menceritakan perjalanan hubungan rumit antara Nadin, William (kakak iparnya), dan Jason (sahabatnya di Belanda), serta pengungkapan identitas ganda Nadin yang mengejutkan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Smarrr, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kamar Stevani
Nadin memasuki rumah Stevani seperti biasanya, tadi Stevani memberitahu jika dia dan suaminya
tidak ada dirumahnya.
Nadin pun masuk dengan bebasnya ke rumah sang kakak, bahkan dia terkadang memasuki
kamar pribadi Stevani
Nadin sangat senang melihat koleksi tas Stevani,
Saat sedang asik mengecektas baru Stevani, Nadin mendengar ada suara sepatu yang berjalan menuju kamar Stevani
***\*\*\*Deg!...***
Apa ka Wiliam pulang, aduh mati aku,aku harus sembunyi sekarang gumam nya yang bergegas membawa tas ke ruang sudut pakaian tubuh mungil nya di sana
William pun masuk dengan wajah lelah nya saat ini, dia pun dengan santai nya membuka Jas dan kemeja nya saat ini hingga menyisakan dalaman nya saja
Nadin yang melihat itu semua hanya bisa menelan liur nya saja saat ini karena melihat tubuh proporsional serta six pax nya Sang Kakak Ipar yang sangat seksy tersebut di depan nya dengan wajah gugup
Gila, Kak Wiliam sudah tampan, badan nya keren banget, andai dia kekasih aku, udah ku raba bagian six pack itu dari atas hingga bawah gumam Nadin yang merasakan hawa panas di sekitar tubuh nya saat ini
William pun saat ini memasuki kamar mandi dan di dalam sana mulai terdengar suara gemericik air yang menandakan Sang Kakak Ipar saat ini sedang mandi
Nadin pun langsung memutuskan untuk segera keluar dan meninggalkan Mansion Kakak nya tersebut, karena jujur saja menurut Nadin, ketika awal nya dulu Nadin mengenal William, Nadin sangat takut dengan tatapan Wiliam
Setelah mengembalikan tas Stevanie ke tempat nya, Nadin yang saat ini mengendap-endap di Kamar Kakak Ipar nya, langsung ingin membuka pintu kamar tersebut agar tak ketahuan oleh William yang saat ini sedang mandi di kamar mandi
Namun naas bagi Nadin, ketika pintu kamar itu mau di buka, ternyata pintu itu telah di kunci otomatis oleh Wiliam dari dalam dengan menggunakan remote yang Nadin sendiri tak tau di mana Wiliam menyimpan nya
Aduh, mati aku, gimana mau keluar, sial banget umpat nya.
Tiba-tiba bunyi pintu kamar mandi pun mau di buka dari dalam oleh Wiliam dan Nadin pun kembali sembunyi di tempat semula
William yang tak sengaja mendengar pintu mau di buka dari dalam tadi membuat nya menghentikan suara air di kamar mandi nya
Lalu William mulai membuka Hp nya dan mengecek CCTV dari Hp nya dan melihat ternyata ada tikus kecil saat ini bersembunyi di balik lemari nya
Wiliam pun menormalkan wajahnya saat ini dan langsung menuju lemarinya
“Masih ingin bermain sembunyi, cantik? tanya Wiliam terkekeh
Nadin yang mendengar nya dengan wajah pucat nya hanya bisa diam menunduk tanpa mengatakan apa pun
"Apa perlu Kakak yang menarik mu ke mari?" tanya William lagi
Nadin yang mendengar ancaman dari William pun langsung keluar dari ruangan pakaian tempat nya bersembunyi saat ini sambil menundukkan kepala nya, tak berani menatap William saat ini
"Sejak kapan sembunyi di dalam kamar ku?" tanya William dengan nada dingin nya hingga membuat Nadin merasakan
ketakutan tersendiri saat ini
"Sejak..se..jak Kakak pulang dan berganti pakaian di dalam sini" ucap Nadin pelan
"Oh begitu rupa nya" ucap William sambil berdiri dan pelan-pelan melangkah maju sedang kan Nadin yang melihat itu langsung memundurkan kaki nya takut pada William yang berusaha untuk mendekati nya saat ini
Hingga Nadin tersudut kan saat ini di dinding kamar William dan tak bisa ber gerak ke mana pun karena William mengurung nya dengan kedua tangan nya yang kekar dan berotot di sekitarnya.
Tak lupa bau harum sabun dan shampo yang menyeruak memenuhi indra penciuman Nadin harum dan candu untuk nya
"Angkat wajah mu Nadin?" bisik William
Nadin pun dengan perlahan mengangkat wajah nya dan menatap Wiliam dari jarak dekat saat ini, mereka pun saling bertatapan mata dan bertemu satu sama lain
"Ada apa kamu ke kamar tidur ku, Nadin?" tanya Wiliam pelan
"Ee..aa..itu Kak, tadi di suruh oleh Stevanie untuk melihat tas model terbaru nya yang baru di beli nya kemaren" ucap Nadin terbata-bata
"Tas?" tanya William sambil menatap Nadin dengan dalam dan Wiliam pun saat ini mencium aroma wangi shampoo di rambut Nadin yang harum nya sangat di sukai nya
"I..iiya..Kak" ucap Nadin masih terbata-bata dan itu membuat Wiliam menyeringai kecil hingga membuat nya langsung mengangkat Nadin ke tempat tidur dan mengukung nya di sana
"Aku tak percaya Nadin, jika hanya itu yang kamu lakukan di sini" ucap Wiliam sambil terus menerus membelai pipi Nadin yang membuat nya sangat gemas
Wiliam yang melihat Nadin tak berdaya saat ini di dalam nya membuat nya langsung mencium bibir nya sesaat dan melihat Nadin tak membalas ciuman nya saat ini, kemudian melepaskan nya
"Apa ini ciuman pertama mu?" tanya Wiliam dan Nadin hanya mengangguk pelan
"Bagus, aku menyukai nya" ucap Wiliam yang langsung mencumbu leher Nadin yang terbuka bebas saat ini dan mulai bermain di sana hingga membuat Nadin mulai mengeluarkan suara merdu nya
"Eeuugghh" ucap Nadin yang tiba-tiba mengeluarkan suara merdu nya yang sangat seksy di telinga William saat ini dan William yang mendengar nya hanya terkekeh saat Nadin mengeluarkan nya
"Untuk hari ini, cukup sampai di sini, lain kali aku akan memuaskan mu cantik" ucap William sambil mengecup kening Nadin dan mulai membuka kunci pintu kamar nya
Sehingga Nadin langsung bergegas pergi tanpa mengatakan apapun pada Wiliam dan meninggalkan Mansion Wiliam dan Stevani saat ini
pertama novel "SENTUHAN KAKA IPAR" Novel ini akan diperbarui secara berkala di aplikasi ini. Aku Post bab baru setiap malem jam 12 malem ya. Selamat datang di halaman
tolong berikan dukungan kalian dengan cara memasukkan novel ini ke dalam rak buku(library), memberikan tanda suka (like), dan membagikan komentar hangat kalian! SetSetiap komentar dan dukungan dari kalian adalah kekuatan terbesar bagi saya untuk terus melanjutkan kisah ini sampai tuntas
tolong berikan dukungan kalian dengan cara memasukkan novel ini ke dalam rak buku(library), memberikan tanda suka (like), dan membagikan komentar hangat kalian! SetSetiap komentar dan dukungan dari kalian adalah kekuatan terbesar bagi saya untuk terus melanjutkan kisah ini sampai tuntas