Jeritan hati Risa, si gadis introvert. Penolakan, perjuangan dan harapan. Membuat dia akhirnya bertemu Pria impiannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AyuBae, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
10. Bukan Paranormal
Bunga tak selalu mekar, tak selalu indah. Ada saatnya ketika ia mulai layu, ia berusaha kembali tumbuh. Walau tangkainya rapuh, walau ia harus bangkit sendirian, walau ia tahu resikonya saat ia mekar. Banyak yang mengincarnya. Mengincar sarinya, mengincar harum nya, mengincar indahnya. Dengan bantuan mentari, tanah, dan air, ia bisa tumbuh. Tapi dengan satu petikan saja, ia akan mati. Mereka yg benar-benar menyukainya akan lebih membiarkannya untuk tinggal di tempat yang seharusnya, tak egois untuk memetiknya. Mereka tahu kita bisa hidup dari mentari, tanah, dan air. Tanpa itu, sang bunga tak akan tumbuh.
Mentari mulai meredup, waktunya bagi sang bunga untuk beristirahat. Tapi aku masih menunggu di depan pintu rumah, mengamati jalan. Menunggu seseorang pengantar paket yang akan meredakan kebimbangan ku.
" Risa, hari sudah gelap!! Masuklah!! " teriak ibu dari dalam.
Yah, hari memang sudah gelap. Tapi aku belum menyerah, aku tak akan mengulangi kesalahan yg sama Martis.
" seharian kau duduk di luar, menunggu siapa?? "
" nunggu paket, bu. "
" lho.. Kamu pesan apa??"
Tok.. Tok.. Tok..!!
Mendengar suara pintu, ibu langsung menghampiri.
" ya?? Ada apa, ya?? " tanya ibu
" apa benar ini rumah saudari Risa??"
" iya, benar."
" ini ada paket dari luar negeri.."
" apa?? Paket?? ibu biar aku yang terima!! " ucapku langsung berlari
Akhirnya paket yg kutunggu telah tiba. Aku tak sabar untuk membukanya. Besar sekali.. Isinya apa, ya? 🤔 Ringan.. Apa ini kado ulang tahun dari Martis untukku??😍 Aku langsung berlari ke kamar, tanpa memperhatikan apa pun. Tak sabar rasanya. Perlahan aku buka kotak itu. Warnanya coklat lagi, tapi lebih besar.
Hei, tunggu.. 😕 apa ini?? Box sebesar ini ternyata isinya hanya..
" kartu sim, lagi??!!😑 apa dia mempermainkanku?? Tunggu, ini sebuah surat.. " 🤔
" yang ini jangan dibuang lagi "
Dia?? Bagaimana dia tahu kartu yang sebelumnya gak sengaja aku buang.. 😳 Lagi dan lagi, dia memberiku kartu sim. Mengapa dia tak mengirimkan nomornya saja. Biar aku yg menelepon nya. Baru kali ini aku mengenal orang se ribet dia.. 😑 Tenanglah, Risa. Cepat aktifkan kartu itu, atau kau akan membuangnya lagi dan menyesal untuk yang kedua kalinya. Tunggu, apa kartu ini sudah di registrasikan sebelumnya?? Kok gak ada pemberitahuan apapun?? 🤔🤔
Kring.. Kring..
Lho.. Kok ada yang nelpon ke nomor baruku ini?? Siapa?? Padahal aku belum registrasi atau apapun. Angkat jangan, ya.. 😥
" halo?"
" halo, Risa?? Kenapa kamu lama sekali.. Aku telpon kamu kok gak aktif??"
" ini siapa??" tanyaku takut. Aku takut ini hacker atau orang yg mau hipnotis 😰
" baru tadi kau mendengar suaraku, kau sudah lupa??"
" Martis?? "
" ya, ini aku. Pacarmu. Dalam kartu sim itu hanya boleh ada nomorku saja. Gak boleh ada yang lain!!"
Pacar?? 😑 Sejak kapan??
" tapi kenapa?? aku punya kartu simku sendiri. Aku bisa menelpon mu" jawabku
" aku tak yakin. Menelpon ke luar negeri itu mahal. Belum lagi masalah jaringan. Sudah, pakailah.. Jangan protes!!"
" Martis.. Boleh aku tanya sesuatu?? " 😅
" apa?? Mau tanya kenapa aku bilang kamu itu pacarku?? Mau bilang kenapa aku mau kamu menelponku setiap saat?? Dan apa alasanku untuk memaksamu, ya kan?? Jawabanku, ya.. Aku mau aja.."
Itu aja??!! 😩 Jawabannya tak memuaskan sama sekali!! Kenapa dia selalu tahu tentangku? Jika dia paranormal, dia hebat sekali.
" hai, pria inggris!! Ternyata kamu selalu tahu segalanya tentangku, ya.. " tukasku kesal.
" Kesal, ya?? Baiklah aku kasih tau kamu sesuatu. Semua alasan yg membuatku tau segalanya isi hatimu. Mau mulai dari mana??"
" entahlah.. Dari sejak awal aku mengenalmu, kau memang aneh.."
" oh, ya.. Awal kita bertemu. Kau duduk di bangku itu, terus menatap ke satu arah. Tatapan yang berbeda tak seperti siswa yg lainnya. Dan tatapan itu ternyata untuk Estes. Aku berjalan menuju ke arahmu, tapi kau bahkan tak melirikku sedikitpun.
" ahhk!! Benarkah?? 😳 Oh, ternyata dari situ. Lalu waktu di pasar malam?? Bagaimana kau tau aku sedang kesal waktu itu??😕"
" oh, ya.. Pertemuan kedua kita. Entahlah.. Aku hanya lewat saja, tiba-tiba melihatmu dengan raut wajah yang tak enak dilihat. Hahaha.. 😂 lucu sekali kau saat itu. Tadinya aku ingin acuh, tapi entah kenapa kakiku berjalan mengikutimu.. "
" tunggu, apa kau sedang sibuk?? Disana pasti jamnya berbeda, apa aku mengganggumu?"
" aku yang menelepon mu, kenapa aku yang harus merasa terganggu?? Ayo lanjutkan saja, apa yg kamu mau tau lagi?? "
" coba aku ingat.. Oh, ya.. Kenapa kau tahu aku membuang kartu itu?? Kenapa kau tahu Estes mencoba mendekatiku?? Kenapa kau tahu ada urusan yang membuatku tidak datang ke menara itu?? Dan kenapa.. "
" hahahaha..😂 Tunggu!! satu persatu, ya.. Kamu ternyata bawel juga ya, kalau sekalinya bicara.."
Apa iya?? apa bicaraku terlalu cepat?? 😰 aku benar-benar tak sadar.
" maaf, Martis.. " 😞
" tapi aku akan menjawabnya, tenang saja.. " 😊
Dia bercerita panjaaang sekali.. Aku sungguh senang mendengarkannya. Kini aku tahu dia bukan paranormal, dia hanya seorang yang peka dan selalu memperhatikan setiap ekspresiku dan suaraku, bahkan dari jauh sekalipun. Ternyata ada seseorang seperti itu di dunia ini. Aku beruntung mengenalnya. Dia aneh, dia menarik, menyebalkan.. Selalu membuatku seakan tak bisa hidup tanpanya. ☺ Tunggu?? apa aku menyukainya?? 😱
" Martis.."
" ya?? "
" ada satu hal lagi yang ingin aku tanyakan.. Tapi ini serius.. "
" baiklah aku akan mendengarkannya.." ucapnya serius, manis sekali. ☺
" Waktu itu, kalau bilang di menara ingin berpamitan dan mengungkapkan sesuatu.. Apa itu??"
" ternyata kau ingat 😅 Padahal aku berharap kau melupakannya. Itu hal yang besar, aku belum siap mengucapkannya.."
" tak apa-apa, aku mengerti.." 😔
" jangan salah paham terhadapku, Risa. Jaga dirimu baik-baik, ya. Terutama hatimu, jangan sembarangan menerima orang untuk singgah disana. Tunggu aku saja, ya??" 😉
Jangan sembarangan?? Menunggunya?? Kenapa?? 😳
" aku akan segera pulang.. 🤗Tenanglah.. " tukas Martis lagi
Pulang?? Terdengar begitu hangat sekali. 😨 Apa ia akan pulang? tapi disini sekarang bukan rumahnya.
" mengapa kau pulang?? Rumahmu sekarang di inggris. Kau mungkin akan datang ke sesekali untuk berkunjung.. Jika kau sedang di Indonesia, datanglah ke rumahku, ya?"
" kelak aku tak ingin berkunjung, aku ingin menetap.. "
Menetap?? apa maksudnya?? 😰
" malam mulai larut, tidurlah.. Kita lanjutkan esok hari "
" ya, baiklah Martis. Selamat malam.. "
" iya.. Tidur yang nyenyak, ya. Selamat malam.. "
" dah.. "
" dah.. "
Perbincangan malam yg begitu panjang. Keesokan harinya, hari yg sama dengan suasana yang berbeda. Entahlah, aku merasa ingin berlalu begitu cepat waktu yang amat singkat ini. Berangkat sekolah, mengenang setiap sisi tentang dirinya. Di setiap sudut ruang dan waktu, tahun-tahun berlalu. Tuan inggris itu tak membiarkanku kehilangan banyak waktu tanpa dirinya. Dia selalu menghubungiku setiap saat, di waktu yang tepat. Disaat aku benar-benar merindukan dia.
Tahun-tahun berlalu, masa putih abu-abu ku telah usai tanpa dirimu. Martis, apa kau juga sebahagia aku saat ini??
Risa pas Graduation. Glow up ya, bund. Nyesel berat sih si Estes.
...
...
" Risa.. Akhirnya kita berpisah juga.. " ucap Rumi 😟
" iya, aku tak mengira waktu begitu cepat. Dan hari ini pun tiba.. " 😞jawabku
" aku akan merindukan kalian.." tukas Yura😩
" akupun.. " jawabku 🤗
" Rumi, ayo kita pulang.. Acaranya sudah selesai, kan?? "
" Kak Estes??" aku kaget. Tiba-tiba aja kak Estes datang menghampiri kami.
" ehh.. Aku pulang duluan, ya.. Yura, kamu kasih tahu aja sama Risa" ucap Rumi 😉
" mereka kembali bersama??" tanyaku
" seperti yang kau lihat.." jawab Yura 😊
" syukurlah!! Aku benar-benar bahagia mengetahuinya.. 🤗"
" aku juga.. Aku bahagia temanku pada punya pacar, dan aku enggak!!" 😩
" sabarlah.. 😄 kelak kau akan menemukannya.." jawabku
Semoga saja Yura juga menemukan cintanya suatu saat nanti.
To Be Continue..