bagaimana jadi nya,jika seorang kakak menginginkan adik nya untuk menjadi istri nya!!
ryan aditya wijaya seorang pengusaha ternama di salah satu kota,ia memiliki seorang adik yang begitu cantik,bernama helena putri saraswati,
karena sebuah kecelakaan helena mengalami hilang ingatan,yang membuatnya melupakan siapa ryan sebenarnya,ryan yang bukan kakak kandungnya,menentang keras keinginan ryan untuk memiliki diri nya.
ryan memiliki sisi gelap,yang belum helena ketahui,!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dilarng Kepo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
chapter 11
di saat sinta dan marlena pergi ke bandara,mereka tak sengaja melihat zara,wajah nya lesu,mata nya bengkak,sinta dan marlena pun pergi menghampiri nya,
"zara,?"panggil marlena,zara yang melihat marlena pun langsung memeluknya,tangis nya pecah seketika itu,karena masih ada waktu,marlena mengajak zara untuk duduk,sinta pergi membelikan minuman,
meski mereka baru bertemu beberapa kali,tapi zara sudah memiliki rasa nyaman dan percaya kepada mereka,zara menceritakan semua yang terjadi pada nya,"apa?si gibran anak misterius itu,?"tanya sinta yang baru datang,
sinta membuka botol minuman dan memberikannya kepada zara,"gibran di sekolah kita kan cuma itu,pakek nanyak segala"ucap zara,
"ya elah elu mah ah,serba salah mulu gue"sinta duduk bersebarangan dengan zara dan marlena,
"terus lo mau ngapain ke sini?"tanya marlena,
"aku mau ketemu sama kak helena,aku mau minjem uang sama dia"ucap zara,
"lo tau dari mana kalo helena di sini?"tanya sinta,zara pun menjelaskan kalo di sempat mendengar percakapan mereka,"tapi sayang,helena gak ada di sini,kita aja bingung helena di mana,udah lama juga dia gak hubungin kita"jelas marlena,
setelah mendengar hal itu,zara kembali menangis,harapannya untuk tinggal di sana sirnah begitu saja,"jangan nangis,lo tinggal aja sama marlena sampai kita nemuin helena,kalo lo mau tinggal sama gue juga gapapa,"ucap sinta,
"gak ada,gak ada,yang ada nanti malah martin ngamuk lagi,entar gue yang jadi sasaran"ucap marlena,
"kali aja len,"ketus sinta,
"lo mau ikut kita ke kanada?"tanya marlena,
"aku udah gak punya uang kak,kesini aja harus jual barang dulu"ucap zara,
"gue yang bayarin soal ngebalikin nya gak usah di pikirin"ucap marlena,
"makasih kak"mereka bertiga pun berangkat pergi menuju ke kanada,setibanya di sana mereka bagi tugas,marlena mencari tempat penginapan,sedangkan sinta dan zara mencari alamat dari rumah ryan,
hari pertama pencarian,mereka belum menemukannya,hari kedua mereka juga belum menemukannya,sampai di hari ke tiga,mereka sudah putus asa dan ingin kembali,tapi di saat itu lah mereka melihat helena berjalan di trotoar,
mereka bertiga bergegas menghampiri nya,"hel"panggil sinta dengan keras,helena yang melihat kedua sahabat nya pun langsung berlari ke arah mereka,tanpa helena sadari ada mobil yang melintas begitu cepat,
hampir saja helena di tabrak oleh mobil itu,untung ada ryan yang melihat nya dan langsung menarik helena,helena sempat melihat plat nomor mobil tersebut,
"kamu mau cari mati!"ucap ryan,helena terdiam,
"hel,"mereka bertiga pun menghampiri helena yang masih kaget,"kalian ngapain ada di sini?"ketus ryan,
"ketus banget kak,kita kan kangen sama helena"ucap marlena,
"hel?"sinta menyentuh pergelangan tangan helena,baru lah helena tersadar,"kita pulang sekarang"ryan menarik paksa helena agar mau pergi,tapi helena tetap diam di tempat,
"ayo ikut aku pulang"ajak helena,
karena jarak rumah ryan sudah tak jauh lagi jadi mereka berempat jalan kaki,sedangkan ryan dan anak buah nya kembali menggunakan mobil,sesampai nya dirumah,helena langsung mengajak mereka masuk,
"hel,?"panggil sinta,
"apa"ucap helena,
"gimana cerita nya lo sama kak ryan bisa ada di sini?"tanya sinta setengah berbisik,helena yang memang terbuka kepada kedua sahabat nya itu pun menceritakan semua yang ia alami,
"bener hel?kalian udah nikah?"tanya marlena tak percaya,sinta mencubit marlena,mngisyaratkan untuk memelankan suaranya,"ada apa?apa ada yang aneh?"tanya ryan dengan tegas,
"kalian mau minum apa?"tanya helena,
"terserah lo aja,"ucap mereka serempak,helena bars menyadari kehadrian zara di antata mereka,helena tersenyum kepada zara,"zara kok bisa sama kalian?"tanya helena,
"cerita nya panjang,mending zara sendiri aja yang jelasin"helena pun bangkit dari sana,dan membawa zara ke dapur untuk bicara,meninggalkan sinta,marlena,dan ryan di ruang tamu,
"zar?"panggil helena,
"aku kesini mau minjem uang kak,"ucap zara,
"buat apa?bukan nya papa tiri mu itu orang yang berada,dia juga terkenal di mana-mana"ucap helena bingung,zara pun menceritakan kisah hidupnya,
"aku tak kaget mendengar hal itu,aku sempat mendengar gibran dengan berbicara dengan teman-teman,jika ingin melamar kamu,tapu kamu malah keburu pacaran sama rio"jelas helena,
"jadi kakak sudah tau"ucap zara,
"siapa sih yang gak kenal gibran,dia itu cowok paling populer di sekolah,tapi aku waktu itu acuh tak acuh,toh aku gak kenal kamu,dan aku gak mau berurusan sama gibran,"ucap helena,
"aku jijik kak sama diri aku sendiri,aku hamil dengan orang yang aku anggap sebagai adik"ucap zara,
"itu tanda nya dia cinta nya begitu besar,"sela ryan,
ryan berjalan menghampiri mereka,dan seketika itu juga zara diam tak berkutik,ryan memeluk helena dari belakang di depan zara,"cinta apa nya,itu ***** nama nya,"ucap helena tak setuju,
"cinta hel,cuma otak nya aja yang bodoh,gak bisa mikir cara buat ngedapetin cewek yang dia cinta,jadi ya dia ngelakuin hal itu,"ucap ryan,
"mentang-mentang punya otak pinter,seenak jidah nya aja bilang orang bodoh"helena mengambil nampan berisi teh dan membawa nya ke ruang tamu,ryan dan zara pun mengikuti nya,
"lo mau netap di sini?"tanya sinta,
"gak tau,"ucap helena,
"lah kok gak tau sih hel"ucap marlena,
"ya mau gimana lagi,gue kuliah di sini,kak ryan juga kerja di sini,mana mau di pindah ke amrik"ketus helena,
"ya mau lah,tapi kalo gak ada imbalannya mah gak mau"sela ryan serambi duduk di dekat helena,"imbalan apa kak?"tanya sinta,
"mending gak usah tanya deh,"saran helena,
"lah orang mereka mau tau kok gak boleh"ucap ryan sambil tersenyum,
"masalah nya di imbalan yang kamu mau,kalo mereka tau kan juga gak bisa ngasih"ucap helena,
"siapa yang nyuruh mereka,orang aku minta nya ke kamu,kamu kan istri aku"ucap ryan,
"ih apaan sih,gak mau ah,yang semalem aja belum sembuh,"helena duduk agak menjauh,tapi seketika itu juga langsung di tarik kembali ke sisi ryan,"perkataan mu itu malah buat mereka tau tanpa aku beritahu"ucap ryan,
"stop!kalian kok malah berantem sih,"ucap marlena,helena pun pada akhirnya diam,begitu juga dengan ryan,tapi tidak dengan tangan nya,"turutin aja apa susah nya sih hel,toh kalian sudah sah menjadi suami istri,biar kita bisa kumpul lagi kayak dulu"ucap marlena.