Ganetta Prastiwi seorang mahasiswi teladan dari universitas A. Anet terlahir dari keluarga yang sedarhana. Ayahnya hanya penjual sayuran d pasar dan Ibunya ibu rumah tangga yg sesekali membantu Ayahnya d pasar. Anet anak kedua dari dua bersaudara. Kakaknya Gavin Prasetya seorang Guru SMP d kotanya. Dia telah menikah dengan teman seprofesinya.
Raditya Putra Wijaya pewaris keluarga Wijaya. Dia meneruskan kuliahnya d Inggris. Radit memiliki adik perempuan Amelia Putri Wijaya. Amel masih bersekolah d SMA.
" Net, jadi pindah kos?" Tanya April
" Jadi kayanya Pril. Kosan lagi renov mana bisa aku konsentrasi ngerjain tugas akhirku."
" Jadi kapan rencananya kamu cari kos? "
" Siang ini hehehe....."
Mereka pun masuk kelas karena masih ada satu mata kuliah yang harus d hadiri.
Sepulang dari kampus Anet keliling mencari kosan yg tidak jauh dari kampus. Namun sayang kos-kosan dekat kampus sudah d penuhi mahasiswi2 baru. Anet terpaksa harus mencari kosan sedikit lebih jauh dari kampus.
Anet menemukan sebuah rumah sederhana bertuliskan " Masih ada kamar kosong." Anet memberanikan diri mengetuk pintu gerbang yg tertutup rapat. Tak lama seorang perempuan paruhbaya keluar.
" Ada yang bisa saya bantu neng?"
" Maaf bu, mau tanya disini terima kos?"
" Iya neng. Ini rumah tapi d koskan neng sama pemiliknya. Katanya biar yang kos d sini serasa d rumah sendiri."
" Neng, mau liat-liat?"
Mereka pun masuk kosan yg nampak seperti rumah itu. Anet terlihat senang pasalnya d rumah kosnya itu ada juga yang sudah berumah tangga. Sepertinya keluarga kecil. Karena Anet menyukai anak kecil.
" Gimana neng mau?"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi Meitania, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
02
" Iya bu saya mau kos disini." Jawab Anet
" Boleh neng, nanti saya penggilkan yg punya ya neng, soalnya saya cuma d amanatkan."
" Neng, mau menunggu atau datang lagi nanti?"
" Jauh rumahnya ya bu?"
" Dekat neng, hanya satu belokan saja. Klo neng mau menunggu silahkan neng."
" Baiklah bu, saya menunggu saja biar sekalian."
Ibu itu pun segera pergi meninggalkan kosan untuk menemui pemilik kosan.
Sementara anet menunggu d taman belakang rumah sambil melihat anak2 bermain. Anet melihat suasana disini nampak begitu hangat seperti suasana rumah.
Tak lama berselang ibu tadi datang dengan seorang perempuan paruhbaya namun masih terlihat cantik dan anggun.
" Permisi neng,"
Suaranya membuyarkan lamunan anet.
" Eh, iya bu."
" Ini neng, pemilik kos nya."
Anet menjulurkan tangannya " perkenalkan bu saya Ganetta Prastiwi ibu bisa panggil saya Anet."
" Saya Wulan pemilik kosan ini."
Mereka berbincang sambil melihat\-lihat isi kamar kosnya. Anet setuju dengan harga yang di berikan. Dan berencana pindah hari minggu besok. Untuk pembayaran Anet sudah memberikan uang muka dan akan d lunasi saat masuk nanti.
Dalam perbincangannya nampak anet dan wulan sangat mudah akrab. Anet tidak begitu canggung terhadap wulan. Begitupun dengan wulan yang nampak begitu akrab dengan wulan. Mereka bukan seperti ibu kos dan anak kos melainkan seperti ibu dan anak saja.
Setelah drama perpisahan antara keduanya akhirnya anet pulang ke kosnya yg lama.
Sesampainya d kos lama anet langsung mandi dan mencicil membereskan barangnya yang memang tidak terlalu banyak.
Keesokan harinya anet berpamitan kepada pemilik kosnya bahwasannya anet akan pindah kos. Setelah berpamitan anet pergi kekampus.
Sampai d kampus Anet bertemu dengan sahabatnya April, Joana dan tasya. Mereka bercengkrama seolah sudah lama tak berjumpa.
" kamu sudah dapat kosnya net?" tanya april
" Sudah pril. Agak lumayan jauh dari kampus tapi aku suka heheee..."
" Dimana? kapan pindah?" Berondong joan
" Di Bugenvile. Jadi aku perlu naik angkot satu kali deh buat ngampus."
" Waaah,,, ko bisa kamu dapet kosan disana?? Eh, emang disana ada kosan ya? tanya tasya.
" Ada sya, tempatnya kaya rumah biasa cuma isinya kamar2 gitu. Aku suka konsepnya. Hari minggu besok aku rencananya pindah. Kalian mau antar kan?"
" Maaf ya net aku ga bisa." Jawab joan
" Klo aku sih bisa aja. Klo kamu bisa ga sya?"
" Bisa."
" Jam berapa net?"
" Jam 10an ya biar ga terlalu panas."
Dosen pun datang tepat waktu. Mereka mengikuti perkuliahan dengan seksama. Mereka memang mahasiswi yang lumayan cerdas. Terbukti sampai di tingkat akhir ini nilai mereka tak satupun menurun.
Diantara mereka berempat memang joana sudah menikah dengan dosen pengajar d kampus mereka. Jadi, joana takpernah pergi kumpul jika waktu libur. Kini joana sedang mengandung buah cintanya dengan suaminya.
April dan tasya memang memiliki pacar tapi mereka selalu menghargai anet yg masih menjomblo. Bukan anet ga laku ya. Tapi masa lalunya yang membuatnya enggan berpacaran.
Pernah ada mahasiswa kedokteran yang mau sama anet. Tapi, anet menolaknya dengan halus. Bahkan bukan hanya satu atau dua laki-laki saja yang pernah mendekati anet. Tapi begitulah anet. Selalu punya cara untuk menolak.
Hari ini anet sudah bersiap. Tinggal menunggu tasya dan april untuk menjemputnya. Tak banyak barang yang dibawanya. Dua buah koper besar dan 2 box yang berisi buku dan alat makan.
****
Jangan lupa likenya ya 🙏