Menceritakan seorang laki-laki berusia 29 tahun namun belum kunjung menikah, namun penasaran dan jatuh cinta dengan pesona tetangganya yang begitu menggoda namun tetangganya telah bersuami. Bagaimana kelanjutannya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bel Bel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 1
Menceritakan seorang laki-laki yang berusia 29 tahun namun belum kunjung menikah, dia bernama Raka Wijaya Putra. Dia hidup seorang diri karena orang tuanya tinggal di kampung, dia tinggal sendiri di kompleks perumahan tengah kota. Sebelumnya dia pernah menjalin hubungan dengan seorang wanita bernama Santika dan bahkan sudah bertunangan namun mereka memutuskan untuk berpisah karena ternyata Santika selingkuh dengan teman kuliahnya bahkan hamil , sejak itulah Raka menjadi trauma menjalin hubungan hingga dia memutuskan melajang sampai berusia 29 tahun. Dia sudah lama tinggal sendiri dan sudah hampir 5 tahun sejak lulus kuliah, sejak kuliah dia sudah bekerja dan hasil dari kerjanya itu dia gunakan untuk membayar dp rumah, setelah lulus kuliah dia keterima kerja di sebuah perusahaan swasta yang cukup terkenal. Bisa dibilang dari segi finansialnya, dia sangatlah cukup. Sepulang kerja dia selalu mengurung diri dirumah, terkadang dia juga pergi keluar rumah untuk sekedar ngopi dengan teman-temannya. Dia jarang sekali bergaul dengan tetangganya di kompleksnya karena dia dikenal sangat sibuk namun dia juga seringkali berpartisipasi seperti dalam acara kemerdekaan ataupun acara keagamaan.
Malam itu dia baru pulang dari kantor, basah kuyup karena dia mengendarai motor dan kehujanan, Raka juga tidak membawa jas hujan. Sesampainya dirumah ternyata listrik padam, untungnya dia memiliki lilin.
“Ada-ada saja, pulang kerja kehujanan eh sampai rumah listrik mati. Lampu emergency ku hilang lagi, semoga lilinku masih ada.” Kata Raka. Raka segera membuka pintu rumah dan mengambil lilin.
“Wah untung saja lilinku masih ada, waduh tapi tinggal 2, cukup nggak ya.” Kata Raka. Raka segera menyalakan lilin. Setelah itu dia segera mandi dan makan malam, sebelum pulang tadi Raka menyempatkan untuk membeli nasi bungkus.
“Segar sekali, waktunya makan.” Kata Raka.
Saat Raka memasukkan makanannya kedalam mulut, tiba-tiba ada yang memencet bel rumahnya.
“Siapa lagi sih yang menekan bel malam-malam mana hujan lagi.” Gerutu Raka, Raka langsung berdiri membuka pintu gerbangnya.
“Iya.” Kata Raka.
“Maaf mas Raka malam-malam mengganggu, boleh minta lilinnya tidak?”
“Maaf siapa ya?” Tanya Raka.
“Saya Nadia, tetangga nya mas Raka, hanya berjarak tiga rumah saja dari rumah mas Raka.” Kata Nadia.
“Oh istrinya pak Dimas bukan?” Tanya Raka.
“Benar mas.” Kata Nadia.
“Silahkan masuk dulu mbak, kok tidak pakai payung mbak, memangnya pak Dimas kemana?” Tanya Raka mempersilahkan Nadia masuk kedalam rumah dan segera mengambilkan lilin.
“Suami saya kan dinas diluar kota mas, maaf ya mas merepotkan mas Raka.” Kata Nadia sambil menggigil kedinginan.
“Ini lilinnya mbak, kedinginan ya mbak? Saya ambilkan handuk dulu buat mengeringkan baju dan agar hangat.” Kata Raka, Raka memang tipe laki-laki yang super act of service.
“Maaf mas jadi merepotkan.” Kata Nadia.
“Ini mbak handuknya.” Kata Raka.
“Boleh saya bawa pulang mas handuknya, nanti saya cuci dan saya kembalikan lagi ke mas Raka, atau kalau mas Raka mau silahkan bisa main ke rumah saya.” Kata Nadia.
“Iya mbak gampang, kan hanya handuk.” Kata Raka.
“Saya permisi dulu kalau gitu ya mas Raka, terima kasih lilin dan handuknya. Mas Raka sedang makan ya tadi? Wah maaf ya saya mengganggu mas Raka.” Kata Nadia.
“Hehe tidak apa-apa kok mbak, santai saja.” Kata Raka.
“Hati-hati loh mas kalau tinggal sendirian dirumah.” Kata Nadia sambil tersenyum manis kepada Raka.