Dari dendam menjadi Cinta, dari rahasia yang tersembunyi rapat hingga terungkapnya bahwa dirinya bukanlah manusia melainkan seorang siluman.
Lantas apakah yang akan terjadi selanjutnya? Apakah cinta ini bisa bertahan untuk selamanya atau justru terbongkarnya jati diri yang di rahasiakan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon PutraJuli1302, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
11. Hukuman Dan Wanita Lain
"Dengar Syira, aku tahu kamu masih marah dengan aku. Makanya aku minta maaf dengan kamu kamu dan Adnan," ucap Namira.
"Aku tahu, Mira. Aku tahu kalau tujuan kamu itu baik, kamu ingin minta maaf dengan aku dan Mas Adnan. Dan, menurutku, cara kamu meminta maaf juga sudah oke, bisa di terima oleh Mas Adnan. Tapi tidak dengan aku. " Tegas Syura menolak permintaan maaf Namira.
"Hah? Aku datang baik baik untuk meminta maaf ke kamu dan kamu seenaknya menolak permintaan maaf ku. Dasar wanita busuk," jawab Namira dengan serius. Dia terlihat sangat kesal dengan apa yang lakukan oleh Syura.
Mendengar apa yang dikatakan oleh Namira, Syura mendekatkan tubuhnya ke tubuh Namira. Dia menatap tajam Namira dan dengan tegas dia menjawab apa yang katakan oleh Namira kepadanya.
"Aku tidak peduli, mau aku itu wanita busuk atau apapun itu. Yang terpenting, aku bukan seorang penggoda suami orang. Aku tahu, kedatangan kamu sangat baik, kamu ingin meminta maaf kepada ku dan Mas Adnan, tapi.. apakah ketika kita meminta maaf kepada sepasang suami istri, kita harus memegangi tangan suami di hadapan istrinya?" jawab Syura dengan serius.
Namira diam. Dia merasa di permalukan oleh Syura. Dia sangat marah dengan apa yang di lakukan oleh Syura.
"Mira, maafkan aku. Aku tidak mempermalukan kamu, kalaupun aku berniat mempermalukan kamu, kamu jangan khawatir karena tidak ada siapapun di rumah ini. Mungkin, kamu hanya akan malu dengan aku dan semua barang yang ada di tempat ini," ucap Syura melanjutkan perkataannya yang sebelumnya.
Mendengar apa yang dikatakan oleh Syira, Namira bangun dari duduk ya dengan penuh kemarahan dan perasaan malu. Dia terlihat sangat marah dengan Syura atas perilakunya kepada dirinya.
"Kamu mau kemana, Mira?" tanya Syura.
Saat itu Namira hanya diam. Dia dia bergegas pergi dari apartemen Syura dan Adnan, namun ketika baru beberapa langkah pergi dari sofa. Syura mengehentikan langkah Namira.
"Namira, aku sangat senang kamu datang. Jangan lupa untuk berkunjung ke rumah kami lagi, nanti aku akan buat kejutan yang lebih bagus dan lebih spektakuler lagi. Jangan lupa datang lagi ya," ucap Syura dengan sedikit meledek Namira.
Mendengar apa yang dikatakan oleh Syura, Namira semakin marah. Dia pergi dari rumah Syura dan Adnan dengan wajah ketidaksukaan-nya kepada Syura.
Ketika Namira sudah pergi, Syura bangun dari duduknya. Matanya berkaca kaca.
"Kenapa? Kenapa aku bisa seperti ini jika menyangkut hubungan ku dengan Mas Adnan? Apa yang terjadi dengan ku?" tanya Syura pada dirinya sendiri dengan berlinang air mata.
Ketika Syura tengah menangis, karena bingung atas apa yang terjadi dengan dirinya. Tiba tiba Dewa Ular muncul dan menyerang dirinya hingga dia terpental dan jatuh ke sofa yang berada di belakangnya.
Dia terlihat sangat kesakitan setelah menerima serangan dari Dewa Ular.
"Syura, kamu sudah melanggar janji kamu. Kamu tahu, kalau siluman ular tidak bisa jatuh cinta dengan manusia, lalu kenapa? Kenapa kamu melanggar hal itu?" ucap Dewa Ular dengan sangat marah kepada Syura.
Melihat hal itu, Syura hanya dapat mengerang kesakitan akibat serangan dari Dewa Ular. Dia bangun dari jatuhnya dan mendekati Dewa Ular. Dia memohon kepada Dewa Ular agar tidak menghukum dirinya, dia juga memohon kepada Dewa Ular agar Dewa Ular memberi kesempatan kedua untuk dirinya. Namun, apa yang diinginkannya tidak di turuti oleh Dewa Ular.
"Dewa, saya mohon. Saya tahu saya membuat kesalahan, saya mohon Dewa, tolong beri saya kesempatan kedua untuk membalaskan dendam saya kepada Adnan dan keluarganya!" ujar Syura dengan meminta belas kasih dari Dewa Ular, namun dia tetap tidak mendengar Syura dan menghukum Syura.
Malam tiba, seperti biasa Adnan pulang dari rumah dengan wajah yang lelah. Melihat hal itu, Syura datang dengan wajah yang lebih tegas dan terlihat membenci Adnan.
Setalah meminta tas Adnan, Syura bergegas pergi ke kamar dan tidak mempersilahkan Adnan mandi ataupun makan. Adnan merasa ada sesuatu yang aneh terjadi dengan Syura. Dia merasa Syura sangat berbeda setelah bertemu dengan Namira tadi pagi.
"Kenapa Syira aneh ya? Biasanya, setalah aku pulang dia meminta aku makan atau mandi, tapi kenapa dia sekarang pergi ke kamar? Apa yang di lakukannya di kamar?" tanya Adnan dengan kebingungan.
Dengan wajah yang lelah, Adnan bangun dari duduknya dan menghampiri kamar. Ketika dia melihat ke arah kamar, Adnan sangat terkejut karena melihat Syura sudah tidur terlebih dulu.
"Syura tidur? Kenapa hari ini dia sangat berbeda, ada apa dengan dia?" ucap Adnan dengan heran. "Mungkin, dia capek, ya sudahlah."
Adnan pun pergi ke kamar mandi, dia merapikan dirinya dan membersihkan diri.
Ketika dia sudah selesai merapikan diri dan membersihkan diri, Adnan pergi ke tempat tidur dan tidur di samping Syura. Saat Adnan berbaring di atas tempat tidur, Syura justru memalingkan dirinya dan tidur dengan posisi membelakangi Adnan.
Melihat sikap Syura, Adnan benar benar bingung. Dia heran dengan sikap Syura yang berubah.
"Sayang, kamu sudah makan?" tanya Adnan untuk membuka topik perbincangan.
"Apa urusannya dengan kamu? Mau aku sudah makan atau tidak, itu adalah urusan ku bukan urusan kamu. Lebih baik kamu sekarang tidur, jangan banyak omong. Aku capek," jawab wanita yang tidur di samping Adnan.
"Sayang, ada apa dengan kamu? Kenapa kamu bersikap seperti ini dengan aku? Apa salah ku ke kamu?" jawab Adnan mencari kejelasan dari wanita yang ada di sampingnya.
"Aku bilang jangan banyak omong, aku capek. Kalau kamu terus menerus bicara, aku gak bisa tidur!."
Mendengar jawaban wanita yang ada dihadapannya, Adnan terlihat sangat marah. Dia merasa kalau wanita yang berada di hadapannya adalah wanita lain bukan istrinya.
Adnan pun memilih tidur membelakangi wanita itu. Ketika Adnan sudah membelakangi wanita itu. Wanita itu mengubah dirinya menjadi wanita lain dan memang bukan Syura.
Dia berwajah cantik, dengan rambut hitam dan digerai. Matanya sangat tajam. Dia adalah Vahira, siluman ular yang ternyata di tugaskan oleh Dewa Ular untuk menggambil Permata Bulan Emas dari tangan keluarga Adnan.
"Sungguh menjijikan aku tidur satu rancang dengan laki laki manusia ini, lalu kenapa? Kenapa Syura bisa tidur dengan laki laki seperti ini?" ucap Vahira dalam hatinya dengan raut muka yang terlihat tidak suka dengan Adnan.
Merasa Adnan sudah tidur. Vahira mematikan lampu, lalu dia mengubah dirinya menjadi seekor ular berwana hitam. Dia merayap turun dari tempat tidur dengan perlahan agar tidak membangunkan Adnan.
Ketika dia sudah berhasil turun dari tempat tidur, Vahira mengubah dirinya menjadi manusia. Dia terlihat sangat cantik dan seksi, namun di matanya hanya ada kemarahan di dalam hatinya.
Saat itu dia menatap Adnan dengan hasrat ingin membalas dendam. Walaupun Vahira bukan keluarga dari Syura. Dia melakukan dendam karena ini adalah perintah dari Dew Ular yang harus dia jalankan.
Bersambung.....
Jangan lupa tinggalkan jejak 🥰
Jangan lupa like, komen dan share, supaya bisa menjadi penyemangat author🥰🥰🙏🙏