Indonesia
NovelToon NovelToon
Istriku CEO Terkaya: Pengawal Rahasia Sang Ratu

Istriku CEO Terkaya: Pengawal Rahasia Sang Ratu

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / CEO
Popularitas:3.9k
Nilai: 5
Nama Author: aldolado

Maya Maheswari adalah CEO muda, anggun, dan dingin yang memimpin konglomerat terbesar di Indonesia. Sementara Leo, suami yang dinikahinya lewat perjanjian kontrak, hanyalah mantan prajurit berpenampilan santai yang bekerja sebagai pengawal pribadinya. Dianggap sebelah mata oleh keluarga besar Maheswari, Leo selalu diam dan berdiri tegap satu langkah di belakang sang istri.

Namun, di balik sikap tenangnya, Leo menyimpan identitas rahasia sebagai pendiri jaringan keamanan dan intelijen global yang memegang kendali atas data rahasia para elite dunia. Saat intrik pengkhianatan dari dalam perusahaan mulai mengancam nyawa dan takhta Maya, Leo perlahan membuka topengnya. Demi melindungi wanita yang dicintainya, sang pengawal siap mematahkan setiap konspirasi membuktikan pada dunia siapa penguasa sebenarnya di balik bayangan Sang Ratu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aldolado, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

lanjut bab 7

Kalimat itu terucap dengan begitu pelan, tetapi gaungnya terasa memenuhi seluruh kabin lift yang bergerak makin lambat. Maya memandangi pantulan wajah suaminya di dinding kaca. Tidak ada sedikit pun raut kepura-puraan di sana. Nada suara Leo tidak terdengar seperti rayuan bualan atau janji manis penenang hati, melainkan seperti sebuah fakta mutlak yang tak bisa ditawar-tawar lagi.

Pintu lift berdenting lembut. Panel digital di atasnya menampilkan angka 30, dan pintu geser berlapis emas itu terbuka dengan sapuan angin dingin yang menyegarkan.

Ruang tamu penthouse milik Maya menyambut mereka dalam temaram lampu warm white. Dari balik dinding kaca berukuran raksasa di ujung ruangan, pemandangan lanskap kota Jakarta di malam hari terpapar luas gemerlap jutaan lampu jalanan dan gedung tinggi yang membias di bawah guyuran sisa air hujan.

Maya melangkah keluar lebih dulu. Rasa lelah yang sempat terdistraksi oleh ketegangan di area parkir bawah tanah kini merambat kembali, menyerang bahunya yang terasa kaku. Ia melepas blazer hitamnya, menyampirkannya di lengan sofa kulit, lalu mengusap tengkuknya pelan.

Di belakangnya, Leo tidak langsung bersantai. Pria itu melakukan rutinitas ketatnya bagaikan seorang prajurit jaga: memeriksa kuncian pintu utama biometrik, memastikan sensor infra-merah di sudut jendela berfungsi, dan memeriksa panel layar monitor keamanan penthouse. Gerakannya tenang, gesit, dan sangat efisien.

Maya memperhatikan suaminya yang sedang menyesuaikan posisi intercom di dekat pintu. Kemeja hitam yang dikenakan Leo sedikit basah di bagian bahu akibat cipratan air hujan saat ia melindunginya di basement tadi. Bayangan fisik pria itu di bawah lampu ruangan tampak makin tegap dan protektif.

Leo," panggil Maya memecah keheningan.

Leo berbalik, menghentikan aktivitas pemeriksaannya. "Ya, Maya?"

Maya terdiam sejenak. Jemarinya memainkan ujung kemeja putihnya secara tidak sadar. Ada peperangan kecil di dalam pikirannya antara harga diri sebagai wanita mandiri yang selalu terbiasa menyelesaikan masalahnya sendiri, dan kenyataan bahwa malam ini ia benar-benar membutuhkan keberadaan pria itu di dekatnya.

Malam ini... tidur di kamar utama," ucap Maya pelan. Kalimat itu meluncur begitu saja dari bibirnya sebelum akal sehatnya sempat memblokirnya.

Leo sempat tertegun. Untuk pertama kalinya malam ini, ekspresi wajah tenang tanpa celah milik pria itu memperlihatkan sedikit keraguan. Alis tebalnya terangkat tipis.

Selama tiga ratus enam puluh lima hari pernikahan kontrak ini berjalan, ada aturan tidak tertulis yang sangat jelas: Maya di kamar utama, dan Leo di kamar tamu ujung koridor. Mereka menjalani peran sebagai pasangan suami istri hanya di hadapan media, keluarga besar, atau acara formal perusahaan. Di balik pintu tertutup, mereka adalah dua orang asing yang mendiami atap yang sama.

Melihat keraguan yang langka di mata Leo, Maya cepat-cepat meluruskan dengan nada yang berusaha ia buat seformal mungkin seperti seorang CEO yang sedang memberikan instruksi operasional.

"Maksudku... situasi sedang tidak aman," lanjut Maya cepat, membuang muka ke arah jendela besar untuk menyembunyikan rona hangat yang mendadak muncul di pipinya. "Penyerangan di B2 tadi membuktikan kalau Hendra atau siapa pun di belakangnya bisa nekat kapan saja. Akan lebih efektif dari sudut pandang pengawalan kalau kamu berada di ruangan yang sama. Jangan berpikir yang aneh-aneh."

Sebuah senyum tipis senyuman hangat yang tidak lagi tertutupi rahasia terbit perlahan di bibir Leo. Ia menyilangkan tangannya di dada, melangkah dua tindak mendekati posisi Maya berdiri.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!