Bab 68: Manis yang Terlarang
Empat hari setelah Bella keluar dari IGD ke ruang pemulihan, Tania akhirnya meninggalkan rumah sakit selama dua jam.
“Saya nggak tahu kenapa harus ikut rapat perhiasan,” katanya sambil membetulkan blazer pinjaman di depan restoran Kebayoran Baru.
“Karena Permata Abadi ingin kanal penjualan digital baru, dan kamu menjalankan olshop lebih baik daripada separuh konsultan yang mengirim proposal,” jawab Renata.
“Atau karena kamu takut saya duduk di samping ranjang Bella sampai ikut sakit.”
“Dua-duanya.”
Bella sudah sadar penuh dan ditemani keluarga serta pendamping yang ia pilih. Hasil pemeriksaan masih diproses, tetapi tidak ada keadaan gawat baru. Tania menyetujui rapat hanya setelah sepupunya sendiri menyuruhnya pergi mandi, makan, dan berhenti menatap monitor.
Restoran fine dining itu memiliki ruang privat dengan jendela menghadap taman. Justin Pangestu berdiri saat mereka masuk. Ia tinggi, berkemeja putih tanpa dasi, dan senyumnya berhenti tepat pada Tania.
“Bu Renata,” sapanya. Lalu kepada Tania, “Saya Justin.”
“Saya tahu. Nama Anda ada di dua belas halaman proposal.”
“Semoga bukan dua belas halaman yang membosankan.”
“Halaman tujuh sangat membosankan.”
Renata menahan senyum. Justin justru tertawa.
Permata Abadi adalah perusahaan perhiasan keluarga Pangestu, berbeda dari Mystara. Kerja sama yang dibahas bukan merger, melainkan pasokan bahan legal dan pengembangan kanal digital untuk koleksi baru. Setelah kasus Ivan, Renata meminta semua sertifikat asal, jalur pembayaran, dan audit vendor menjadi syarat awal.
“Kami setuju,” kata Justin. “Kalau ada bahan tanpa dokumen lengkap, tidak masuk katalog.”
“Bahkan kalau marginnya tinggi?” tanya Renata.
“Margin tidak membayar biaya pidana.”
Jawaban itu membuat Tania menoleh. “Akhirnya ada anak konglomerat yang bisa membaca risiko.”
“Apakah itu pujian?”
“Jangan terlalu cepat senang.”
Pintu terbuka. Seorang perempuan bernama Shania Wijana masuk bersama penasihat Permata Abadi. Ia mengenakan setelan…
Kapten Halim, Istrimu Sudah Tiga Tahun "Menjanda"
Episode 68
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 106 Episodes
Comments