Indonesia
NovelToon NovelToon
Balas Dendam Sang Putri

Balas Dendam Sang Putri

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Sistem / Mengubah Takdir
Popularitas:3.9k
Nilai: 5
Nama Author: Ikri Sa'ati

Mati karena diabaikan oleh keluarganya, mati karena diabaikan bahkan dikhianati oleh sang suami, lelaki yang paling dicintai, mati akibat fitnah, kebusukan dan kelicikan saudara tiri dan ibu tirinya.
Mati sebagai orang hukuman yang benar-benar hina, mati di ujung pedang tajam sang algojo.
Tapi...
Dia punya kesempatan kedua untuk hidup, punya kesempatan untuk mengubah takdir buruknya di masa lalu.
Maka kesempatan kedua itu dia manfaatkan sebaik-baiknya untuk membalas dendam terhadap semua orang yang telah membuatnya hancur dan sakit hati....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ikri Sa'ati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 12. Tuduhan Palsu dan Kesaksian Kontradiksi

Keesokan harinya, di pagi hari yang amat cerah....

Tampak suasana di kediaman utama Jenderal Ling Guojin yang mewah nan megah, yang biasanya tenang, kini tampak cukup gaduh, dipenuhi suara keributan, seolah-olah telah terjadi sesuatu yang serius di situ.

Sementara itu di paviliun kecil Ling Qingxue tampak tenang-tenang saja, seolah tidak perduli apa yang terjadi di kediaman utama. Ling Qingxue saat itu tengah asyik menikmati teh hangat bersama pelayannya, Liu Xui.

Tapi selang beberapa saat kemudian, sudah terdengar langkah-langkah kaki yang berat dan tergesa-gesa. Mengetahui ada orang lain mendatangi rumahnya, dia segera mengenakan cadar dengan cepat. Lalu....

Braaak!

Terdengar pintu kamarnya dibuka dengan paksa dan amat kasar, terkesan amat meremehkan penghuni rumah.

Ling Yujian dan Ling Yuchen langsung masuk tanpa minta ijin dengan wajah penuh kemarahan dan kebencian. Sedangkan Ling Yaofei mengikut di belakang keduanya dengan ekspresi wajah yang begitu menyedihkan serta mata yang berkaca-kaca layaknya dia habis menangis.

Benar-benar dramanya kali ini cukup sempurna sebagai orang yang tertindas.

"Apa yang kalian lakukan hah?" Liu Xui yang terkejut langsung berdiri dengan cepat, menegur pelayan yang mendobrak pintu dengan kasar tadi. "Mengapa kalian masuk begitu saja ke kamar Ling Shao jie tanpa minta ijin?"

Kedua pelayan itu hanya menatap Liu Xui acuh tak acuh.

Sedangkan Ling Yujian, seolah tidak menggubris teguran Liu Xui barusan, dia menatap Ling Qingxue dengan tajam penuh sorotan intimidasi dan tuduhan. Lalu dia berkata, meski tidak membentak tapi bernada dingin, bertanya menuduh.

"Ling Qingxue, apa yang kau lakukan terhadap adikmu?"

Ling Qingxue tidak lantas menjawab atau menanggapi pertanyaan bodoh Ling Yujian itu. Sejurus dia meletakkan cangkir tehnya di atas meja dengan tenang nan elegan. Lalu menjawab pertanyaan itu bernada kalem dan santai, tapi begitu dingin.

"Apa maksud ucapan Anda, Ling Yujian Shao ye?"

Deg!

Ling Yujian seketika terkejut, jantungnya terasa bagai ditusuk sesuatu saat mendengar panggilan Ling Qingxue terhadapnya, begitu menganggapnya seperti orang lain.

Bukankah itu hal yang mengejutkan sekaligus menyakitkan?

Ling Yaofei, seperti tidak perduli dengan panggilan aneh itu, menatap Ling Qingxue dengan air mata palsunya yang menggenang di pipi halusnya, sambil berkata penuh rasa sedih.

"Jie jie, perhiasan yang die di berikan kepadaku... telah hilang...."

"Lantas... apa hubungannya dengan aku?" tanggap Ling Qingxue tetap tenang, tapi begitu datar, begitu dingin, bersikap acuh tak acuh.

"Kamu masih bisa bertanya, apa hubungannya dengan kamu?" bentak Ling Yuchen penuh amarah dan emosi yang meledak-ledak. "Beberapa pelayan sempat melihatmu berjalan di sekitar Paviliun Mawar! Jangan bilang kamu tidak melakukan pencurian di situ!"

"Hmm..., Paviliun Mawar ya?!" Ling Qingxue hanya tersenyum kecil, masih acuh tak acuh seraya menatap malas pada Ling Yaofei. "Apa... itu kediamanmu?"

Ling Yaofei cukup dibuat gugup melihat tatapan dingin dan perangai Ling Qingxue yang tiba-tiba dirasa aneh begitu, sebelum mengangguk pelan mengiyakan pertanyaan Ling Qingxue.

"Aku tidak bermaksud menuduhmu, Xue Jie...," Ling Yaofei memaksakan diri berkata meski rasa gugup makin terasa, antara nyata dan kepura-puraan. "Tapi... bukankah jie jie selalu menginginkan barang-barangku?"

"Bisa saja... Xue jie...."

Ling Yaofei langsung tertunduk sedih, suaranya begitu lirih penuh kesedihan, benar-benar bersikap seakan menahan diri untuk tidak menuduh Ling Qingxue secara langsung.

Sejenak Ling Qingxue melayangkan pandanganya ke sekelilingnya, menatap tajam semua orang-orang brengsek itu. Lalu dia berkata sambil tertawa pelan.

"Hahaha! Jadi..., kalian menuduh aku mencuri, begitu?"

"Bukti telah memberatkanmu kalau kamu berada di Paviliun Mawar!" dengus Ling Yujian semakin geram. "Siapa lagi pelakunya jika bukan kamu, karena kamu satu-satunya orang yang selalu bikin masalah dengan Yao mei!"

Tak ada yang tahu jika Ling Yujian mencoba mengalihkan perasaannya atas sikap Ling Qingxue yang tiba-tiba aneh begitu dengan terus menuduh sang adik kandung.

"Ling Shao jie tidak mungkin melakukan perbuatan kotor itu!" bantah Liu Xui seraya mengepalkan kedua tangannya penuh amarah. "Bisa saja orang lain meletakkan perhiasan itu di kamar ini untuk menjebak Shao jie-ku...!"

★☆★☆

Ling Yaofei tampak menghela napas panjang, berusaha menyembunyikan kejengkelannya atas sikap Liu Xui yang terus membela nona mudanya. Dia amat benci jika ada orang yang membela atau menolong Ling Qingxue.

Sepertinya kedengkian sudah mendarah daging dalam diri ular betina berhati busuk dan licik itu.

"Liu Xui..., aku amat paham jika kamu benar-benar setia pada shao jie-mu," Ling Yaofei berusaha tetap bersikap lunak, benar-benar menunjukkan kesedihan atas apa yang dialaminya.

"Tapi... aku tidak ingin masalah ini menjadi besar...."

"Kamu tidak ingin masalah ini menjadi besar?!" Ling Qingxue melipat kedua tangannya di depan dada sambil menatap Ling Yaofei dengan intens sambil menyeringai dingin.

"Lantas..., apa maksudmu datang ke rumahku dengan membawa kedua gege tersayangmu ini hah?"

Ling Yaofei langsung terdiam, tidak bisa segera membalas bantahan Ling Qingxue. Sebaliknya, dia semakin gugup merasakan aura aneh pada gadis bercadar itu. Dia makin merasa heran dengan perangai gadis itu yang aneh dengan tiba-tiba.

Ling Qingxue seketika berdiri dengan agak cepat. Terus melangkah mendekati Ling Yaofei dengan perlahan sambil terus menatap penuh penekanan. Membuat Ling Yaofei tanpa sadar mundur dua langkah saking gugupnya.

"Mereka bilang kalau pelayan melihatku di sekitar Paviliun Mawar, tempat tinggalmu," kata Ling Qingxue sambil tersenyum dingin. "Aku ingin tahu..., kapan tepatnya peristiwa itu terjadi?"

Ling Yaofei semakin terkejut, semakin menegang, ekspresi wajahnya semakin berubah sedih.

"Ma-maaf, Xue jie, jika aku... lancang...."

Gadis licik berhati jahat itu semakin menundukkan kepala dalam kesedihan. Lalu memaksakan diri melanjutkan ucapannya meski dengan suara bergetar seolah ingin menangis.

"Aku... tidak bermaksud menuduh Xue jie.... Hanya saja beberapa pelayan mengatakan telah melihatmu berada di sekitar paviliun tempat tinggalku tadi malam...."

Ling Qingxue mendengus pelan mendengar tuduhan murahan Ling Yaofei barusan. Lalu dia berkata bernada dingin seraya melirik tajam beberapa pelayan yang berdiri di belakang Ling Yaofei, bertanya.

"Lantas..., siapa pelayan yang melihatku berada di sekitar paviliunmu tadi malam?"

Dua orang pelayan segera maju, meski dengan cukup gugup dan sikap ragu-ragu.

"Kami yang melihat Anda berada di situ tadi malam....!" kata seorang di antara kedua pelayan itu bersaksi, tapi itu jelas kesaksian palsu.

Sejenak Ling Qingxue menatap kedua pelayan yang tampak gugup itu dengan sorotan tajam seraya tersenyum sinis. Lalu dia berkata, bernada tenang namun penuh penekanan.

"Baiklah, aku ingin memastikan tentang sesuatu kepada kalian. Aku ingin mengajukan pertanyaan kepada kalian, dan kalian harus menjawabnya dengan serentak. Paham?"

Kedua pelayan itu saling lempar pandang sejenak, semakin merasakan ketegangan dan rasa gugup yang semakin menjadi-jadi. Tapi mereka memaksakan diri untuk mengangguk meski tampak ragu.

"Aku ingin tanya pada kalian, pukul berapa tepatnya kalian melihatku berada di Paviliun Mawar?" tanya Ling Qingxue sambil makin menatap dalam-dalam keduanya. "Pakaian apa yang aku kenakan saat itu?"

"Jawab bersamaan!"

Ruangan yang tidak terlalu besar itu sejenak dikurung keheningan sebelum kedua pelayan menjawab pertanyaan Ling Qingxue.

"Sekitar jam 12 malam...."

"Sekitar jam satu dini hari...."

"Baju warna merah...."

"Jubah hijau daun...."

Seketika suasana semakin berubah menegangkan saat jawaban-jawaban kontradiktif itu terlontar dari mulut kedua pelayan itu.

Sementara Ling Yujian dan Ling Yuchen langsung saling melempar pandang mana kala mendengar jawaban yang konyol itu. Raut wajah mereka sedikit berubah, merasa heran dengan hal itu, tapi belum mau berkomentar.

Sedangkan Ling Yaofei, wajahnya yang tadinya masih bertopeng kepura-puraan, tampak terkejut menegang dan agak berubah pucat.

"Mana yang benar jawaban kalian?" tanya Ling Qingxue bernada mengejek. "Jam 12 malam atau jam 1 dini hari? Aku berpakaian warna merah atau hijau daun?"

"Yang mana yang benar?"

★☆★☆★

1
Adi Sudiro
terlalu mlibet padahal cerita nya menarik.....
Ds Phone
hidup nya makin menikat
Ds Phone
betul tak ada guna nya sama sekali
Adhie: betul kaka, tak ada guna lagi beri hadiah
total 1 replies
Ds Phone
kalau ambil kesah pun tak siapa ambil pedulik
Ds Phone
perubahan bangun dari mati
Ds Phone
ada kekuatan pada diri nya
Ds Phone
suka fitanah orang ambik tu sebagai balasan
Adhie: itu balasan masih ringan
total 1 replies
Ds Phone
dia dah tak takut sesiapa pun
Adhie: betul sekali
total 1 replies
Ds Phone
nampak sanyat bohong
Ds Phone
apa yang taruh
Adhie: coba dilihat kaka
total 1 replies
Ds Phone
pelayan setia nya begitu sayang pada nya
Adhie: benar, dialah yang paling setia padanya. makanya dia juga dibekali kekuatan
total 1 replies
Ds Phone
memang manusia satan
Ds Phone
dia akan uasa sendiri
Ds Phone
dia macam pecaya diri
Ds Phone
dia dah mula berani
Adhie: harus lah kaka....
total 1 replies
Ds Phone
bermula hidup baru semula
Muft Smoker
waaah udh byk nii kemampuan Shao jie miliki ,, mantaf laaa
Adhie: assiiiaap...
total 3 replies
Muft Smoker
semngat Shao jie ,,
kumpulkan kekuatan byk2 ,,
biar gx perlu pake byk tenaga buat ngebalas perbuatan mereka ,,
dan buat mereka menyesal ,,
Adhie: siap kaka...
total 1 replies
Hatijah Cantik
sikap keluarga itu sama sekali tidak masuk akal .
Hatijah Cantik
lanjut
Adhie: lanjut....
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!