BAB 27

"Jen, aku gak salah denger? Barusan kamu..."

Jena mengangguk mantap. "Kita nikah."

Meski sudah pengulangan untuk yang kedua kalinya, Budi tetap saja masih kaget, masih sulit untuk percaya.

“Sabtu depan, datang ke rumah, lamar aku."

Budi masih saja diam. Ini kejutan yang bikin ia lupa nafas dan lupa bicara. Sejenak, suasana di meja mereka seperti membeku.

“Tenang, nanti kalau butuh dana atau apapun, tinggal ngomong sama aku."

"Lamar, Jen?" Ulang Budi.

"Iya!" Jena melotot. "Masa harus aku ulang-ulang sih ngomongnya. Sabtu malam, datang pakai pakaian sopan, bawa buah tangan, dateng ke rumahku. Lamar aku."

Budi berkedip beberapa kali. "Tapi..bukannya orang tua kamu gak setuju sama hubungan kita ya?"

Jena menahan tawa, tapi akhirnya meledak juga. "Hubungan kita? Emang kita punya hubungan?"

"Mak, maksudku hubungan kerja?"

"Aku juga bingung, Papa tiba-tiba nyuruh kamu datang melamar. Aku kok ditantangin, ya ayoklah."

"Terus selanjutnya?" Budi takut ia sudah kejauhan mikir, kalau selanjutnya, ya nikah.

"Ya nikahlah."

"KITA!" Budi setengah teriak, menunjuk dirinya dan Jena bergantian. Beberapa orang disana, menoleh, sampai ia salah tingkah. "Ki, kita nikah, Jen?" Ia memelankan suaranya.

Jena mengangguk.

Budi terdiam beberapa saat. Jemarinya mencubit pahanya sendiri, ingin segera bangun jika ini hanya mimpi. Tapi...

"Kita nikah 3 bulan."

"Hah!"

"Iya, sesuai yang aku katakan tadi. Ya ini kerjaannya, jadi suami kontrak. Selama 3 sampai 5 bulan. Dan perbulannya, kamu dapat bayaran 10 juta. Enakkan? Kamu bisa dapat uang dari aku, terus kamu juga masih bisa jualan roti, dapat duit lagi. Dan...punya istri, tapi gak perlu mikir ngasih nafkah, malah dinafkahi. Kurang enak gimana coba?"

Budi tersenyum getir. Ternyata memang hanya mimpi Jena mengajaknya menikah, karena ini semua hanya pekerjaan, sekali lagi kerjaan.

Jena mengambil map dari dalam tasnya, meletakkan di atas meja. Isi dalam map tersebut, adalah perjanjian pernikahan antara dia dan Budi. Semalaman suntuk dia memikirkan is…

Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya

Download aplikasi
Terpopuler

Comments

Shee_👚

Shee_👚

betul, kamu nasehat jena bud biar dia sadar gak semua laki² seperti pak Andika. gak semua lelaki tukang selingkuh masih banyak laki² setia di luar sana contoh budi🤭

2026-08-31

2

ɴɪɴɢ_ɴɵɴɢ

ɴɪɴɢ_ɴɵɴɢ

Budi menolak bukan karena budi enggak doyan duit jen..siapa sih manusia yang enggak mau duit. smeuanya pasti doyan duit! tapi di sini masalahnya bukan tentang Duit. tapi tentang Harga Diri seorang laki2. Dan Budi seorang laki2 yang sangat menyayangi Ibunya, Budi selalu meratukan dan mendahulukan ibunya. menyakiti dan mempermainkan wanita, sama saja menyakiti hati ibunya. Dan bagi budi, pernikahan bukan untuk main2. tapi sebuah komitmen suci untuk ibadah dan tanggung jawabnya gede, jadi kalau ajakan nikah cuma sekedar untuk bersandiwara saja, jelas budi tidak mau. Selama ini Budi mau membantu kamu, bukan sekedar rasa kasihan atau Duit. tapi karena budi memang sebenarnya suka sama kamu jen....

2026-09-01

1

Kar Genjreng

Kar Genjreng

di sini Jena kalah telak,,,karena ucapan Budiman benar kalau berbohong di hadapan teman nya mungkin bisa tetapi di hadapan Allah jangan main main ya Bud,,,,
wong Nikah be eran Budi siap ko tapi bukan kontrakan ya Bud,,,,Jena jangan mempermain kan pernikahan. nikah itu ibadah dan berjanji di hadapan Tuhan Kita
terlepas keyakinan nya terpenting se imam,,,semoga berkah Anan dan Aamiin 🤲🤲 gitu Lo Jena sudah cukup lah menjadi jomblo. panjang insyaallah Budiman orang nya Amanah 👍

2026-09-01

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!