Bab 46: Gelang Giok dan Tiket Sepihak
Tiga hari setelah Nathan mabuk di SCBD, Opa William memanggil Renata ke Kediaman Halim.
Gerald ikut bersamanya. Tania menunggu di mobil karena harus memastikan koper untuk penerbangan malam sudah lengkap.
Di ruang keluarga, Opa William duduk dengan tongkat di sisi kursi. Nathan berdiri dekat jendela. Wajahnya pucat, tetapi ia sadar penuh. Tidak ada jejak lelaki yang ditemukan Reno di trotoar selain kelelahan di bawah matanya.
Di atas meja terletak kotak kayu tua.
“Duduk, Rena,” kata Opa William.
Renata duduk di sofa paling dekat pintu. “Saya hanya punya waktu sebentar, Opa.”
“Karena kamu mau pergi malam ini?”
Nathan berbalik cepat.
Renata menatap Opa. “Siapa yang memberi tahu?”
“Purnama mengirim surat administrasi untuk verifikasi riwayat kerjamu. Tidak ada alamat penerbangan. Opa tidak menyuruh siapa pun membuntutimu.”
Ia mengangguk. Setidaknya batas itu dijaga.
Opa William membuka kotak. Sebuah gelang giok hijau pucat berbaring di atas kain hitam, permukaannya halus karena puluhan tahun disentuh tangan keluarga.
“Ini milik Mama Nathan,” katanya. “Opa memberikannya kepadamu setelah catatan sipil dulu. Kamu tidak pernah memakainya, tapi dari awal Opa menganggapnya milikmu.”
“Saya tidak bisa menerimanya.”
“Bisa.”
“Kami sudah bercerai.”
Tongkat Opa mengetuk lantai. “Kertas pengadilan tidak menghapus tiga tahun kamu menjaga nama keluarga ini lebih baik daripada cucu Opa sendiri.”
Nathan menerima penghinaan itu tanpa membantah.
Renata menyentuh tepi kotak, bukan gelangnya. “Justru karena saya menghormati mendiang ibu Nathan, benda ini harus tetap di keluarganya. Saya nggak punya hak.”
“Kalau masalahnya hak, Opa bisa membuat akta hibah.”
“Ini bukan soal akta.”
Opa William menatapnya lama. Kekuasaan yang mampu mengubah keputusan dewan tidak berguna di depan perempuan yang menolak sebuah warisan.
“Nathan,” bentaknya, “katakan sesuatu.”
Nathan berjalan mendekat. Ia tidak duduk, seolah tahu dirinya tidak pantas berada sejajar dengan perm…
Kapten Halim, Istrimu Sudah Tiga Tahun "Menjanda"
Episode 46
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 106 Episodes
Comments