Indonesia
NovelToon NovelToon
Aku Memilih Pergi

Aku Memilih Pergi

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Single Mom / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: VELANIA

Demi menyelamatkan harga diri keluarganya
Safira meninggalkan rumah orang tuanya dan mengadu nasib ke kota.
tragedi yang menimpanya sebulan yang lalu menghasilkan benih yang tumbuh dirahimnya .
dikota yang asing ia bertemu dengan Denendra lelaki baik hati yang mau menerima ia apa adanya.
merasa diperlakukan dengan luarbiasa fira pun akhirnya jatuh hati dengan Danendra hingga memutuskan menikah dengannya waktu berlalu hingga ia bertemu dengan keluarga besar danendra disana ia bertemu lelaki yang telah menghancurkan hidupnya. dan siapa sangka pemuda itu adalah adik sepupu Darendra lelaki yang selama ini membantu kehidupannya yang tidak mudah di kota yang asing itu. apakah mereka akan terjebak cinta segitiga? bagaimana cara Narendra bertanggung jawab atas kesalahannya pada Safira.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon VELANIA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Desa Cempaka Arum

Safira seorang gadis remaja yang cantik, cerdas yang tinggal di desa cempaka arum terletak dibawah kaki gunung Arjuno.

pagi ini di salah satu sekolah menengah atas di daerah itu mengumumkan kelulusan siswa siswi nya. suasana tampak riuh di setiap sudut sekolah beberapa siswa berhambur ke lapangan untuk merayakan momen tersebut.

"wah kalian berdua memang pasangan terbaik sama sama lulus dengan nilai tertinggi sekabupaten"

ucap Kirana sahabat baik Safira.

"Terima kasih kiran semua juga karena kebaikanmu yang selalu meminjamkan buku bukumu padaku "

"bukan karena aku fir tapi dasarnya kamu pintar dan pantang menyerah "

Safira kamu dipanggil kepala sekolah tu!

kata salah satu temannya,

Safira pun akhirnya pergi ke ruang kepala sekolah,

"permisi pak, apa bapak memanggil saya? "

"masuklah Safira! "

selamat ya atas nilai tertinggi yang sudah kamu capai , kamu dan bagas sudah mengharumkan nama sekolah kita.

"Terima kasih pakx

" jadi bagaimana kamu akan melanjutkan ke mana? "

"maaf Pak tapi saya tidak bisa lanjut keperguruan tinggi"

"loh kenapa? "

"orang tua saya tidak memiliki biaya pak untuk membayar biayanya "

"sayang sekali fir kamu anak yang sangat cerdas bagaimana kalau saya carikan beasiswa untuk kamu? "

"tidak usah pak Terima kasih saya ingin langsung bekerja saja untuk membantu perekonomian keluarga "

"baiklah kalau begitu tapi kalau kamu berubah pikiran segera hubungi bapak ya "

"baik Pak saya permisi dulu"

sebenarnya jauh dilubuk hati Safira ingin sekali meneruskan pendidikannya sampai ke Perguruan tinggi, agar kelak ia bisa bekerja di tempat yang terbaik dikota dan mengangkat derajat hidup keluarganya yang selama ini selalu dihina dan dipandang rendah oleh sebagian warga desa.

tapi kenyataan seolah menamparnya kembali jangankan untuk bayar kuliah untuk makan sehari hari saja keluarganya masih susah .

"Safira tunggu!...

suara seorang siswa laki laki membuyarkan lamunannya.

" Bagas!..

"selamat ya fir akhirnya kita bisa lulus dengan nilai tertinggi se-kabupaten perjuangan kita nggak sia sia" ucap bagas sambil terengah engah.

"iya gas selamat juga ya buat kamu akhirnya kamu bisa menunjukan ke orang tuamu kalau kamu tidak hanya menang tampang doang" hahaha, mereka pun tertawa bersama.

seperti biasa setelah pulang sekolah mereka akan bertemu dikebun bunga dekat sekolah mereka.

saat ini mereka tengah duduk dibawah pohon yang rindang yang dikelilingi bunga warna warni di sekitarnya, angin semilir sepoi sepoi, kupu kupu berterbangan seperti layaknya sebuah taman cinta untuk mereka.

"fir?..

" hmm.,

"apa kamu benar benar tidak melanjutkan ke perguruan tinggi? "

"siapa yang tidak ingin untuk melanjutkan sekolah yang lebih tinggi bagas? sayangnya aku tidak seberuntung itu aku tidak mau menambah beban orang tuaku lagi"

"aku punya sedikit tabungan kamu bisa memakainya dulu, sebenarnya aku ingin kita kuliah di universitas yang sama "

"tidak perlu bagas aku tidak mau merepotkan siapapun termasuk kamu ,

aku akan tetap menunggumu disini!"

"baiklah kalau itu keputusan mu, sebaiknya kita pulang hari sudah mulai sore"

"ayo"

Dirumah Bagas.,

Ayah dan ibumu sudah memutuskan kamu akan kuliah disurabaya bersama kakakmu.

"tapi bagas ingin kuliah di UNPAD yah"

"tidak! ayah tidak mengijinkan kamu kuliah disana, disana kita tidak punya kerabat tidak ada yang bisa membantu mengawasi kalian "

"tapi bagas ini sudah besar, bagas bisa tinggal ditempat kost disana"

"Bagas jangan bantah papa lagi! "

seketika bagas pun terdiam

"satu hal lagi ayah tidak ingin mendengar gosip diluaran sana jika kamu masih menjalin hubungan dengan si Safira! atau ayah akan cabut semua fasilitas mu! "

tanpa menjawab kata kata ayahnya bagas langsung masuk ke kamarnya.

Dirumah Safira,

"Safira maafkan bapak ya tidak bisa membiayai kamu ke perguruan tinggi "

"tidak apa apa pak fira tidak ingin sekolah lagi capek pak mikir terus, fira ingin langsung kerja saja biar bisa bantu keluarga "

"Terima kasih nduk"

Safira berencana mulai membantu tetangganya yang mempunyai usaha konveksi.

Malam ini dirumah Bagas sedang diadakan syukuran kelulusan bagas,

"selamat ya pak kades Bagas lulus dengan nilai tertinggi se-kabupaten lo pak "

"Terima kasih pak ya memang gen keluarga saya kan begitu jenius semua, kalian semua tahu kalau dikeluarga saya semua jadi pejabat tidak ada yang jadi petani atau buruh"

"benar juga ya pak makin salut saya dengan pak kades "

bukan rahasia lagi bila sejak dulu kala keluarga bagas akan melakukan segala cara agar bisa menjadi penguasa didaerah mereka

"eh katanya si Safira putri pak ahmad juga lulus dengan nilai yang sangat tinggi ya? "

pak ahmad yang mendengar itu hanya tersenyum tipis

"pak kalau orang miskin mau dapat nilai tinggi atau tidak semua itu tidak ada pengaruhnya sama sekali tetap saja tidak akan merubah hidup mereka alias tetap miskin! bener kan bapak bapak fakta yang saya katakan? "

"Ayah! Bagas tidak suka ayah merendahkan orang lain begini, ayah itu seorang pemimpin dikampung ini ! "

"kamu tau apa bagas tentang kehidupan semua yang ayah katakan itu kenyataan! "

"sabar ya pak ahmad " ucap salah satu tetangga pak ahmad yang duduk disebelahnya .

"sudah biasa pri nasib orang kecil seperti kita ini kan ya begini ini "

setelah acara selesai semua tamu pun akhirnya pulang ke rumahnya masing masing

sampai,

"Pak ahmad tunggu!

" siapa pri?,

"sepertinya mas bagas pak,

" Pak ahmad saya mewakili ayah mau minta maaf atas ucapan nya tadi "

"oh tidak apa apa nak bagas bapak sudah biasa, baiklah bapak mau pulang dulu ya"

bagas hanya menganggukan kepalanya pelan

keesokan paginya,

Safira akan pergi ke tempat jahit mbak sari dengan berjalan kaki tiba tiba sebuah tangan laki laki menariknya dari balik semak semak,

"shutt!! jangan teriak fir! "

"Bagas! kamu mengagetkanku, kalau aku mati jantungan gimana? "

"iya iya aku minta maaf

fir apa nanti setelah pulang kerja kita bisa bertemu ditempat biasanya? "

"emm.. sepertinya bisa aku pulang dari rumah mbak sari jam 2an "

"baiklah aku menunggu disana di taman cinta kita "

kata kata bagas membuat pipi Safira memerah karena salah tingkah

"aku akan kesana "

dan mereka pun akhirnya berpisah,

sepanjang jalan Safira hanya senyum senyum sendiri terngiang-ngiang kata kata bagas,

"taman cinta,, gak nyangka bagas seromantis ini "

"hayo ngapain senyum senyum pasti kamu bayangin yang jorok jorok ya?

tiba tiba saja joko ada dihadapannya. orang yang selalu mengganggu Safira dikampungnya meski joko seorang anak juragan tapi joko tidak menjadi pemuda yang bisa keluarganya banggakan bahkan sebaliknya ia menjadi pemuda berandalan selepas ditinggal ibunya meninggal, sehari hari pekerjaannya hanya berjudi dan minum minuman keras juga main perempuan.

"joko mau apa kamu? cepat pergi kalau tidak aku teriak nih "

"Sudah aku katakan sama kamu menikahlah denganku kamu gak perlu capek kerja uang bapakku tidak akan habis dimakan tujuh turunan dan tujuh kali tanjakan Safira! "

"maaf joko aku tidak bisa , pergilah! carilah wanita yang benar benar mencintai kamu dengan tulus bukan yang mencintai hartamu"

Safira lalu segera berlari sebelum joko melakukan aneh aneh padanya

"Sialan kamu fir miskin aja sombong! dari dulu yang aku inginkan cuma kamu!! kamu malah milih si bagas yang anak mama itu, keluarganya tidak akan membiarkan hidup kamu dan keluargamu tenang! "

kapan kamu mengerti keadaan ini? aku hanya ingin menyelamatkanmu Safira!

"apa maksud kamu Joko?..

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!