Indonesia
NovelToon NovelToon
Lilacia: Gadis Dengan Kembang Lilac

Lilacia: Gadis Dengan Kembang Lilac

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Cinta Murni / Fantasi Wanita / Romansa Fantasi
Popularitas:9.6k
Nilai: 5
Nama Author: WhenUKnow

Lilacia mencintai seorang bangsawan. Dia tahu bahwa orang biasa seharusnya tidak mengharapkan cinta seorang bangsawan. Dia tahu, jadi dia menyembunyikan perasaannya kepada Sheryl.

Di sisi lain Dalfhas, bangsawan dari kota seberang, selalu memperhatikan Lilacia. Dengan ketulusan hatinya, Dalfhas selalu berada di sisi Lilacia tanpa disadari oleh gadis itu.

Dalam remang-remang malam, ketiganya bertemu di ujung kota. Lilacia mengetahui apa yang seharusnya tidak dia ketahui

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon WhenUKnow, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kesedihan

Malam yang Lilacia nanti pun tiba. Dengan keadaan yang penuh bimbang dan dada berdebar-debar, Lilacia mengenakan pakaian terbaik yang ia punya. Ia mematut diri di depan cermin. Sepatu hitam, setelah pakaian ungu-ungu, mantel hitam berkancing silver, dan gelungan rambut yang dibikin tinggi.

Seketika Lilacia jadi malu sendiri. Ia tidak pernah berdandan dan menggelung rambutnya seperti ini sebelumnya. Ia juga tidak pernah mengenakan sapuan pemerah pipi dan bibir. Lilacia adalah gadis yang biasa tiba-tiba mengenakan pakaian semacam ini.

Lilacia bakal malu kalau nanti Nenek menanyainya macam-macam. Lekas-lekas Lilacia membuka kaitan pada gelungan rambutnya. Ia kembali menyisir rambut dan membiarkannya tergerai begitu saja.

Gaun renda ungu-ungu yang ia kenakan diganti dengan setelan baju hitam-hitam. Hanya mantel dan sepatu bot yang tidak diganti. Lilacia yang suka warna ungu itu kini memakai pakaian hitam-hitam. Juga riasan yang tidak ia hapus. 

Di bawah, Dalfhas sudah menanti. Ia masih dengan setelan biasanya. Tidak ia kenakan jas terbaik dengan lencana yang dimilikinya. Dalfhas bersetelan jas sederhana dengan mantel cokelat. Ia menjadi pria pada umumnya.

Nenek memanggil Lilacia agar segera turun. Gadis itu pun segera turun ke bawah, menemukan Dalfhas yang menanti di sana. Seketika wajahnya jadi murung. Namun berbed dengan Lilacia, Nenek dan Dalfhas (terutama Dalfhas) tidak bisa memalingkan pandang.

Pasalnya Lilacia selama ini sangat sangat jarang mengenakan setelan hitam-hitam, mungkin hanya satu potong baju saja, tapi kali ini semuanya gelap dan itu! Riasan itu, Lilacia mengenakan riasan tipis di kedua pipi dan bibirnya. 

Dalfhas berjalan mendekat. “Sepertinya kau sudah tidak sabar, ya, Nona Lila.”

Lila memalingkan pandang. 

Nenek berujar, “Setelanmu jadi suram begitu, tapi tak apa. Kalian berdua cepatlah pergi.”

Lila dan Dalfhas pun pergi. Di perjalanan, Lila tak lagi protes saat Dalfhas berjalan di sampingnya. Ia hanya berkubang dengan pikirannya sendiri. Apakah dari sekian banyak penonton, Sheryl akan menyadari keberadaannya?

Orang-orang yang menuju ke alun-alun ada banyak yang berpakaian sewarna serupa dengan Lilacia, lebih-lebih banyak sekali yang sudah menunggu di alun-alun. Lilacia mungkin akan segera dilupakan. 

Dalfhas sesekali melirik ke Lilacia. Ia melihat roman muka yang tadi cerah jadi redup seperti ini. Dalfhas pun berkata, “Nanti kita cari lokasi paling dekat, ya?”

Lilacia menatap Dalfhas penuh harap. “I-iyakah?”

Dalfhas memalingkan pandang ke depan jalan. “Tentu. Kau ingin bertemu dengan Tuan Sheryl, bukan?”

Lilacia berpaling. Ia mengangguk kecil walaupun Dalfhas tidak melihatnya. “Iya,” lirihnya.

Setibanya di sana, sudah banyak sekali orang-orang yang bergemul. Sementara itu acara akan dimulai lima menit lagi. Lilacia bingung ia mau melihat di mana, namun beginilah Dalfhas bertanya, “Bolehlah aku menyentuh tanganmu, Nona Lila? Aku akan bawa kau ke depan sana.” Dalfhas mengulurkan tangan, ia menanti Lilacia menyambut tangannya.

Lilacia mulanya ragu, perlahan ujung jemarinya menyuntuh tangan Dalfhas. Mereka saling bergandengan tangan. Dalfhas menggenggam tangan Lilacia begitu erat. “Ayo.”

Dalfhas menarik pelan tangan Lilacia, kemudian mereka berdua masuk ke dalam kerumunan. Sesekali Dalfhas tersendat, namun kemudian ia mengupayakan agar bisa masuk dengan sesekali melihat keadaan si Lilacia.

Gadis itu tidak melepaskan pandang darinya. Lilacia berbinar-binar pucat ketika ia mendengar sorak sorai semakin gencar saat parade dimulai. Lilacia hendak mundur, namun Dalfhas menahan tangannya.

Hingga mereka berhasil berada paling depan kerumunan. Di sana, Lilacia bisa melihat Sheryl yang mengenakan jas kehormatan berwarna keperakan dengan lencana yang disematkan di kerahnya. Potongan rambut Sheryl jadi lebih panjang dari yang terakhir kali Lilacia lihat, rambutnya disugar ke belakang, menampakkan sorot mata yang diam lagi datar—tak jelas apa maksudnya. Di sampingnya ada Tuan dan Nyonya yang berpakaian senada. Mereka tampak berkilauan. 

Lilacia menatap Dalfhas. Si empunya menatap balik ke Lilacia. Lilacia berkaca-kaca, ia menggeleng dan ingin mundur saja, namun Dalfhas sekali lagi menahannya. “Bukankah kau menanti ini, Nona?” tany Dalfhas. 

Lilacia menggeleng. Ia menatap ragu kea rah para bangsawan  itu. Begitu bangsawan tersebut mendekat, tepat di depan mata Lilacia, Lilacia kontan langsung memundurkan kaki. Namun Dalfhas mengangkat tangan, menyapa Sheryl. Sheryl menoleh ke Dalfhas, sementara Lilacia semakin tergugu kaku.

Sheryl berjalan mendekat, mendekap Dalfhas tanpa sekalipun menoleh kepada siapa pun. Mereka saling berjabat tangan, lalu dengan sangat ringan Sheryl memalingkan muka dan melanjutkan perjalanan.

Wajahnya begitu datar, senyuman yang tadi ditunjukkan ke Dalfhas langsung memudar. Dengan sorot mata yang tidak berisi apa-apa itu, ia kembali menuju ke tengah parade. 

Dalfhas memandang Lilacia yang tergugu kaku. Kedua mata Lilacia menatap berbinar-binar, namun bukan binar cahaya yang ditampakkan. Itu adalah binar kesedihan. Air mata Lilacia meleleh deras, menyapu pemerah pipi yang dengan telaten Lilacia buat. Gadis itu langsung memalingkan wajah dan pergi meninggalkan kerumunan. 

Dalfhas seketika langsung menyusulnya. Ia berlari menyibak kerumunan, saat telah tiba paling belakang, ia tak lagi menemukan Lilacia. Gadis itu telah menghilang. Dalfhas hanya bisa melongo tak percaya. Sheryl mengabaikan keberadaan Lilacia yang jelas-jelas ada di sampingnya. 

Pemuda itu mencari-cari keberadaan Lilacia. Gadis itu bisa saja tertelan di antara kerumunan, namun tidak ada seseorang yang berciri-ciri sama dengan gadis itu. Dalfhas berjalan mengelilingi gang-gang terdekat. Ia menemukan Lilacia berjalan pelan sambil menyangga tubuh ke dinding.

Lilacia berjalan susah payah, seperti jalanan yang ia lewati tak ubahnya hamparan lumpur. Dalfhas berjalan di sampingnya tanpa berkata apa pun. Justru itu membuat Lilacia risih. “Pergilah, jangan dekat-dekat denganku,” pintanya dengan suara bergetar.

“Akan saya antarkan sampai ke rumah. Ini sudah malam, Nona Lila.”

“Tidak perlu berlebihan. Aku biasa pulang kapanpun aku mau. Kau tidak perlu menemani.”

Dalfhas akhirnya menghentikan laju kakinya. Ia sekali lagi membiarkan Lilacia meninggalkannya, kali ini gadis itu berjalan lunglai menuju rumahnya. Seingatnya, Dalfhas tidak pernah segigih ini sebelumnya berhadapan dengan orang, pun tak pernah sepenurut ini akan perintah seseorang.

Tak apa, batin Dalfhas menghibur. Suatu saat Dalfhas pasti akan menjalin hubungan akrab dengan Lilacia. Kali ini ia hanya harus berhati-hati.

Malam itu seharusnya sangat ramai dan penuh dengan perayaan yang membahagiakan orang-orang. Akan tetapi baik Lilacia dan Dalfhas larut dalam pikiran mereka sendiri. Lilacia dengan kesedihannya, sedangkan Dalfhas dengan tugas-tugasnya.

Lalu pria yang bernama Sheryl itu tidak ikut dalam perayaan yang meriah. Ia bersandar di dinding balkoni kamarnya, memandang bintang-bintang yang memenuhi langit. Pikirannya berkecamuk. Ada banyak hal yang akan ia lalui sebentar lagi kendati ia tidak ingin.

1
a y a
nah gitu, mulailah buka hati untuk dalfhas, jangan jutek
a y a
top
a y a
rumit sekali kisah cinta mereka semua, untung aku rakyat biasa yang kisah cintanya ga perlu di atur2, hehe

lanjut kk author
a y a
ada rahasia besar yang di simpan dhalfas
a y a
dhalfas jadi sad boy dong, peluk jauh untuk dhalfas
a y a
mungkinkah sheryl menjaga perasaan lilac dg sengaja mengabaikannya
a y a
dalah sama dhalfas aja sih
a y a
cerita nya bagus, kok yg like dikit, sabar ya kk author
Orang ¢ ~ ¢ ✓
mampir di karya ku thor😉
CekerAyam
good!
Minaa Lee💅
mampir mampir Thor di karya aku . 🌸 semangat untuk kita thor
Minaa Lee💅: di tunggu ygy 🤗🤗
total 2 replies
Minaa Lee💅
wah nama nya unik sekali
Minaa Lee💅
pernah baca kalimat ini gak Thor " orang yang pergi tanpa penjelasan akan kembali dengan penyesalan" n u know, i feel that . Lilac kek aku wkwkkw
CekerAyam: so sad :") haah jadi sad :"
total 1 replies
Minaa Lee💅
penyusunan kata kata nya keren banget thor, apik banget . Dapat banget juga feel nya di pembaca, semangat thor
Minaa Lee💅
ada yang typo sedikit nih Thor tanda baca nya
CekerAyam: aaaa makasih
total 1 replies
Minaa Lee💅
semangat thor , nanti minaa mampir baca yah . 🍒
CekerAyam: makasih (⁠◕⁠ᴗ⁠◕⁠✿⁠)
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!