Jena kesal bukan main ketika mengetahui Mamanya ternyata ikut-ikutan mendesaknya untuk makan malam bersama Angga.
Jam 6 malam, Papa dan Mamanya bahkan sudah bersiap lebih dulu, seolah malam ini adalah acara yang sangat penting untuk keluarga mereka.
Jena duduk di depan meja rias dengan wajah masam. "Aku nggak mau nikah, Mah. Titik!"
Mamanya yang sedang sibuk mengacak almari Jena, memilihkan baju, menoleh sekilas. "Coba kenalan dulu, siapa tahu cocok."
"Males."
"Jen..." Asri menatap putrinya. "Nggak semua laki-laki kayak Papa kamu."
Jena menghela nafas berat. "Tapi rata-rata, Mah."
Bu Asri kemudian mendekat, memegang kedua bahu Jena, menatap wajah putrinya di pantulan cermin. "Mama kenal Angga. Dia anaknya baik, sopan, pintar, dewasa. Insyaallah cocok sama kamu. Kenalan dulu aja, urusan nikah nanti."
Jena mendengus. "Tapi arahnya ke sana, kan? Tujuan makan malam ini ya itu, nikah."
Asri tidak menjawab, kembali ke almari untuk mengambilkan Jena baju.
Malam itu, Jena akhirnya datang. Bukan karena mau, tapi karena tak bisa menolak kalau Mamanya yang minta. Mereka berangkat bertiga menuju restoran tempat makan malam yang sudah disepakati. Formasinya sudah seperti keluarga cemara, aslinya keluarga tercemar. Tercemar virus pelakor.
Saat mereka datang, ternyata keluarga Angga sudah lebih dulu tiba. Seperti biasa, salaman, cipika cipiki, basa basi. Semua tampak semangat, kecuali Jena, ekspresi wajahnya terlalu datar. Bahkan saat Angga tersenyum padanya, ia hanya membalas dengan senyuman simpul yang terlihat dipaksakan.
Sebenarnya Angga cukup tampan. Penampilannya rapi, pembawaannya tenang, dan cara bicaranya sopan. Tidak ada yang salah. Salahnya cuma satu, tak bisa membuat hati Jena tergerak untuk sekedar ngobrol lebih jauh.
"Perjalanan ke sini lancar, Om?" tanya Angga.
"Macet dikit tadi, makanya agak telat," jawab Andika.
"Ah enggak kok, kami juga baru datang," ujar Dani, ayah Angga. "Jena, lagi sibuk apa sekarang?" tersenyum, menatap Jena.
"Masih seperti biasa Om, kerja…
Takut Nikah
BAB 12
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 46 Episodes
Comments
ɴɪɴɢ_ɴɵɴɢ
Hadehhhh pucing deh pucing punya orang tua yang masih Tergolong orang tua kolottt jen, Melihat anaknya sudah cukup umur belum nikah, sudah pada hebohh ketakutan, di pikir kagak laku saja. smapai main jodoh2han 😆 kalau kamu enggak mau sama pilihan orang tua kamu, enggak ada jalan lain kecuali minta tolong sama Budi lagi buat pura2 jadi pacar bayaran kamu deh jen 🤭 yaa hitung2 selama budi belum bisa jualan lagi, kamu kasih kerjaan Budi 😂
2026-08-23
1
Kar Genjreng
Isss ini adek tiri Jena waduhhhh gaswat bisa kena sapol PP nih kalau pas barengan,,,,Jena cinta pertama Budiman diam diam,,,dan naura murid paskibrata. Jen Anaknya si pELaKoR Mama mu ternyata. kenal tu sama tukang roti bakar,, kenapa dunia ko sempit Amir si weleh ya kale. rumahnya Orang Tua Jena berdekatan kah dengan bini muda nya,,,jadi. Papa Jena menikah dengan LC,, ketemu nya di tempat dugem dong ya 😩😩
2026-08-23
2
ɴɪɴɢ_ɴɵɴɢ
enggak semua kayak papa jena, tapi rata2 yaa seperti itu ma, manis di awal pahitt kemudian, datang karena rasa penasaran, pergi karena sudah tahu kekurangan. lagian yang jalani pernikahan jena lho, yang merasakan pahit, manis, asem, asin, Gurih nya kehidupan Rumah tangga juga jena, kenapa anda juga malah ikut2tan nyudutin jena, buat cepat2 nikah. emang nanti kalau ada enggak enaknya, mama mau menanggung nya apa?
2026-08-23
0