Terhalang restu karena bukan wanita pilihan.
Yuk baca ceritanya.😊😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ranimukerje, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
NAD, AKU RINDU
Mata angga masih terpejam, sementara kedua orang tuanya sedang terlibat pembicaraan serius. Sesekali mata marini melirik kearah angga berbaring dengan gelisah. Marini bisa melihat angga tidur dengan tidak nyaman karena sejak tadi putranya itu terus gelisah.
"Belajarlah mas sedikit lunturkan ego mu, semua demi putra kita. Kami terus mengutamakan kamu karena kamu tak ingin kamu terpancing emosi dan mengakibatkan hipertensi mu membahayakan kesehatan mu lagi."
"Aku hanya ingin yang terbaik untuk angga pa."
"Iya aku tau, tapi sekarang sudah jelas terbukti bagaimana nasib angga. Walau semua bukan kesalahan tiara karena ada peran angga juga didalamnya yang membuat tiara sampai begini. Sudah kita bebaskan angga sekarang ma, setelah ini biarkan angga memilih jalannya biarkan dia bahagia dengan pilihannya."
Berat hati marini menganggukkan kepala, ia masih enggan mengakui kalau semua penderitaan angga karena ulahnya.
"Nad, aku rindu. Sesakit ini aku nad, melupakan mu aku tak bisa merengkuh mu aku tak mampu. Aku masih sayang kamu nad."
Marini dan bramantyo jelas mendengar suara angga yang sedang mengigau karena angga sedang demam saat ini.
"Aku telpon dokter dulu, kamu kompres angga ya ma sepertinya dia demam."
Sebagai ayah tentu bramantyo tau jika putranya saat ini sedang sakit, karena jika sedang demam angga pasti mengigau dan tidurnya gelisah. Walau sudah dewasa angga tetaplah anak bagi bramantyo dan marini.
"Demam pak tyo, wah angga tetap seperti dulu. Jika sakit pasti pindah kamar kesini." Dokter keluarga bramantyo hapal betul dengan kebiasaan putra tunggal bramantyo ini.
"Maklum dok, anak emas jadi tetap sesuka hati walau sudah tua."
Angga yang sudah sadar hanya diam mendengar ledekan dari ayah dan dokter senior yang menjadi dokter keluarganya.
"Baik pak tyo saya permisi dulu. Angga semoga lekas sehat, ingat santaikan pikiranmu maka demam mu akan reda."
"Baik dok terimakasih."
.
.
Tiara kembali ke kamarnya bersama angga yang berada dilantai dua, ia harus rela tidur seorang diri malam ini karena angga akan tidur dikamar orangtuanya. Kebiasaan yang tak pernah hilang, angga akan tidur dikamar orangtuanya bila sedang tidak enak badan. Awalnya tiara marah tapi setelah diberi pengertian oleh marini akhirnya tiara mau menerima kebiasaan angga yang menurut tiara sedikit aneh.
Angga akan demam bila ada yang mengganggu pikirannya dan itu sudah kebiasaannya sejak kecil.
"Sudah tua masih tidur dikamar orangtuanya padahal ada aku istrinya yang bisa mengurus. Kalau begini terus sikap mu padaku, aku jadi tak menyesal sudah selingkuh. Walau kamu mau meniduri ku tapi aku tau semua kamu lakukan tanpa cinta, karena saat kita bersatu aku tau merasakan ada getaran seperti yang aku lakukan bersama riko."
Didalam kamarnya tiara malah membayangkan riko kekasihnya, ia seolah lupa dengan statusnya saat ini. Tiara terbuai dengan segala rayuan dan janji cinta yang riko ucapkan setiap kali mereka bertemu.
.
.
"Tidur ma, demamnya angga juga sudah turun."
"Mama kesal lihat mukanya tiara seperti tanpa dosa, padahal dia sudah mengkhianati angga dan menipu kita semua."
"Papa sudah bilang, apa yang tiara lakukan tidak mutlak kesalahannya sendiri ada peran angga juga didalamnya. Sejak awal papa sudah bilang ga semua pernikahan hasil perjodohan akan berhasil tapi mama tetap bersikeras harusnya sekarang mama bisa terima dan mau introspeksi diri."
"Papa akan terus sabar menghadapi mama walau bagaimana pun kelakuan mama, tapi kali ini tolong mengalah. Lihat kondisi angga ma, saat matanya terpejam saja dia masih memanggil nama nadia bagaimana selama 1tahun ini dia menyimpan sakitnya."
Marini tetaplah marini dengan keegoisannya ia tak mau mengakui kesalahan yang sudah dia perbuat.
"Papa mau tidur ma, besok ada meeting yang harus papa hadiri karena angga sedang tidak sehat jadi papa yang menggantikan angga." Karena tak mendapat jawaban dari istrinya bramantyo langsung merebahkan dirinya untuk mengistirahatkan tubuh dan pikirannya yang begitu lelah.
__________
di awal bab jgn pov ya
langsung 3 bab pertama adalah konflik.