Indonesia
NovelToon NovelToon
Diantara Kita

Diantara Kita

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Dunia Masa Depan
Popularitas:309
Nilai: 5
Nama Author: MonAmour19

Diantara kita hanya ada kebaikan saja? tidak ada harapan untukku?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MonAmour19, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

setahun sebelumnya (2)

Bel sudah berbunyi nyaring, menandakan jam pelajaran pertama akan segera dimulai. Koridor SMA Bintang Nusantara yang sejak tadi dipenuhi suara obrolan perlahan mulai lengang. Satu per satu siswa bergegas memasuki ke dalam kelas masing-masing, sementara beberapa guru berjalan membawa setumpuk buku di tangan.

Di lantai dua gedung utama, Naya Anindita berdiri di depan jendela kelas sebelas sambil memandangi halaman sekolah yang masih basah karena hujan deras semalam. Jemarinya menggenggam buku tulis, tetapi pikirannya tidak berada di sana.

Matanya justru mengikuti arah seseorang yang baru saja memasuki gerbang sekolah.

Arga Pradana.

Dengan tas yang hanya disampirkan di satu bahu, laki-laki itu berjalan santai menuju gedung utama. Beberapa siswa menyapanya di sepanjang jalan.

"Pagi, Kak Arga!"

"Pagi."

"Semangat rapat OSIS nanti, Kak!"

Arga hanya membalas dengan senyum tipis dan anggukan kecil.

Ia bukan tipe siswa yang suka menjadi pusat perhatian. Namun entah bagaimana, hampir semua orang mengenalnya. Bukan karena wajahnya yang tampan atau karena ia menjabat sebagai ketua OSIS, melainkan karena sikapnya yang selalu ramah kepada siapa saja.

Naya mengembuskan napas pelan.Sudah hampir setahun ia menyimpan perasaan itu sendirian.Perasaan yang tidak pernah ia ceritakan kepada siapa pun.Bahkan sahabatnya sendiri hanya tahu bahwa Naya mengagumi Arga sebagai kakak kelas yang baik.Tidak lebih.Dan memang seharusnya begitu.

Apa lagi yang bisa diharapkan?

Arga adalah ketua OSIS, siswa berprestasi, disukai guru, dan dikenal hampir seluruh sekolah.

Sedangkan dirinya hanyalah siswi biasa yang lebih sering menghabiskan waktu di perpustakaan daripada di lapangan.Mereka hidup di sekolah yang sama, tetapi seperti berada di dunia yang berbeda.

"Naya!"

Suara tasya membuat lamunannya buyar.

"Kamu lihat apa sih dari tadi?"Naya buru-buru mengalihkan pandangannya. Dan dengan menjawab Tasya dengan cepat

"Nggak lihat apa-apa." tasya mengikuti arah pandangan Naya beberapa detik sebelumnya, lalu terkekeh pelan.

"Oh... Kak Arga lagi." ucap Tasya lumayan keras.

"Woy! Jangan keras-keras." seru Naya khawatir jika ada seseorang yang mendengar percakapan mereka.

"Iya, iya." Tasya tersenyum jahil.

"Masih suka?" Naya hanya diam bingung harus menjawab apa.

Diam yang justru menjadi jawaban paling jujur dari setiap pertanyaan. Tasya menghela nafas sambil menepuk pelan bahu sahabatnya.

"Kamu tuh aneh tau." ucap Tasya pelan

"Kenapa?" tanya Naya bingung

"Udah hampir setahun suka orang, tapi jangankan ngobrol, sapa aja paling cuma sekali." Naya hanya tersenyum kecil dan menjawab dengan pelan, sangat pelan hingga hanya Tasya dan dirinya yang mendengarnya.

"Memang nggak harus punya, kan?" Kalimat itu terdengar sangat sederhana. Namun hanya Naya yang tahu betapa sulit mengucapkannya.

Ia tidak pernah bermimpi menjadi pacar Arga.

Ia tidak pernah membayangkan Arga akan tiba-tiba menyukainya.

Baginya, menyukai seseorang dari kejauhan sudah cukup.Setidaknya, begitulah yang selalu ia yakinkan pada dirinya sendiri.

 

Jam istirahat pertama dimulai.

Koridor kembali ramai oleh siswa yang berlarian menuju kantin. Naya dan Tasya berjalan pelan sambil membawa kotak bekal masing-masing. Baru beberapa langkah, suara dari pengeras sekolah terdengar memenuhi setiap sudut gedung.

"Seluruh pengurus OSIS dan panitia Festival Seni dimohon berkumpul di ruang OSIS setelah jam pelajaran terakhir."

"Festival Seni?" tanyanya dan Naya spontan berhenti melangkah. Tasya menoleh.

"Kenapa?" tanya Tasya bingung melihat Naya yang tiba-tiba berhenti

"Aku daftar jadi panitia, kan?" tanyanya seperti bingung sendiri.

"Iya."

"Berarti nanti..." Tasya langsung menyeringai.

"Ketemu Kak Arga." seru Tasya. Naya memukul pelan lengan sahabatnya.

"Apaan sih." ucap nya sok kesal.Padahal jantungnya sudah berdetak lebih cepat.

Ia memang sengaja mendaftar menjadi sekretaris kepanitiaan Festival Seni beberapa hari lalu. Alasannya sederhana—ia ingin mencoba aktif dalam kegiatan sekolah.

Setidaknya, itulah jawaban yang ia berikan saat guru bertanya.Padahal ada alasan lain yang tidak pernah ia ucapkan pada siapapun.Ia tahu Arga akan menjadi ketua panitia.

Dan untuk pertama kalinya sejak menyukainya, Naya memiliki kesempatan untuk bekerja dalam tim yang sama.

Meski begitu, ia tetap berusaha menahan harapan.

Ia terus mengingatkan dirinya sendiri bahwa menjadi panitia bukan berarti menjadi dekat.

Bisa saja mereka hanya bertukar nama, lalu kembali sibuk dengan tugas masing-masing.Itu sudah lebih dari cukup.

Setidaknya, pikir Naya saat itu.

Ia sama sekali tidak menyangka bahwa keputusan kecil yang diambilnya hari itu akan mengubah setahun berikutnya.

Dan yang lebih tidak ia sangka...

Bukan dirinya yang akan berusaha mendekati Arga.

Melainkan Arga, dengan segala perhatian kecil yang baginya terasa biasa, perlahan akan membuat hati Naya lupa bagaimana caranya menjaga jarak.

......................

Soon to bee

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!