Indonesia
NovelToon NovelToon
Married With Duda

Married With Duda

Status: tamat
Genre:Ibu Pengganti / Pengganti / Tamat
Popularitas:113.1k
Nilai: 5
Nama Author: Litle Bear♡

Perempuan dengan umur yang sudah matang, namun belum ada niatan untuk menikah dan masih ingin fokus pada pekerjaan nya, sampai pada akhirnya Perempuan itu dilamar oleh Duda anak satu yang merupakan anak tunggal dari keluarga kaya raya, dan juga merupakan Bos tempat ia bekerja.

Apakah perempuan itu akan menerima atau bahkan menolaknya???!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Litle Bear♡, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MWD 11 : Resiko

"Heh bangun! Kamu melanggar aturan," Azka menepuk pipi Reyna pelan niat hati ingin membangunkan perempuan yang sudah terlelap dalam tidurnya, tapi nihil Reyna tak bergerak sedikitpun, dia jika sudah tidur seperti sedang simulasi mati susah sekali bangun. Azka menghela nafas kasar, gak mungkin kan dia seret tubuh Reyna dalam keadaan tidur ini ke luar kamar. Azka menatap jam tangannya, sudah pukul 2 dini hari.

"Sudahlah biarkan saja," Azka berlalu pergi ke kamarnya. Tadi dia hanya ingin memeriksa putranya apakah tidur dengan nyaman atau tidak, ehh malah lihat Reyna ikutan tidur yang posisinya memeluk Farel.

Pagi harinya Reyna terbangun karena terganggu oleh sesuatu, Farel memainkan rambutnya seraya menarik-narik hingga membuat Reyna meringis.

"Bunda bangun, dipanggil Ayah tuh," Farel menunjuk ke arah pintu. Reyna meneguk salivanya kala memandang guratan sinis dari Azka, memandangnya datar dari ambang pintu.

"Mampus aku."

"Turun ke bawah!" Kalimat yang membuat Reyna bergidik ngeri, entah apa yang akan diperbuat lelaki itu sekarang.

Reyna selesai memandikan Farel, lebih tepatnya Farel mandi sendiri dan Reyna hanya memakaikan baju, kata Farel dia malu dimandiin karena udah gede padahal masih 4 tahun. Reyna menuntun nya turun ke bawah untuk sarapan. Badan Reyna terasa lengket, kemarin dia lupa membersihkan diri karena saking lelahnya dan terlalu ekstra menjaga Farel.

Makanan lezat sudah tertata rapi di atas meja tinggal disantap saja. Azka dan Mama Wati sudah stand by di kursinya, melihat kedatangan Reyna mereka seakan acuh dan memilih menyambut Farel saja.

"Farel sayang, ini sarapan untuk kamu," Wati memberikan sepiring nasi lauk sayur ke arah Reyna dan mengisyaratkan gadis itu untuk menyuapi Farel. Reyna tergiur dengan semua makanan itu dan tanpa sadar perutnya berbunyi, dua pasang mata langsung mengarah kepadanya. Reyna menunduk malu dan merutuki perutnya yang tidak tau malu berbunyi di saat seperti ini.

"Makan setelah selesai menyuapi Farel, saya tidak mau pembantu mati kelaparan di rumah ini," Azka selesai dengan sarapannya, sekilas dia mencium kening Farel dan berlalu pergi.

"Cepat bereskan semua piring kotor ini!" titah Wati, padahal masih ada ART lain yang bisa melakukannya dan Reyna masih belum selesai menyuapi Farel.

"Nanti setelah Farel menghabiskan sarapannya," jawab Reyna.

"Kamu berani membantah? Apa kamu mau makan makanan bekas lalat?"

Mendengar kalimat pedas itu, Reyna segera melakukan tugasnya.

Reyna selesai dengan ritual mandinya, sebenarnya dia gak nyaman mandi di sini tapi mumpung orang rumah lagi pada pergi.

"Bunda ini cala nya gimana?" Farel yang kesusahan dengan puzzle nya hampir saja ngamuk karena gak bisa.

"Yang ini dipsanag di sini, terus ini di sini," Reyna memberikan instruksi agara Farel bisa melakukannya sendiri.

"Yey jadi, Bunda hebat," Farel sontak memeluk leher Reyna erat membuatnya susah bernafas. Anak ini tenaganya luar biasa.

Hampir lupa, seharusnya dia sekarang pulang karena sudah pukul 4 sore tapi Farel seakan tak mau melepasnya, Azka sendiri juga sudah angkat tangan kalo masalah membujuk putranya. Dasar lelaki yang tak beetanggung jawab, dia sendiri yang bilang akan sangat meragukan jika mengizinkan Reyna menginap.

"Kamu boleh pulang sekarang!" Suara berat itu berhasil membuyarkan lamunan Reyna dan memecah fokus Farel yang masih asik menyelesaikan puzzle nya yang sudah setengah jadi.

"Gak boleh, Bunda gak boleh pulang, Bunda tinggal di cini, titik," sejenak Farel meninggalkan mainannya dan memeluk Reyan seakan tidak ingin jauh darinya.

"Memang salah aku mempekerjakan perempuan itu di sini, jadi semakin ribet urusannya"

Setelah bernegosiasi yang panjang, Reyna akhirnya bisa pulang tanpa adanya hambatan. Farel mengizinkan Reyna pulang asal Azka yang mengantar, itu lah syaratnya. Mau tidak mau AKa nurut aja asal Reyna cepat pulang.

Reyna menatap jalanan dari balik kaca mobil. Suasana jadi canggung berada satu mobil dengan Azka, kenapa pula Farel gak ikut sih kan bisa jadi pencair suasana dengan tingkah tengil nya.

Masuk gang komplek, jalannya rusak membuat Azka mendengus kesal, Reyna jadi tidak enak.

"Saya turun di sini saja Tuan, rumah saya tidak jauh kok dari sini."

"Sudah, diam!" Reyna mengatupkan bibirnya, kapok dia bicara.

Setelah melewati jalanan yang penuh lika-liku seperti kehidupan kamu, akhirnya tiba juga di kontrakan Reyna. Azka menatap datar pada kontrakan yang disebut rumah oleh Reyna, itu lebih mirip gudang daripada rumah, batin Azka.

"Terima kasih atas tumpangan--"

"Ya,ya,ya. Ini semua saya lakukan karena kemauan Farel. Jadi kamu tidak usah berpikir jika saya memperhatikan kamu," Azka menyalakan mesin mobilnya lalu pergi. Reyna hanya bisa menghela nafas dan segera masuk rumah, dia ingin cepat-cepat menyapa kasurnya.

Reyna menyusuri jalan di malam hari, stok bahan makanan di kontrakannya sudah habis jadi dia berinisiatif untuk membelinya sekarang, kebetulan juga dia lapar sekalian mampir di warung bakso Mang Ari di depan gang. Malam belum terlalu larut dan masih banyak juga kendaraan yang berlalu lalang di jalan jadi Reyna gak terlalu takut jika berjalan sendirian di malam hari.

Selesai membeli semua keperluannya, Reyna memutuskan untuk segera pulang gak baik juga bagi perempuan berlama-lama di luar rumah, sendirian lagi. Nanti bisa menimbulkan kecurigaan dan tuduhan tidak baik dari tetangga nya yang banyak cincong. Saat akan melangkah memasuki gang, kedua netra tajamnya tidak sengaja menangkap dua bayangan seseorang di balik pohon disertai suara tangisan seorang perempuan yang sangat familiar di telinganya, keadaan di sana sepi jauh dari keramaian jadi tidak ada yang sadar jika mereka sedang bertengkar. Reyna menduga bahwa sedang terjadi masalah dalam hubungan mereka. Reyna memilih untuk menutup mata dan telinga nya, lebih baik tidak ikut campur, begitu pikirnya. Tapi kakinya seakan enggan diajak pergi karena suara tamparan keras beserta teriakan perempuan tadi kembali mengganggu pendengarannya. Ini dia harus bagaimana, samperin atau tinggalin? Nanti kalau dia yang kena pukul gimana?

"Ahh begini saja, aku akan bersembunyi di semak-semak sebelah sana dan memantau keadaan. Jika terjadi kekerasan lagi aku akan muncul layaknya pahlawan kemalaman dan membela perempuan itu serta mengancam akan memanggil polisi kepada pria tak bertanggung jawab yang sudah berani melukai fisik lembut seorang perempuan." Reyna sudah mantap dengan rencana gak estetik nya itu.

Saat ingin melancarkan aksinya, tiba-tiba saja pundaknya ditepuk oleh seseorang membuatnya berjengkit kaget.

"Ngapain kamu jalan kayak orang habis injak tai ayam?" Reyna kenal suara berat ini. Reyna dengan eskpresi kagetnya yang sangat natural sekali melihat Azka sudah berdiri dengan aura arogant nya menatap Reyna intens. Sejenak Reyna terpana dengan tampilan duda satu ini, kaos hitam dan celana jeans membuatnya tidak tampak seperti duda anak satu malah lebih ke remaja jaman now. Reyna segera menyadarkan diri dari lamunan gak berfaedahnya.

"Ssssttt, saya sedang menyelidiki sebuah kasus kekerasan," Reyna menempelkan jari telunjuknya di bibir.

"Memangnya kamu detektif?" sinis Azka. Reyna refleks membungkam mulut Azka dengan tangannya karena lelaki itu bicara dengan nada keras. Azka menepis kasar tangan Reyna.

"Berani kam--" Chuuu. Reyna memejamkan matanya, sungguh berani sekali dia melakukan hal ini pada majikannya, tapi dia terpaksa karena suara Azka tadi membuat aksi Reyna ketahuan oleh lelaki di balik pohon itu. Azka terdiam, mematung di tempat mendapat perlakuan yang berani ini dari Reyna, matanya melotot lebar namun tak ada niatan sekalipun untuk mendorong Reyna menjauh. Setelah dirasa aman, Reyna segera melepas tautan bibir mereka dan membungkuk 180 derajat meminta maaf atas sikapnya yang kurang ajar. Karena tidak berani menatap wajah Azka, Reyna hendak kabur dan melupakan kejadian yang baru saja terjadi, tapi pergerakannya segera ditahan oleh Azka. Baiklah, Reyna pasrah jika Azka berbuat apa saja.

"Berani berbuat berarti harus berani bertanggung jawab juga dong, kenapa kamu lari?" Reyna menunduk masih tidak berani menatap lawan bicaranya, dapat Reyna rasakan nafas Azka menyapu seluruh wajahnya. Azka mengangkat dagu Reyna dan menatap wajah sayunya.

"Anggap saja ini ganti rugi karena kamu telah berani mencuri ciuman dari saya," Reyna sudah siap dengan konsekuensi nya. Tanpa aba-aba Azka langsung meraup bibir ranum Reyna dan ********** perlahan, Reyna tidak menduga sebelumnya jika ini yang disebut ganti rugi, dia pikir Azka akan memukul atau menamparnya tapi ini di luar prediksi BMKG. Pelan tapi pasti, Reyna membalas ******* itu sehingga terjadi ciuman panas antara keduanya. Reyna kehabisan nafas, dia berusaha mendorong bahu kekar Azka untuk melepas tautan mereka tapi lelaki itu sungguh keras kepala, tanpa memikirkan Reyna yang hampir pingsan dia tetap melanjutkannya.

Azka tersenyum puas melihat Reyna yang ngos-ngosan hampir pingsan karena ulahnya, selesai adegan tadi Reyna langsung ambruk di pelukan Azka sambil meraup oksigen yang banyak.

"Makanya, sebelum bertindak itu dipikir-pikir dulu." Reyna mencebik kesal lalu berlari menghindar dari Azka. Azka menatap kepergian Reyna dengan ekspresi tak terbaca.

......................

"Kau sudah selesai?" tanya Azka pada Andi yang sudah kembali, entah apa yang dilakukannya tadi Azka tidak tau lebih tepatnya tidak peduli.

"Sudah."

"Ck. Kau mengganggu waktu makanku," ketus Azka lalu menatap temannya dengan tajam.

"Kau marah padaku?"

"Tidak, aku hanya kesal. Kenapa tanganmu merah seperti itu? Habis tonjok orang?" Andi segera menyembunyikan tangan kanannya di balik punggung.

"Tidak usah dipikirkan, tadi aku kesandung batu dan jatuh menimpa tanganku sendiri," alasan klasik, batin Azka.

Tidak mau memperpanjang masalah, Azka memilih untuk tidak terlalu kepo toh, Andi juga tidak akan berkata yang sebenarnya jika dia cerewet dan ingin tau.

"Aku sudah selesai, duluan ya," Azka menepuk punggung Andi lalu pergi menuju tempat di mana mobilnya terparkir.

"Untung saja Azka tidak mendesakku tadi." Andi berusaha menyembunyikan wajah tenangnya selama di dekat Azka, dan sekarang dia bisa bernafas lega.

1
Mama lilik Lilik
gak seru ending nya cuma gitu dong,,,,
_nfiazhri♡: kurang tau mau buat ending kyk gimana, hehheee
total 1 replies
Mama lilik Lilik
ceritanya bagus,cuma ending nya kurang seru,maaf saya kasih bintang 3
Mama lilik Lilik
menengok apa melirik ya Thor,maaf🙏🏼
_nfiazhri♡: huhuu, bahasanya agak lain emang, otw gantiii
total 1 replies
Mama lilik Lilik
kulit Tan itu kulit yang seperti apa ya Thor??
_nfiazhri♡: sawo matang bundaaa ☺☺
total 1 replies
Mulyanthie Agustin Rachmawatie
mana lanjutan nya koq ngatung gtu cerita nya...?
Mulyanthie Agustin Rachmawatie
cukup buat gregetan juga....
Mulyanthie Agustin Rachmawatie
hebat farel dg ucapan nya kpd Maria yg mgkn sdh mantan dosen nya , pantas klo di juluki pelakor.....! ! !
Mulyanthie Agustin Rachmawatie
layak farel bgtu marah nya , dia tak ingin bunda nya sakit hati & menangis....Farel amat sayank pada bunda nya , terlebih Maria kluar sbgai dosen & lbih memilih krj di tempat Azka anak laki2 mana tdak akan murka bila itu terjadi pada kelg nya psti sgt marah....
Mulyanthie Agustin Rachmawatie
Waaah....Azka mulai tdak lucu klo sm0ai bermain api di belakang Reyna , hrs di ksih pelajaran tuh c'weq...apa Azka puber k dua kah....sgt menyebalkan.....😠
Mulyanthie Agustin Rachmawatie
nyebelin klo felling nya Farel b'ner klo Maria tertarik dg bokap nya....dan patut di musnahkan menurut Farel....
Mulyanthie Agustin Rachmawatie
hmm...apa ada calon pelakor yg bgtu tersepona dg ketampanan Azka ? ? ?
Mulyanthie Agustin Rachmawatie
nyinyir bgts mulut nyaa koq smpai sdh cucu2 nya gde bgtu , nggak bisa berubah jdi lbih baik seh....saya peran Oma sdh nggak ada , hrs nya berubah jd + baik donk...apa smpai sakit2 an Omanya nyinyir trs...? ? ?
_nfiazhri♡: namnya penyakit iri dengki😭
total 1 replies
Mulyanthie Agustin Rachmawatie
qi...qi...qi....farel nggak jadi having fun dech....😃
Mulyanthie Agustin Rachmawatie
mulai narsis Farel wwwkkkk...
Mulyanthie Agustin Rachmawatie
ha...ha...ha....Farel udah ketularan virus papa nya ketika mengejar mendptkan Reyna....😃
Mulyanthie Agustin Rachmawatie
Kcian Sandi sdh di tggl k dua org tuanya , pdhal Dy msih butuh seorg ibu...semoga k adaan Sandi cpt normal kmbli....😢
Mulyanthie Agustin Rachmawatie
baru di tebak , jgn2 seorg dosen...lah betulkan....
Mulyanthie Agustin Rachmawatie
Walah Azkaaaa.....ha...ha...ha...
Mulyanthie Agustin Rachmawatie
koq nggak di comment ya sama kakek Hattala gmn masak Reyna kan jauuuuuuh lbih enak drpd masakan nya Mak lampir eh Wati...he...he...he....
Mulyanthie Agustin Rachmawatie
Waaah gawat masak iya Azarin mau di buang Mak lampir , sungguh tdak ada manusiawi nya sama sekli....😠
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!