BAB 39

Ponsel Budi kembali berdering. Setelah pertama kali tadi ia reject, kembali berdering lagi. Masih orang yang sama yang menghubungi, Naura.

Ia buru-buru mematikannya, karena merasa tidak enak. Keluarga Jena sedang membicarakan rencana pernikahan mereka. Tidak pantas rasanya kalau diganggu oleh dering ponselnya.

"Siapa, Bud?" tanya Bu Hana.

Budi tersenyum canggung. "Biasa, Bu, langganan. Kayaknya mau pesan roti."

"Oh." Bu Hana mengangguk, sama sekali tidak curiga.

Percakapan mengenai pernikahan kembali berlanjut. Bu Hana dan Pak Andika mulai membicarakan hal-hal kecil yang perlu dipersiapkan, sementara Budi sesekali menjawab ketika ditanya. Lamarannya telah diterima, dan akhirnya disepakati, pernikahan mereka dilaksakan dua bulan lagi, di KUA daerah tempat tinggal Jena.

Tak seorang pun di ruangan itu tahu bahwa di tempat lain, seseorang sedang menunggu jawaban dari Budi dengan penuh kesal.

Malam itu, tempat mangkal gerobak roti bakar Budi kosong. Tidak ada aroma mentega dan cokelat yang biasanya menguar dari tempat itu. Beberapa pelanggan pulang dengan rasa kecewa.

Naura masih berdiri disana. Kakinya menghentak-hentak tanah dengan kesal.

"Ih, kenapa malah gak aktif sih!" gerutunya.

Naura memasukkan ponselnya ke dalam tas dengan gerakan kasar. Ia kemudian menoleh ke sebelah. Seorang penjual nasi goreng sedang sibuk melayani pembeli.

Naura menghampirinya. "Mang."

Penjual nasi goreng itu menoleh. "Iya, Non?" Ia sudah hafal dengan Naura, gadis itu sering sekali ke lapak Budi.

"Mamang tahu nggak kenapa Kak Budi nggak jualan?"

Mamang itu menggeleng. "Waduh, kurang tahu, Non. Budi sudah libur dua hari ini."

"Dua hari?"

"Iya."

Naura langsung mengernyit. "Dia sakit?"

"Nggak tahu juga."

Penjual nasi goreng itu kembali mengaduk nasi di atas wajan.

"Padahal biasanya Budi rajin banget. Sakit pun kalau nggak parah-parah amat, tetap jualan."

Naura terdiam. Dua hari? Sudah dua hari Budi tidak berjualan. Ia menatap tempat kosong di depannya. Entah kenapa, informasi sederhana it…

Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya

Download aplikasi
Terpopuler

Comments

ɴɪɴɢ_ɴɵɴɢ

ɴɪɴɢ_ɴɵɴɢ

lahhhh bu asri kan tanya? kenapa anda malah nyolottt! kalau enggak terlibatt kenapa anda marah2. apa salahnya tanya? anda kan bisa menjawab secara baik2, bukan malah marah2 gitu. lagian kalau di fikirr secara nalar...enggak mungkin pak jatmiko yang sangat menyayangi keluarga nya, smapai tega menumbalkan anaknya dan nyawanya sendiri. ini mah alasan tak masuk akal...pasti ada dalang lain yang mengakibatkan kebakaran. Dan satpam itu pasti bohong, pasti ada orang yang membayarr dia untuk bohong. Dan sikap anda yang tiba2 berubah dan malah marah2 membuat orang lain curigaa. kalau anda juga terlibat dalam kebakaran itu...hayolohhh!

2026-09-06

2

ɴɪɴɢ_ɴɵɴɢ

ɴɪɴɢ_ɴɵɴɢ

nih bocil sudah mulai menggatalllhh...awas saja kalau berani2 merebut budi dari jena, Gua ulekin cabe yaa 🤭 jangan sampai kamu punya cita2 macam emak kamu Naura 🙄

2026-09-06

1

Kar Genjreng

Kar Genjreng

Istri nya kan cuma kepingin tau kejelasan
yang sesungguhnya pak dika,,, kalau Bu Asri tidak percaya mungkin anda melukainya sangat dalam,,,,benar kan dulu sangat percaya setiap ucapan anda tetapi
malah kepercayaan nya di salah gunakan
anda menikah lagi diam diam hingga memiliki anak sama sama perempuan
dan yang paling menyakiti hati Bu Asri anda menikah dengan LC makanya Bu
tidak pernah percaya lagi dengan anda biarpun berniat baik tetapi masih di ragukan karena di awal sangat menentang
dan yang membakar pabrik nya adalah mantan satpam anda dan yang paling mirip putranya Pak Jatmiko menjadi korban nya,,,Bu Hana bilang Suaminya di fitnah 😭😭 sedih' ya,,

2026-09-06

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!