Indonesia
NovelToon NovelToon
True Or False Love

True Or False Love

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan di Sekolah/Kampus / Teen School/College / Murid Genius / Trauma masa lalu / Romansa
Popularitas:7.8k
Nilai: 5
Nama Author: gemeneux

Berawal dari seorang cewek manis nan lugu yang dikhianati oleh pacarnya, berubah menjadi cewek berandalan yang suka mempermainkan perasaan orang-orang yang menyukainya. apakah perempuan itu akan menemukan pawang yang bisa menghentikan kebiasaan buruknya itu? bisakah juga dia kembali percaya akan adanya cinta yang benar-benar tulus? bisakah juga dia sembuh dari trauma akibat kehilangan ayahnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon gemeneux, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 11

Akhirnya dokter menyudahi sesi terapi mereka dan menyuruh Haruna keluar dulu, karna dia ingin membicarakan sesuatu dengan Joel.

"Apa yang mau dibicarakan dok?" tanya Joel sopan.

"Saya harap kamu bisa bekerja sama dengan saya untuk penyembuhan Haruna, bisakah kamu melakukannya?"

"Tentu saja bisa dok, apa yang harus aku lakukan?" tanya Joel penasaran dengan apa yang harus dia lakukan.

"Setiap proses terapi, saya harap kamu juga datang mendampingi Haruna. karna dari yang saya lihat tadi, dia sedikit tenang saat kamu memegang tangannya. saya pikir itu dapat membantu" ucap dokter David.

"Ah baiklah dok" sahut Joel.

.

.

.

Dokter David langsung pamit pergi begitu sesi terapi selesai, sedangkan Joel masih di tahan oleh bunda untuk makan malam bersama dulu.

"Joel, bunda boleh nanya?" bunda membuka pembicaraan mereka.

"Boleh bunda, mau tanya apa?" sahut Joel sopan.

"Orang tua Joel masih ada? dan kerja apa?" tanya bunda lagi.

"Bunda kita lagi makan loh, kenapa juga nanya begituan. lagian nanya begitu gak sopan tau" celetuk Haruna yang risih dengan pertanyaan yang ditanyakan bundanya pada Joel.

"Ah bunda sudah gak sopan ya, maafin bunda ya Joel, bunda gak ada maksud apa apa kok" ucap bunda merasa bersalah.

"Gak apa apa kok bunda, gak masalah. orang tua Joel masih ada, papa dan mama mereka adalah pengusaha" Joel menjawab dengan sopan.

"Wih hebat, nama perusahaannya apa? siapa tau bunda kenal" seru bunda yang merasa senang karna Joel tidak tersinggung dengan pertanyaannya.

"Bundaa..." lagi dan lagi Haruna menyela percakapan mereka.

"Nama perusahaannya adalah J&R Company bunda" Joel tetap menjawab, meski Haruna berkali kali menyela percakapan mereka.

"Wah ternyata Joel anak mereka? bunda sangat kenal dengan orang tua kamu" seru bunda lagi.

"Ah benarkah bunda?" Joel terkejut, karna bunda mengenal orang tuanya.

"Iya, bunda berteman dekat dengan mama kamu" sambung bunda.

"Gimana mama bisa kenal dengan mamanya?" tanya Haruna yang kini penasaran.

"Kan di negara kita ini ada 3 perusahaan terbesar dan tersukses, nah perusahaan kita ada di urutan kedua kan, yang ada di urutan pertama adalah perusahaan orang tuanya Joel" bunda menjelaskan untuk menjawab rasa penasaran Haruna.

"Lah terus gimana bisa dekat dengan mamanya" tanya Haruna kepo.

"Bunda kan ada ngeluarin satu produk, nah kerja sama dengan perusahaan mereka. karna itu bunda jadi dekat dengan mamanya Joel" jelas bunda lagi.

"Gak tau aku tuh, bunda gak pernah cerita" ujar Haruna hendak menyudahi rasa penasarannya akan kedekatan bundanya dengan mamanya Joel, sebenarnya dia masih mau bertanya lebih lanjut tapi diurungkan niatnya itu karna mengingat ada Joel juga disitu.

"Gimana bunda mau cerita kalau sejak ayahmu meninggal, kamu benci sekali mendengar bunda bercerita mengenai segala sesuatu yang berkaitan dengan urusan bisnis" sahut bunda.

Mendengar perkataan bundanya, Haruna hanya terdiam. karna memang itu benar adanya, sejak ayahnya meninggal dia benci banget mendengar bundanya membicarakan segala sesuatu yang ada kaitannya dengan bisnis. Haruna membencinya karna itu selalu mengingatkan pada ayahnya yang pergi untuk perjalanan bisnis, tapi gak bisa kembali lagi ke rumah.

Bunda merasa bersalah, karna sudah menyinggung sesuatu yang Haruna gak suka dengar.

"Una, maaf bunda gak bermaksud untuk mengungkit lagi" ucap bundanya merasa bersalah.

"Udah bunda, lanjut makan aja" sahut Haruna.

Setelah itu mereka makan dalam keadaan hening, Haruna hanya fokus makan sedang bunda terus melirik padanya. bunda ingin mengatakan sesuatu, tapi takut malah makin merusak mood Haruna.

.

.

.

"Bunda, aku balik dulu ya" ucap Haruna berpamitan.

"Gak tidur aja dulu disini? kamu jarang loh tidur di rumah" bundanya masih ingin Haruna sedikit berlama di rumah, mengingat putrinya yang jarang pulang ke rumah.

"Kan jauh kalau ke sekolah dari sini, ntar aku telat ke sekolah" ujar Haruna pasrah, memang selalu begitu setiap dia pulang ke rumah. saat mau balik, bundanya akan berat hati membiarkannya pergi.

"Yaudah deh kalau gitu" ucap bunda dengan berat hati.

"Aku juga permisi bunda" ucap Joel juga berpamitan.

"Iya hati hati nak, makasih sudah datang yah hari ini" ucap bunda berterimakasih dengan tulus.

"Sama sama bunda" sahut Joel tersenyum sopan.

"Kamu pulangnya gimana? tanya Haruna pada Joel begitu mereka tiba di garasi.

"Nebeng bareng kamu, ntar kalau dah sampai sana Jimmy akan menjemputku" ucap Joel santai, karna tadi dia hanya diantar oleh Jimmy jadinya dia tidak ada kendaraan sendiri untuk pulang.

"Kenapa kamu gak bawah sepeda motormu sendiri sih? tapi ya sudah lah! kalau gitu kamu yang bawah motornya, aku capek kalau harus bawah motor" seru Haruna sambil menyerahkan kunci motornya pada Joel.

Akhirnya Joel yang membawah motor, di tengah jalan mereka malah dihadang oleh satu geng yang biasa berkuasa di wilayah yang sedang mereka lewati itu.

"Aiss sialan mau apa mereka?" gerutu Haruna kesal sembari turun dari motor.

"Kalau mau lewat sini kalian harus bayar pajak" seru salah satu anak buah geng itu.

"Ouh gimana kalau kami gak bayar? kalian mau apa?" sahut Haruna santai.

"Boss mereka gak mau bayar katanya" seru salah satu anak buah dari geng itu.

"Benarkah? siapa nama kalian? punya nyali juga ternyata kalian" seru sang ketua geng itu.

"Nama kami? aku Haruna, sebutin nama kamu" Haruna menyenggol bahu Joel yang masih duduk di atas sepeda motor.

Joel membuka helmnya, ketua geng yang menghadang mereka itu pun sangat terkejut melihat wajahnya Joel. memang tidak semua orang tau wajah ketua geng Serigala Neraka, tapi ada beberapa orang yang tau siapa ketua dari geng yang paling di takuti itu. Nah salah satunya yang tau wajahnya adalah ketua geng yang sedang menghadang mereka sekarang.

"Namaku Joel, apa kamu sudah lupa wajahku Marko?" ujar Joel sembari menatap Marko dengan tatapan dingin dan tajam.

"Siapa dia boss? kenapa dia kenal sama kamu?" tanya Jimi  salah satu anak buah Marko, yang keheranan.

"Oh halo Joel, sebuah kehormatan bisa melihat secara langsung seorang ketua geng Serigala Neraka" ucap Marko yang sudah ketakutan.

Mendengar apa yang dikatakan Marko, anak buahnya yang lain pada terkejut. mereka bahkan sudah gemeteran ketakutan, Haruna juga sangat terkejut, dia sangat terkejut saat mengetahui siapa Joel sebenarnya. dia tidak menyangka kalau seorang ketua geng yang paling ditakuti adalah Joel.

"Apa kamu benar benar membutuhkan bayaran pajak dari kami yang sudah lewat di wilayahmu?" tanya Joel dengan tatapan dingin dan sangat tajam.

Haruna yang baru pertama kali melihat sosok Joel seperti itu, seketika merinding. apalagi para anak buah Marko serta Marko sendiri pun merinding ketakutan melihat sosok Joel yang ada di hadapannya.

"Hahaha kami mana berani meminta bayaran pajak pada kalian, silahkan lanjutkan perjalanan kalian" seru Marko dengan sopan sambil tertawa canggung.

"Hari ini aku lagi ada urusan, jadi aku akan mengabaikan kalian. tapi jika aku melihat kalian lagi, aku gak bisa menjamin keselamatan kalian lagi" seru Joel dingin.

Joel dan Haruna pun melanjutkan perjalanan mereka hingga sampai di depan gedung apartmen.

. . .

"Kenapa kamu gak pernah bilang kalau kamu adalah ketua geng Serigala Neraka?" tanya Haruna.

"Apakah itu penting?" sahut Joel santai.

"Gak juga sih, jadi benar kamu yang menghajar Hendery dan Bimo?" tanya Haruna memastikan.

"Mmm" Joel hanya menganguk.

"Kamu melakukannya karna aku?" cicit Haruna.

"Mmm" Joel kembali hanya menganguk.

"Kenapa kamu melakukannya?" tanya Haruna penasaran.

"Mungkin karna aku menyukaimu?!" sahut Joel.

"Kenapa kamu suka ama aku? apa alasannya?" entah kenapa, tapi Haruna hanya penasaran.

"Aku gak tau alasannya, perasaan itu datang sendiri" ucap Joel.

"Kapan kamu mulai suka ama aku?" Haruna kembali mengajukan pertanyaan.

"Sejak kita melakukan les privat bareng" jawab Joel, meski saat itu dia belum menyadari perasaannya sendiri tapi ketika mengingat dengan apa yang membuat Joel tertarik pada Haruna, yang ia ingat pertama kali saat mereka melakukan les privat bareng.

"Ouh"

"Kamu gak suka kalau aku suka ama kamu?" tanya Joel saat mendengar reaksi Haruna yang hanya begitu.

"Gak juga"

"Oh, jadi kamu mau menerima perasaanku?" tanya Joel lagi.

"Gak"

"Kenapa?" Joel sedikit terkejut dengan respon Haruna yang lumayan dingin.

"Aku takut" Haruna menjawab pelan

"Kamu takut kalau aku akan melakukan hal yang sama seperti yang mantanmu sudah lakukan?" tanya Joel yang mengerti dengan kekhawatiran yang dirasakan oleh Haruna.

Haruna hanya terdiam mendengar setiap kata yang diucapkan Joel, dia tidak membantah dengan pertanyaan Joel itu karna itu memang benar. dia takut untuk benar benar membuka hati lagi, dia terlalu takut untuk jatuh cinta lagi.

"Na?? aku gak tau kedepannya bakal gimana karna aku juga belum pernah pacaran, jadi gak tau juga gimana caranya menjadi pacar yang baik. tapi aku bisa janji gak akan pernah menyakiti kamu seperti yang sudah mantanmu lakukan" Joel meyakinkan Haruna.

"HAAH??? kalau mau bohong tuh cari kata yang lebih baik kalik, yakali gak pernah pacaran" dia menertawakan apa yang dikatakan Joel, karna dia tidak percaya kalau Joel belum pernah berpacaran. apalagi mengingat wajahnya yang tampan, para cewek cewek di sekolah mereka saja selalu histeris saat melihat wajah tampannya itu. makanya dia tidak percaya, tapi sebenarnya dia juga senang karna mendengar fakta kalau Joel gak pernah berpacaran katanya.

"Emang benar Na, Jimmy dan Johan aja kaget pas tau aku suka sama kamu. aku gak pernah suka ama orang, kamu adalah orang pertama yang bisa buat aku jatuh cinta. makanya Yosua sampe pindah ke sekolah kita, karna dia penasaran ama kamu, orang yang udah bisa buat aku jatuh cinta" jelas Joel untuk lebih meyakinkan Haruna.

Haruna terdiam seribu kata, mukanya memerah udah kek kepiting rebus. dia gak tau gimana merespon perkataan Joel yang super blak blakan itu.

"Jadi gimana? mau coba pacaran denganku?" tanya Joel lagi.

"Aku takut" cicit Haruna.

"Kita bisa coba dulu. aku janji, kamu gak akan mengalami hal yang sama. karna aku tidak mudah untuk suka sama orang, cuma kamu yang mampu membuatku bisa punya perasaan sama orang lain dan itu hanya kamu" mungkin terdengar seperti bualan dan gombalan, tapi memang itu benar adanya.

"Gimana kalau nanti kedepannya kamu berubah dan lupa dengan semua perkataanmu?"

"Gak akan Na" jawab Joel yakin.

Haruna nampak berpikir sedikit, dia terlihat serius dengan apa yang sedang dia pikirkan sekarang.

"Mmm yaudah kalau gitu" akhirnya Haruna bersuara.

"Yaudah apa?" tanya Joel memastikan.

"Yaudah aku mau pacaran sama kamu" jawab Haruna pelan tapi masih bisa didengar oleh Joel.

"Beneran?" tanya Joel yang sudah bersemangat.

"Mmmmm"

Joel memeluk Haruna karna senang perasaannya akhirnya diterima oleh Haruna.

"Makasih ya" ucap Joel lembut masih dalam kondisi memeluk Haruna.

"Mmmm"

"Yaudah kamu masuk aja, di luar dingin. Jimmy bentar lagi sampe" ujar Joel lembut.

"Gak apa apa kamu nungguin sendiri?" tanya Haruna gak enak meninggalkan Joel sendirian.

"Gak apa apa, masuk aja" sahut Joel lembut.

"Yaudah deh kalau gitu, bye bye"

*

*

*

Sudah siang hari tapi Haruna belum kelihatan di sekolah, nomor telfonnya bahkan tidak aktif.

"Una hari ini gak masuk sekolah?" tanya Rena.

"Aku menelfonnya tapi nomornya gak aktif, bahkan kak Achi dan kak Jay juga gak datang ke sekolah hari ini" sahut Hania.

"Apa ada sesuatu yang terjadi padanya?" ucap Rena yang nampak khawatir pada sahabatnya.

"Semoga gak ada hal buruk yang terjadi" ucap Hania.

Sedari tadi Joel juga sangat khawatir, bahkan dia sudah menelfon nomor bunda berkali kali tapi tetap tidak aktif juga nomornya bunda. dia berkali kali menghubungi nomor Haruna tapi tidak aktif terus, dia mengirim berbagai pesan tapi sama aja gak ada respon sama sekali.

. . .

Seminggu sudah berlalu, Haruna belum ada kabar sama sekali. Joel pergi ke apartmen Archie tapi gak ada orang yang di temuinya, dia pergi ke rumah Haruna tapi hanya ada orang orang yang bekerja di rumah mereka. orang orangnya pun gak tau kemana kepergian bosnya karna mereka pergi dalam keadaan terburu buru.

Akhirnya Joel memutuskan berhenti mencari Haruna karna dia juga sudah gak tau harus mencarinya kemana, sambil berharap Haruna akan segera menghubunginya.

*Keesokan Harinya*

"Aku tadi melihat Haruna, dia sedang menuju ruang kepala sekolah" seru Yosua heboh begitu masuk kedalam kelas XI A.

"Beneran???" sahut Hania terkejut.

.

.

.

"Una kamu darimana aja? kenapa seminggu menghilang gak ada kabar? apa yang terjadi? terus kenapa tadi pergi ke ruang kepala sekolah?" tanya Hania dengan pertanyaan bertubi tubi, saking penasaran dengan apa yang terjadi pada Haruna.

"Yang satu satu aja nanyain Nia, liat wajah kebingungan Una" seru Rena.

"Sebelum menjawab pertanyaan kamu, aku mau bicara bentar dengan Joel" seru Haruna.

"HAAHH??!!" Hania dan Rena kompak terkejut, karna mereka belum tahu kalau Joel dan Haruna sudah berpacaran.

Haruna menarik lengan Joel menuju rooftop. setelah sampai di rooftop, barulah dia melepaskan tangan Joel.

"Anuu.. Mmm.. maaf gak bisa angkat telfon dan gak bisa balas pesan dari kamu" ucap Haruna mengawali pembicaraan diantara mereka.

"Kamu darimana? aku cariin gak ada, di telfon dan di chat nomor kamu gak aktif" ucap Joel yang masih rada frustasi, selama seminggu ini Joel memang sangat frustasi karna Haruna tiba tiba menghilang tanpa ada kabar.

"Kamu marah yah?" tanya Haruna lirih.

"Aku gak marah Na, aku hanya khawatir terjadi apa apa sama kamu. aku takut kamu kenapa napa" seru Joel.

Haruna tidak merespon perkataan Joel, dia malah memeluk Joel dan alhasil hal itu sukses membuat Joel terkejut.

"Joe aku senang banget" seru Haruna bersemangat sambil memeluk Joel.

"Senang kenapa? apa ada kabar baik?" tanya Joel penasaran.

"Mmm"

"Kabar baik apa sayang?" tanya Joel lagi.

"Bentar, aku mau kek gini dulu sebelum menceritakan semuanya"

Joel membiarkan Haruna memeluknya untuk beberapa saat, karna dia juga senang saat Haruna memeluknya. dia merasa seperti dia sudah mau menerimanya sebagai pacar sepenuhnya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!