Pagi itu, Haselyn datang ke rumah sakit untuk memeriksakan kondisi kesehatannya. Keberangkatannya ke Inggris tinggal sehari lagi. Ia ingin memastikan tubuhnya benar-benar dalam keadaan baik sebelum menempuh perjalanan jauh dan memulai kehidupan barunya di sana.
Begitu memasuki ruang pemeriksaan, seorang dokter umum menyambutnya dengan ramah. “Selamat pagi, Bu.”
“Pagi, Dok.”
“Ada keluhan yang dirasakan?”
Haselyn duduk di hadapan dokter, lalu mengangguk pelan. “Ada, Dok. Sudah sekitar sebulan ini saya susah makan. Hampir setiap pagi saya merasa mual, bahkan saya juga jadi tidak tahan mencium bau-bau yang cukup tajam.”
Dokter mencatat keluhannya dengan tenang. “Apakah ada keluhan lain?”
Haselyn menggeleng. “Sepertinya tidak.”
Dokter terdiam sejenak sebelum mengajukan pertanyaan berikutnya. “Kapan terakhir kali Ibu mengalami menstruasi?”
Haselyn terdiam. Ia mencoba mengingat-ingat. “Sepertinya... sekitar dua bulan lalu.”
“Sepertinya?” dokter tersebut mengernyitkan dahinya saat mendengar jawaban Haselyn
Haselyn tersenyum canggung. “Saya kurang memperhatikan siklus menstruasi saya, Dok. Belakangan ini cukup banyak pekerjaan yang harus saya urus.”
Dokter mengangguk, lalu meletakkan penanya. “Baik. Untuk memastikan penyebab keluhan Ibu, sebaiknya kita lakukan pemeriksaan urine terlebih dahulu. Setelah itu, Ibu bisa menemui dokter kandungan, Dokter Sarah, untuk pemeriksaan lebih lanjut.”
Jantung Haselyn tiba-tiba berdetak sedikit lebih cepat. Dokter kandungan. Pikiran yang selama ini berusaha ia singkirkan mendadak muncul begitu saja.
Tidak mungkin...
Ia mencoba menenangkan dirinya sendiri. Mungkin hanya karena kelelahan. Mungkin pola makannya yang berantakan. Mungkin juga karena beberapa minggu terakhir ia terlalu banyak mengalami tekanan.
Tidak mungkin dirinya hamil. Setidaknya, itulah yang ingin ia percayai.Namun, untuk memastikan semuanya, Haselyn tetap mengikuti arahan dokter.
*
*
*
Beberapa waktu kemudian, setelah menjalani pemeriksaan urine dan pemeriksaan lanjutan, H…
Kenapa Aku Dibedakan
Aku Akan Mengurusnya Sendiri
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 47 Episodes
Comments