Indonesia
NovelToon NovelToon
Terik Cinta Hanna

Terik Cinta Hanna

Status: sedang berlangsung
Genre:Beda Usia / Nikahmuda / KDRT (Kekerasan dalam rumah tangga) / Selingkuh / Konflik etika
Popularitas:9.5k
Nilai: 5
Nama Author: Yellow_bitz

Hanna Aprilia, gadis berumur 18 tahun yang kesehariannya menjadi penjual kue keliling, dirinya dipertemukan dengan wanita paruh baya, yaitu Yunita. Karena membantu Yunita yang kecopetan, wanita paruh baya itu ingin membalas budi kepada Hanna, walaupun Hanna menolaknya selalu Yunita tetap memaksakan nya.

Hamzah Aditya Saputra, laki-laki dewasa yang berumur 28 tahun itu, hidup selalu dibawah aturan Yunita, bahkan dirinya yang menolak ketika akan dijodohkan dengan Hanna. Namun Yunita tidak menyerah begitu saja, ia memberikan anaknya dengan iming-iming bahwa nantinya akan bisa dibebaskan dari tes kejantanan dan bisa memilih untuk memegang perusahaan keluarganya. Hal tersebut yang membuat Hanna dan Hamzah akhirnya menikah, walaupun sudah terlihat dari awal bahwa Hamzah tidak menyukai Hanna.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yellow_bitz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Amelia

...Selamat membaca✨...

Kali ini Hanna benar-benar menuruti apa yang diucapkan oleh Hamzah, ia dan suaminya itu sudah memiliki kesepakatan tersendiri, dan homeschooling miliknya yang menjadi taruhannya.

Hanna akan benar-benar tenang mengikuti homeschooling, namun dengan syarat ia tidak akan ikut campur dengan urusan Hamzah, apalagi mengenai Tiara yang akan selalu datang ke rumahnya, dirinya saja tidak bisa menolak kedatangan kekasih suaminya itu jika tidak ingin bermasalah dengan suaminya sendiri.

"Sebelumnya, perkenalkan saya Hanna, usia saya 18 tahun, status saya sudah menikah, mengikuti paket C ini untuk menempuh pendidikan SMA saya yang sempat tertinggal. Mohon bantuannya. "

Hanna mengenalkan dirinya kepada guru privat nya, sebelum memulai pembelajaran, ia dipersilahkan untuk mengenalkan diri terlebih dahulu dan mulai belajar dengan guru privat nya itu.

"Mungkin hanya bisa ibu berikan sama kamu. Semoga Hanna bisa cepat mengerti dengan penjelasan yang saya berikan ya. " ucap guru privat Hanna.

"Baik bu, terimakasih banyak. " ucap Hanna.

Hanna bangkit dari tempat duduknya, ia bersalaman dengan guru privatnya, mengantarkan gurunya sampai keluar rumah kemudian menutup pintu rumahnya.

Hanna merenggangkan tubuhnya, sungguh lega baginya dapat selesai belajar privat pada hari ini, sekarang ia harus membereskan ruang keluarga yang ia gunakan untuk tempat belajar.

Selesai membereskan rumah, Hanna merasa bahwa ia ingin mampir ke rumah Yunita, kondisi rumahnya juga sangat sepi, sehingga ingin sekali ia mampir dan berjumpa dengan Yunita, ia sangat ingin bertemu dengan ibu mertuanya itu.

"Pengen main ke rumahnya mama, udah kangen mau main ke sana. "

Hanna mematikan televisi, ia berencana untuk mandi terlebih dahulu sebelum pergi, karena ia akan bertemu dengan ibu mertuanya, sekedar untuk bermain dan mampir untuk melepas rindu.

Hanna sudah terlihat rapi, dan sekarang ia akan pergi ke rumah Yunita, ia mengunci pintu rumah, dan menemukan taksi yang melintas di depan rumahnya.

...----------------...

Butuh 30 menit selama di perjalanan, akhirnya Hanna telah sampai, ia membayar biaya taksi yang ditumpanginya, dan keluar dari taksinya untuk segera masuk ke lingkungan rumah Yunita.

Hanna disambut baik oleh para pelayan maupun asisten di rumah Yunita, mereka sudah tahu bahwa Hanna adalah menantu nyonya mereka, dan sekarang Hanna mencari keberadaan ibu mertuanya itu.

"Hanna. "

Hanna berbalik, Yunita yang terlihat baru saja keluar dari lift kemudian menghampiri Hanna, tentu saja gadis itu langsung berlari dan memeluk Yunita dengan erat.

"Hei, ada apa? " tanya Yunita.

"Gak, Hanna kangen aja sama mama. " jawab Hanna.

"Heummm, bisa aja kamu. " ucap Yunita.

Yunita merangkul Hanna menuju ke sofa yang menghadap di taman kecil di dalam rumah, sudah tersedia minuman dan makanan yang ada di meja tersebut, Yunita mengajak Hanna untuk ikut menikmati jamuan itu sambil mengobrol.

"Hanna, apa kamu tahu? "

Hanna yang sedang mengambil biskuit menoleh ke arah Yunita, dan bertanya maksud dari ibu mertuanya itu.

"Tahu apa, mah? " tanya Hanna.

"Kakak kamu, Amelia, dia akan pergi ke luar negeri dalam waktu dekat. " jawab Yunita.

"Kak Amelia mau pergi ke luar negeri? Kapan? " tanya Hanna kepada Yunita.

"Mungkin minggu depan dia akan pergi, kamu bisa berjumpa dengan Amelia saat dia akan mengadakan pesta di sini. Jangan lupa ajak Hamzah, mama tunggu kalian berkumpul. " jawab Yunita.

Hanna menganggukkan kepalanya.

"Ohh, baiklah mah, Hanna akan ingat. " ucap Hanna.

Setelah beberapa saat mengobrol, terlihat Amelia yang baru saja pulang dari kantornya, terlihat bahwa wanita itu tengah sibuk dengan layar ponselnya sambil menenteng tas di lengannya, hal tersebut membuat Yunita menyapa anak sulungnya yang lewat.

"Amel. " panggil Yunita.

Wanita yang disebut namanya itu kemudian menoleh ke arah Yunita, Amelia menghentikan langkahnya.

"Kemari nak. "

Yunita mengayunkan tangannya untuk menyuruh Amelia mendekat, Amelia menurunkan ponselnya, kemudian ia mendekat ke arah Yunita.

"Kebetulan sekali, ayo gabung buat ngobrol sama kita, mama yakin kamu jarang ketemu sama Hanna. " ucap Yunita.

Amelia duduk bersama dengan Hanna, walaupun keduanya membentuk jarak, tetapi ekspresi wajah keduanya menunjukkan bahwa tidak terjadi apa apa sama sekali, hanya awal mereka saling bertemu.

"Ah, mama rasa sekarang mama akan pergi ke atas dahulu untuk jadwal perawatan. Kalian silahkan mengobrol ya, jangan bubar sebelum mama balik lagi. " ucap Yunita.

Yunita kemudian berjalan pergi dari ruang keluarga, meninggalkan Amelia dan Hanna yang tengah duduk bersama di ruangan tersebut.

"Lu yang namanya Hanna? "

Amelia bertanya kepada Hanna, Hanna menganggukkan kepalanya, seraya tersenyum ke arah kakak iparnya.

"Iya, kakak juga kakaknya Hamzah, kan? "

"Ya iyalah, lu gak liat wajah gua sama dia itu sama persis? Ya jelaslah gua kakaknya, pake nanya. " jawab Amelia.

Hanna menganggukkan kepalanya, ia melanjutkan memakan kue yang ada di atas piring, perlahan dan tampak diperhatikan oleh Amelia.

"Lu mau nikah sama Hamzah beneran karena mama gua? " tanya Amelia.

Hanna lagi lagi menganggukkan kepalanya.

"Benar kak, cuma karena mama, Hanna mau menikah dengan Hamzah. Hanna sangat ingin punya ibu. " jawab Hanna.

"Loh, kalau mau punya ibu kok sama mama kami? Memangnya ibu kamu kemana? " tanya Amelia penasaran.

Raut wajah Hanna berubah total, alhasil hal tersebut membuat Amelia berdecak dan menggelengkan kepalanya, ia meminta Hanna untuk melupakannya.

"Udah, sorry to say, gua gak mikir tentang pertanyaan gua ke elo. " ucap Amelia.

Hanna menggelengkan kepalanya.

"Nggak papa kak, aku nggak kesinggung kok. " ucap Hanna.

Ruangan kembali sunyi lagi, Hanna merasa hambar dengan suasana tersebut, ditambah lagi Amelia yang tengah sibuk memainkan ponselnya.

"Kak Amel. " panggil Hanna.

Amelia menoleh ke arah Hanna, ia menaikkan kedua alisnya.

"Ya, ada apa, Hanna? " tanya Amelia.

"Kak, kakak cantik. " ucap Hanna. Amelia mengerutkan keningnya.

"What? "

"Kak, kakak cantik sekali, seperti bintang model yang sering ada di televisi. " puji Hanna.

Amelia tersenyum, ia mencubit kedua sisi pipi Hanna, alhasil Hanna meringis kesakitan dengan cubitan tersebut.

"Stop buat muji muji gua, dek, kalau bisa dibandingin sama elo, gua malah anggap lo lebih cantik daripada gua. " ucap Amelia.

Hanna menatap Amelia sambil mengusap kedua pipinya.

"Hanna jujur kok, kak Amel. " ucap Hanna.

"Dek, lo juga cantik tau, badan mungil begini idaman laki-laki kok, Hamzah aja keknya yang buta, doyannya sama spek tante tante stripper. " ucap Amelia seraya mencibir.

Kedua wanita berbeda usia itu saling memuji, sesekali melemparkan pujian, hal tersebut membuat keduanya menjadi dekat, dan Amelia memeluk Hanna dengan gemas.

"Hanna, andaikan lo aja yang jadi adek gua, gak bakal setua gini gua gegara seorang adek. Si Hamzah nyebelin, gak ada bedanya kek mama. " cibir Amelia.

"Tapi, kakak harus bersyukur sama hadirnya Hamzah, kan dia tetap adiknya kakak Amel. " ucap Hanna.

"Gak usah baik baik sama dia, dia kalau dibaikin, tambah gede kepalanya. " ucap Amelia.

Hanna hanya tersenyum, diiringi dengan tawa kedua wanita itu di ruang keluarga, dari kejauhan, Yunita menatap kedua wanita tersebut yang tengah asyik mengobrol.

...----------------...

Pesta yang diadakan Amelia akhirnya dimulai, dua hari sebelum keberangkatannya ke Inggris, ia sudah merencanakannya untuk merayakannya bersama teman-teman bahkan keluarganya.

"Amelia, congratulations for u, buat rencana keberangkatan ke Inggris nantinya. Kita do'ain lancar deh buat lo ke sana. "

Amelia disambut dengan baik oleh teman temannya, tentu saja pemilik pesta itu merasa bahagia dirinya selalu diiringi do'a serta dukungan dari orang-orang yang positif.

"Thanks guys, i'm so excited for this party. " ucap Amelia.

"Kuy, kita bentuk gabungan, sekalian cipika-cipiki gitu. "

"Ya, ayo ayo. " Amelia mengikuti rombongannya, mereka membentuk gabungan, dimulai dari mengambil makanan dan minuman untuk menikmati pesta tersebut.

"Mel, serius 2 tahun gini belum ketemu lagi sama cowok? Lo maunya kek gimana sih? " tanya salah satu teman Amelia.

"Yeah, this secret. " jawab Amelia.

"C'mon Mel, lo seharusnya udah nikah lagi kalik. Bagi gue sih mustahil lo gak ada yang naksir, secara kan lo yang paling tajir dan bussiness woman diantara kita kita ini. Kemaren aja anak pemilik usaha batubara lo tolak, pemilik resort di Bali juga, aneh lo emang. "

"Thanks for suggestion guys, tapi sekarang gua mau fokus menempuh pascasarjana gua di Inggris dulu, nanti kalau ada bakal gua kasih tau kok, relax. " ucap Amelia.

"Awwww, pokoknya jangan sampe nanti umur lo 35 belum nemu, kapan lagi kita bisa lihat kamu bahagia, apalagi punya anak, lo kan suka sama anak anak, apalagi anak bayi. "

"Oke, makasih ya sama saran sarannya, masalah gua biar gua sendiri yang hadepin, sekarang, c'mon let's go, enjoy my party! "

Sorak bahagia kelompok tersebut terdengar riuh, dari kejauhan, seorang pria yang tengah menikmati minumannya kemudian memperhatikan para rombongan tersebut.

"Masih eksis, tidak masalah. "

...****************...

1
falea sezi
goblok hana
Atika Norma Yanti
Harus tetap semangat💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!