Indonesia
NovelToon NovelToon
Its You

Its You

Status: sedang berlangsung
Genre:BTS / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:74
Nilai: 5
Nama Author: tatitu

Berjuang dari nol di Paris, Jungkook dan Taehyung mendirikan studio game independen bernama HexaVerse. Di tengah kerja keras membesarkan bisnis tersebut, adik Taehyung, Mira, tiba di Paris untuk kuliah.
​Jungkook yang membantu Mira beradaptasi perlahan jatuh cinta pada gadis yang kini tumbuh mandiri dan cerdas itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tatitu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dua Garis Takdir

Hujan deras mengguyur Seoul malam itu, menciptakan simfoni gemertak di atas atap rumah mungil di kawasan Mapo-gu. Di dalam ruang tengah yang terasa dingin, Kim Taehyung berdiri membisu di depan koper hitam besar yang menganga.

​Sejak kecelakaan tragis yang merenggut nyawa kedua orang tua mereka empat tahun lalu, Taehyung terpaksa menanggalkan masa mudanya. Ia mengambil alih semua peran sekaligus: menjadi kepala keluarga, pelindung, sekaligus ibu dan ayah bagi adik tunggalnya, Mira.

​Hari ini seharusnya menjadi momen spesial karena Mira baru saja melewati hari pertamanya menapaki jenjang SMA. Namun, seragam berkerah biru yang tergantung rapi di pintu kamar seolah menjadi pengingat bahwa masa kecil Mira telah usai. Mulai besok, gadis kecil itu harus belajar berdiri sendiri.

​Dengan tangan yang sedikit bergetar, Taehyung merapikan paspor, berkas visa, dan dokumen legalitas pendirian perusahaan game yang telah ia susun berdarah-darah. Keputusannya terbang ke Paris untuk membangun bisnis game developer dari nol bersama sahabatnya adalah pertaruhan terbesar dalam hidupnya. Namun, meninggalkan adiknya sendirian di Seoul memberi rasa bersalah yang amat menghimpit dada.

​Cklek.

​Engsel pintu kamar berderit pelan. Mira berdiri di sana dengan mata bulat yang sembap dan memerah, menatap koper di tengah ruangan dengan pandangan ngeri. Kehilangan orang tua di usia muda memaksa Mira tumbuh dewasa, tetapi malam ini benteng ketegarannya runtuh.

​"Apakah... Oppa benar-benar harus pergi besok?" suara Mira bergetar parau, menahan tangis yang siap pecah.

​Taehyung menghentikan aktivitasnya. Dengan dada berdenyut nyeri, ia melangkah cepat dan menarik tubuh mungil adiknya ke dalam pelukan hangat.

​"Maafkan Oppa, Mira-ya..." bisik Taehyung penuh penyesalan. "Rencana mendirikan perusahaan game bersama sahabat Oppa di Paris tidak bisa ditunda lagi. Ini kesempatan sekali seumur hidup untuk mengubah nasib kita. Tapi Oppa janji akan menelponmu setiap hari, mengirimi biaya hidup, dan secepatnya membawa kamu pindah ke Paris setelah perusahaan stabil."

​"Aku tidak butuh uang banyak, Oppa," bisik Mira seraya menyandarkan keningnya di dada sang kakak. "Aku cuma takut sendirian di rumah ini..."

​Taehyung mengurai pelukannya, memegang kedua bahu Mira, dan menatap tepat ke matanya dengan sorot tekad yang kuat.

​"Kau adalah adik Kim Taehyung yang paling kuat. Ingat itu," ujar Taehyung tegas namun lembut. "Oppa pergi bukan untuk meninggalkanmu. Oppa bertarung membangun perusahaan di Paris, dan kau bertarung di sini untuk masa depan kita. Percayalah pada Oppa, eoh?"

​Mira menatap wajah sang kakak yang sarat akan kelelahan akibat kerja keras demi menghidupinya selama ini. Mira menyadari ia tidak boleh terus menjadi beban. Sambil menyapu air mata dengan punggung lengan baju, ia menepuk dadanya sendiri untuk memompa keberanian.

​"Kalau begitu, berjanjilah padaku, Oppa. Kau harus sukses di sana," ujar Mira dengan mata berbinar penuh tekad. "Aku juga berjanji akan belajar dengan sangat giat selama tiga tahun SMA ini. Aku akan dapat beasiswa penuh dan lulus seleksi agar bisa kuliah di Paris menyusul Oppa!"

​Taehyung tertegun sejenak sebelum senyum haru terbit di bibirnya. Ia menyentil pelan dahi adiknya untuk mencairkan suasana. "Tepatilah janjimu. Dan ah... jangan lupa beri tahu Oppa jika ada lelaki di sekolah baru yang mencoba mendekatimu."

​Mira mendengus gelak sambil memutar matanya. "Aish... lelaki apa?! Tidak ada waktu untuk itu. Aku hanya akan berkencan dengan buku-buku pelajaran agar bisa menyusulmu dengan mudah!"

​Taehyung terkekeh pelan lalu acak rambut adiknya gemas. Namun raut wajahnya kembali serius. "Jaga dirimu baik-baik, Mira-ya. Jika ada masalah sekecil apa pun, segera beri tahu Oppa. Tanpa berpikir dua kali, Oppa akan langsung terbang kembali ke Seoul."

​"Baiklah, Oppa juga harus menjaga diri di sana. Tunggu aku... tiga tahun lagi aku pasti menyusul," balas Mira mantap seraya mengulurkan jari kelingkingnya. Taehyung menyambutnya erat, menempelkan jempol mereka sebagai stempel janji suci.

​Keesokan harinya di Bandara Internasional Incheon, Mira berdiri sendirian di balik pagar pembatas area keberangkatan luar negeri. Di antara kerumunan keluarga yang melepas rindu, ia berdiri tegap membawa ransel sekolahnya.

​Taehyung berjalan memasuki lorong pemeriksaan. Setiap beberapa langkah, ia menoleh dan melambaikan tangan tinggi-tinggi. Dari kejauhan, Mira membalas lambaian itu dengan senyuman paling bangga yang bisa ia perlihatkan, meski air mata kembali menumpuk di pelupuk matanya.

​Saat bayangan Taehyung menghilang di balik pintu kaca, dentuman mesin pesawat terdengar menggelegar dari kejauhan. Pesawat yang membawa kakaknya meluncur membelah awan menuju Paris. Mira menghela napas panjang lalu melangkah keluar bandara dengan mantap—menandai awal perjuangan Taehyung di negeri orang dan awal bertarungnya Mira demi masa depan mereka di Seoul.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!