Indonesia
NovelToon NovelToon
TAKDIR CINTA

TAKDIR CINTA

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:382.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: Firoh

Kehidupan Sasa sungguh berubah setelah dirinya bertemu dengan Amouru.
Laki-laki yang tidak sengaja dikenalnya di coffee shop tempat dia bekerja.

Laki-laki yang mengaku pada teman-temannya kalau Sasa adalah kekasihnya.

Tak sampai disitu,bahkan keluarga dari Amouru menyetujui hubungan mereka.

Sasa juga memiliki tiga sahabat,yang selalu bersama suka dan duka.Karena keadaan, Sasa pun memanfaatkan kehadiran Amouru sebagai kekasihnya.

Bagaimana kehidupan Sasa selanjutnya??

Yuk readers,baca cerita pertama ku.jangan lupa like, komen dan vote nya ya.terima kasih.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Firoh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 11

Nanda Pov.

Sejak kepulangannya dari luar negeri,Nanda bertekad mengejar Aru kembali.

Dia sama sekali tidak rela melihat Aru yang bertunangan dengan Sasa.

Padahal dia sendiri yang meninggalkan Aru. Nanda memilih karier nya ketimbang Aru.

Dengan percaya dirinya yang kuat, Nanda sangat yakin kalau Aru masih punya perasaan padanya.

Dengan segala macam cara,dia harus mendapatkan Aru kembali.

Pov selesai...

"Aru, Terima kasih sudah merawat aku." ucap Nanda dengan manjanya, bergelayutan di lengan dan bahu Aru.

"Sama-sama, oh iya,kalau kamu sudah baikkan. Aku akan mengurus kepulanganmu." jawab Aru sembari beranjak dari duduknya.

Mencoba menghindari ke manjaan yang dibuat Nanda.

"Kamu lihat sendiri, kaki sama perut aku masih sakit." katanya pura-pura memegang perutnya.

Kalau dipikir-pikir, dia kan jatuh tersungkur kenapa malah jadi perutnya yang sakit.Aneh benar ini perempuan.

"Aku harus pulang dulu, banyak kerjaan di kantor." pamit Aru meninggalkan kamar tempat Nanda dirawat.

Didepan resepsionis,Aru bertemu dokter yang menangani Nanda. Sedikit berbincang dengannya.Dokter itu bilang, Nanda sudah boleh pulang dari kemarin.Karna lukanya sama sekali tidak serius.

"Aku sudah keterlaluan sama Sasa.membuat dia menangis, ada apa sebenarnya dengan aku." Sambil berjalan batin Aru terus berkecamuk, kacau.

Ponselnya berdering keras.Sebuah telepon masuk, dan terlihat ID Ayumi di layar ponselnya.

"Halo... ada apa Ayumi?" tanya Aru membuka pintu mobilnya. Sebelumnya sudah menyelesaikan administrasi rumah sakit.

"Kak Aru dimana,semalem gak pulang." kata Ayumi dengan nada ketus.

"Memangnya kenapa,ada masalah?"

"Semalem papi kambuh lagi." jelas Ayumi masih marah. karna dia tahu kakaknya dengan Nanda. Ayumi tidak sengaja melihatnya.

"Oke, kakak sedang mengemudi tutup dulu ya." Aru menutup sambungan teleponnya.

***

Sesampainya dirumah, Aru langsung menuju kamar dimana papi nya berada.

Disana sudah terlihat mami, Ayumi dan kedua asisten rumah tangganya.

Tak terlihat Sasa disana, apakah Ayumi tidak mengabari Sasa.Kalau papinya sedang sakit, kambuh lagi jantungnya.

Sepertinya Sasa masih marah dan memilih berdiam diri dirumahnya.

"Kamu kemana saja, jam segini baru pulang?" maminya sangat marah kepada Aru. sejak Nanda kembali, Aru jadi jarang dirumah.

"Nanda sakit mih, gak ada yang jagain dan merawatnya." kata Aru membela dirinya.Dan beranjak menyapa papinya yang sedang tiduran.

"Sakit kak? kemaren Ayumi lihat dia berada dikampus kak Sasa. Bikin kacau disana." ungkap Ayumi yang tak sengaja melihat kejadian kemaren.Tak disangka, orang yang hanya jatuh tersungkur bisa dibawa rumah sakit. Sungguh lucu.

Papi nya terbangun dari tidurn saat mendengar Aru berbicara.

"Kalian ngapain bertengkar... papi sampai gak bisa istirahat." kata papi dengan suara liri dan sedikit serak.

"Kak Aru nih Pih,lebih mentingin Nanda ketimbang kak Sasa." Ayumi berdalih.

"Kamu ini gimana sih,sudah punya tunangan sekarang balik mengejar mantan." ujar papi nya sambil membenarkan posisi tidurnya. kemudian duduk bersender diranjangnya.

"Siapa yang mengejar Nanda pih, dia sakit jadi Aru menjaganya."

"Memangnya kak Aru gak lihat perasaan kak Sasa." Ayumi masih membela Sasa. padahal gak ada orangnya.

"Sudah diam semuanya!!!" teriak Papinya, dan saat itu juga penyakit jantungnya kambuh.

Semua yang ada diruangan benar-benar kaget.Melihat papi yang susah bernafas, kemudian pingsan.

Segera Ayumi menelepon ambulance.dengan panik.

Dua puluh menit kemudian, Ambulance tiba dirumah kediaman Takashi Sanjaya, papi dari Aru.

Membawa kerumah sakit, diiringi mobil Aru dari belakang ambulance.

***

Sasa berlari kencang saat mendapat kabar dari Ayumi.

Segera Sasa mencari ruang ICU, berjalan cepat di Koridor rumah sakit.

Butuh waktu lima menit untuk sampai diruang ICU.Sasa melihat dari kejauhan mami, dan juga Ayumi sedang menangis tersedu-sedu.Begitu juga dengan

Aru kelihatan gelisah.

"Kak Sasa...!!!" seru Ayumi saat melihat kedatangan Sasa dan memeluk erat tubuh Sasa.

"Jangan menangis sayang... papi pasti tidak apa-apa." jawab Sasa menenangkan Ayumi.

Aru langsung memeluk Sasa saat Ayumi melepaskan pelukannya.

Erat, sangat erat Aru memeluknya.Seakan-akan merasakan penyesalan yang mendalam.

"Ini semua salah kak Aru." teriak Ayumi marah-marah pada Aru.

"Ayumi gak boleh begitu sayang... kamu kan tahu kalau papi memang suka kambuh penyakitnya." kemudian mami menenangkan kembali Ayumi.

"Kalau kak Aru gak belain Nanda terus, papi gak bakal begini." Ayumi terus bicara tidak mau dihentikan.

"Apa yang Aru lakukan, kenapa sampai papinya begini.Kenapa Aru membela Nanda." sekejap terlintas pertanyaan-pertanyaan dalam hati Sasa.

Memandangi wajah Aru yang sangat merasa bersalah.

"Bagaimana keadaan papi saya dokter." Aru berlari saat melihat dokter keluar dari ruang ICU.

"Masa kritisnya sudah lewat, dan papi anda akan di pindahkan keruangan." kata dokter pada Aru.

"Terima kasih dok." ucap Aru dan kemudian memeluk Sasa kembali. Hatinya sudah tenang, detak jantung Aru pun sudah berdetak normal.

Sasa merasakannya saat di pelukannya.

Suster membawa papi keruangan VIP. Mami, Aru dan juga Ayumi, Sasa mengikuti dari belakang.Masuk kedalam ruangan, menunggu papi sadar.

"Mami sama Ayumi pulang aja dulu, biar Aru yang jagain Papi." perintah Aru dan mami pun menganggukan kepalanya, begitupun Ayumi.

"Mami sama Ayumi pulang dulu ya sayang." pamit Mami pada Sasa yang sedang duduk di sofa.Memeluk dan mencium kening Sasa,mami begitu menyayanginya.

Didalam ruangan, Aru masih menggenggam tangan papinya.Mengelus-elus kepalanya.

"Aru,, aku belikan sesuatu untuk dimakan." ucap Sasa.

".... " Aru tidak mengucapkan kata-kata hanya menganggukkan kepalanya.

Setelah tiga puluh menit Sasa mencari makanan.Dia kemudian balik lagi keruangan.

Disana sudah terlihat perempuan pembuat kekacauan.

"Ngapain kamu kesini." tanya Nanda dengan ketus.

Sasa tidak menghiraukan omongan Nanda.

"Aku bilang ngapain kamu kesini,Aru gak butuh kamu." lanjut Nanda mendorong tubuh Sasa.

"Nanda!! apa-apaan kamu, keluar.!!" suruh Aru berteriak didepan papinya.

"Aru... kenapa kamu mengusir aku." Nanda kembali memperlihatkan muka yang sedih.

"Papi gak butuh kamu, dia hanya mau Sasa yang menjaganya." ujar Aru membuat Nanda marah besar.

Dengan marah, Nanda meninggalkan ruangan.Mulutnya tidak berhenti menghina Sasa.Terus bergumam sepanjang jalan.

****

"Sasa, kita makan malam dulu boleh." tanya Aru memperhatikan wajah Sasa yang begitu imut, matanya bengkak. Mungkin habis menangis.

"Hmmm." hanya kata itu yang keluar dari mulut Sasa.

Selama di perjalanan,suasana begitu canggung.Sasa memilih diam daripada bicara tapi ujung-ujungnya bertengkar.

Aru memandangi Sasa dengan sangat teliti.

"Berapa lama kamu menangis?" tanya Aru.

"Hah... apa kamu bilang?" ucap Sasa sedikit tertawa.

"Menangis?siapa? " lanjut Sasa mengelak males bicara.

"Kamu,siapa lagi."

"...... " gak ada jawaban dari Sasa.

****

"Makan apa?" Aru menyodorkan buku panjang yang berisi daftar makanan.

Setelah sampai di sebuah restoran dan mengambil tempat duduk dipojokan.

"Terserah kamu, apa aja boleh."

"Kamu gak ada pilihan? "

"Pilihan? apa kalau kita sudah begini masih perlu memilih." Sasa memperlihatkan jari nya yang sudah terikat cincin. Berusaha menyindir disetiap perkataan Aru.

"Sudahlah, percuma ngomong sama kamu.Keras kepalanya gak hilang-hilang." Aru menyudahi obrolannya.

Menyantap makanan yang sudah dipesannya.

1
NAGITA46
Aku tadi di sini dulu ka, cerita sudah bagus bgt nih🙏👍
FiRo Ilya Syafei: terima kasih kaka
total 1 replies
Tutun Imam
lamjut
Tutun Imam
udah mau aja Ayumi kevin baik
Tutun Imam
konflik nya ringan suka ga bikin emosi
Tutun Imam
konfliknya jgn lama lama
Tutun Imam
yg lunasi utang pacar ayumi
Tutun Imam
aru mudah banget tertipu
Tutun Imam
hadeeh banyak amat si aru penggemarnya
Tutun Imam
eiit si aru mo enaknya aja
Tutun Imam
makanya klo ada apa apa di omongin jgn main ngambek aja
Tutun Imam
jd kaya abg
Tutun Imam
mulai posesif,, tp gpp demi keselamatan amy
Tutun Imam
hamil lagi si sasa
Tutun Imam
lanjut
Tutun Imam
iihnngeselin bangut tuh sialdo jd cowok pingin nampol
Tutun Imam
kelah mending nikah aja
Tutun Imam
iih ko cuma gitu
Tutun Imam
ayo Rafa gatle dong
Tutun Imam
aduh sekarang Amy yg ada masalah semoga baik baik saja
NAGITA46
salfok sama cover bebeb Jirayu🤗🤗🤗
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!