama mayrah
“Kata temanku, Hasel itu jualan macam-macam di sekolah,” ujar Nisrina pelan. “Dia juga sering membantu guru dengan upah yang berbeda-beda, tergantung pekerjaannya. Kadang membuat laporan, mengetik soal ujian, menyusun media pembelajaran, bahkan membantu administrasi sekolah. Selain itu, Haselyn juga sering menitipkan barang dagangannya di warung-warung sekitar sekolah.”
Mama Mayrah dan Ayah Mahendra saling berpandangan. “Yang kamu bilang itu… benar?” tanya Mama Mayrah, masih sulit mempercayainya.
Nisrina mengangguk mantap. “Benar, Mah. Yah. Aku tidak sedang bercanda.”
Tatapan kedua orang tuanya membuat Nisrina menarik napas sebelum melanjutkan. “Bahkan temanku bilang, sekarang Haselyn sedang mempersiapkan pembukaan toko miliknya sendiri. Toko yang benar-benar dibangun dari hasil kerja kerasnya selama ini.” Suasana ruang keluarga mendadak sunyi.
Faeyza membeku.
Mama Mayrah menatap Nisrina dengan mata yang mulai berkaca-kaca. “Hasel… punya toko sendiri?”
Nisrina mengangguk pelan. “Katanya begitu.”
Ayah Mahendra segera bertanya, “Di mana tokonya? Kamu tahu?”
Nisrina menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, lalu tersenyum canggung. “Nah… itu yang aku tidak tahu.” Di tengah suasana tegang, kekehan kecilnya terdengar begitu kontras.
“Coba tanya temanmu itu,” ujar Mama Mayrah cepat.
Nisrina menggeleng.
“Dia justru bertanya padaku. Informasi itu dia dapat dari adiknya yang satu sekolah dengan Hasel. Tapi adiknya juga tidak tahu di mana lokasi toko Haselyn.”
Mama Mayrah kembali terdiam. Semaki…
Kenapa Aku Dibedakan
Selalu Jadi yang Bersalah
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 47 Episodes
Comments