Indonesia
NovelToon NovelToon
Janji Usang Pernikahan

Janji Usang Pernikahan

Status: sedang berlangsung
Genre:Konflik Rumah Tangga-Pernikahan Angst / Fantasi
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Winda Lestary

sejak menikah dengan saka,Nia blom juga di percaya oleh tuhan untuk mengasuh seorang anak.
pernikahan yg berjalan hampir tiga tahun lamanya kini hanya tinggal sekedar janji pernikahan.cinta diantara kedua nya kian memudar, di tambah lagi Ahir Ahir ini saka lebih senang menghabiskan waktunya di luar rumah bersama teman teman nya.
namun pertemuan nya dengan Melissa,wanita yg tengah mengandung tanpa seorang suami.membuat saka merasa iba dan berniat untuk mengadopsi anak yg kelak akan di lahirkan nya.
namun kebaikan saka justru membuat Melisa jatuh hati dan rela jika harus berbagi suami dengan Nia.

namun tidak banyak wanita yg rela membiarkan suami nya menikah lagi,apalagi berbagai cinta dan kasih sayang.begitupun juga Nia..


keretakan rumah tangganya dengan saka,membuat Devan,laki laki dari masalalu Nia masuk dan kembali mengisi ruang hati nya.
menjadikan Nia begitu terobsesi pada nya.
tabiat Devan yg kurang baik dan hobi mempermainkan wanita, justru menjadi ujung tombak bagi nia.
namun Nia tidak berdaya setelah masuk dan terperangkap dalam buaian manis Devan.
Nia yg memiliki wajah cantik dengan tinggi semampai justru di manfaatkan oleh Devan untuk menjadi sumber penghasilan nya..
Devan menjual Nia pada bbrpa pria hidung belang dan menjadikan nya sabagi budak seks pribadi...

saka yg pada saat itu tengah kalut dengan urusan rumah tangga nya, dan di tuntut untuk menikahi Melisa karena sebuah fitnahan,membuat dirinya harus bertanggung jawab atas apa yg tidak pernah di lakukan nya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Winda Lestary, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 2

Hari demi hari berjalan seperti biasa,Nia yang terus saja sibuk dengan pekerjaan nya begitu juga dengan Saka.

di suatu kesempatan Nia mengajak Saka duduk berdua di teras rumah,menatap langit Ibukota dimalam hari.

bintang-bintang nampak gemerlap di tengah asap pekat yang selalu mengitari langit Jakarta.

secangkir teh hangat menemani obrolan mereka yang cukup serius.

Nia menatap wajah Saka dengan bimbang,ada keraguan yang membuat Nia berfikir untuk tidak menceritakan apapun tentang keinginan nya.

setelah menikah hampir 6 bulan lamanya Nia blom juga memiliki tanda tanda kehamilan.padahal keinginan nya sudah sangat kuat untuk menjadi seorang ibu.

"bagai mana kerjaan mu hari ini?"

Nia meremas remas jari jemarinya sembari menggigit bibir bagian bawah.seolah ia sedang tidak nyaman dengan keadaan ini.akhir-akhir ini Saka lebih banyak diam tidak lagi seperti biasanya.

Nia merasa perubahan sikap Saka di mulai saat terakhir keduanya memeriksaan diri ke dokter kandungan.,namun sayang nya tuhan memang blom mengizinkan keduanya untuk menjadi orang tua.dokter pun berujar agar Nia dan Saka bersabar dalam sebuah penantian.

"baik,semua kerjaan aku baik."

jawab Saka dengan senyum palsu.

Saka melirik kearah Nia yang duduk di sebelah nya.tiba-tiba saja hanphone yang di genggam nya berdering.

panggilan masuk itu rupanya dari Naya.

''siapa?"

tanya Nia setelah Saka sempat diam dan membiarkan hanphone nya terus berdering.tatapan Nia penuh kecurigaan.akan kah Saka berkhianat dan menjalin hubungan dengan wanita lain.sebab itu Nia merasa banyak perubahan dalam diri Saka.

"euuhhh."

gelagat saka semakin membuat Nia merasa curiga, ia berupaya membuat Saka menjawab panggilan masuk tersebut.

"kenapa gak di angkat?siapa tau penting yang.?"

Nia mengganggukan kepalanya sembari melepas senyum penuh tanda tanya.

''ya udah aku masuk kekamar duluan ya.udah ngantuk.''

pamit Nia guna menghindar dari Saka.keduanya semula duduk diteras rumah menikmati senyap dan hening nya malam, tanpa gelak tawa dan tangis seorang bayi.di tengah ramai dan bising nya kota Jakarta.

setelah menerima panggilan masuk dari Naya.Saka meminta izin pada Nia, dan beralasan untuk menemui temannya di salah satu cafe yang Biasa mereka tongkrongi.

setelah mendapat izin dari Nia,Saka langsung tancap gas dan pergi menemui Naya.

dari balik telpon tadi Naya meminta tolong pada Saka agar mau mengantarkan dirinya kerumah sakit terdekat guna memeriksakan keadaan Kayla.putri semata wayang Naya dengan Riki.

gadis kecil itu baru berusia 1 tahun dan masih sangat lucu lucu nya.Naya meminta tolong pada Saka mengantar nya,sebab Riki saat ini sedang berada di luar kota karna suatu pekerjaan.

ia tidak mungkin menyetir mobil sendirian di waktu malam begini.

Naya dan Saka sudah tiba di rumah sakit.tubuh kayla yang mendadak panas tinggi membuat Naya begitu cemas akan keadaan putri nya.

Saka memeluk tubuh Naya dengan hangat di saat cuaca di luar sedang gerimis.isak tangis Naya membasahi jaket jeans yang di pakai oleh Saka.

mungkin secangkir kopi hangat yang dipesan oleh Saka mampu menghangatkan suasana.

mereka duduk di ruang tunggu sambil bercengkrama.mengingat kembali masa di mana keduanya belom menikah dan memiliki kluarga masing -masing.lagi-lagi Naya memperhatikan Saka yang tengah tertawa lepas.

seolah di tempat itu keduanya melepas segala beban hidup yang tengah di pikul.

sejak menikah dengan Riki,Naya memang jarang mendapat perhatian khusus seperti hal nya yang di lakukan oleh Saka.

memang sikap Saka padanya sedikit berlebihan,sangat sulit memang membedakan kasih sayang yang Saka berikan untuk wanita-wanita tertentu.

bahkan sikap nya pada Nia tak ubah nya sikap dirinya pada wanita lain.

termasuk Naya.

"kebaikan mu salah tempat,caramu memperhatikan Ku membuat hati ku merasa luluh,dan aku semakin mencintai mu.Saka."

gumam Naya dalam hati sembari kembali meneguk secangkir kopi dari cup yang di genggam nya.

tak lupa ia masih sempat mencuri pandang wajah Saka yang teduh dengan paras rupawan.

"maaf, bisa bicara dengan ibu Naya?"

dokter yang merawat Kayla baru saja keluar dari ruangan.beliau berdiri di depan pintu masuk.Naya segera beranjak dari tempat duduk dengan perasaan cemas.kebetulan Naya dan Saka duduk tepat di samping pintu ruangan kamar Kayla.

"iya, ada apa ya dok?''

wajah Naya mendadak pucat,ia takut jika terjadi sesuatu pada Kayla.

"maaf buk,seperti nya anak ibu harus di rawat beberapa hari di sini.karena keadaan nya cukup memprihatinkan,

demam nya belum juga turun.tapi tidak apa-apa,ibu tidak perlu cemas,

mudah-mudahan secepatnya putri ibu akan pulih." ucap dokter Rudi sambil tersenyum Ramah.dokter Rudi memberikan semangat pada Naya dan secara tidak langsung ucapan dokter Rudi sedikit membuat Naya merasa tenang.

"baiklah klo begitu saya permisi."

"iya dok,terimaksih."

Naya segera masuk keruang rawat,ia nampak sedih tak kuasa menahan air matanya, menjadi seorang ibu yang blom begitu faham dan tau cara mengurus bayi, tentu saja membuat Naya begitu banyak mengkhawatirkan keadaan putri kecil nya yang terbaring lemah di tempat tidur.

''cepat sembuh sayang.'''hikkkaass..,

hiksss., maafin mama ya gak bisa jaga kmu dengan baik."

saka yang berdiri di samping Naya, hanya bisa menatap iba gadis kecil itu.batin nya seolah merasakan sesak melihat keadaan Kayla.seprtinya naluri Saka sudah menuntut dan membawa nya siap untuk menjadi seorang ayah.

tanpa di sadari,malam semakin larut.

sudah hampir empat jam lamanya Saka menemani Naya di rumah sakit.

sepertinya Saka harus segera pamit.

sebab waktu sudah menunjukkan pukul 00:12 WIB.

"kamu pulang aja,aku gak apa-apa sendiri di sini." Naya meminta Saka agar segera pulang ke rumah dan menemui istrinya,pasti Nia begitu mengkhawatirkan nya saat ini.

begitulah kira-kira naluri seorang istri,kemana pun suami nya pergi selalu di khawatir kan.bahkan jika perlu istri harus selalu ikut kemanapun suaminya pergi.

"loe yakin gak apa-apa gue tinggal sendiri kan? " ujar Saka dengan wajah yang menujukan sikap cemas nya.

"gue gak apa-apa lagi Ka, udah biasa juga sendiri." jawab Naya dengan senyum tipis, garis bibir nya menunjukkan ada nya rasa kecewa, ia memang mencintai Saka, tapi tidak mungkin bagi nya merebut kebahagia'an wanita lain, meksipun ia tidak tau bagaimana kelanjutan kisah mereka, yang pasti Naya ingin rumah tangga nya dengan Riki baik-baik saja.

"ya udah gue balik ya. jangan lupa kabarin gue kalau ada apa-apa dengan Kayla. " tiba-tiba Saka memeluk Naya, perlakuan Saka tadi cukup membuat jantung Naya berdebar kencang, ini bahkan lebih dari sekedar perasaan canggung. tapi tubuh Naya seketika mematung kaku bak patung.

1
Yadi Susanto
bagus crita nya thor... love love..........
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!