Indonesia
NovelToon NovelToon
Terbelenggu Cinta Sahabat Suamiku

Terbelenggu Cinta Sahabat Suamiku

Status: tamat
Genre:Cinta Terlarang / Diam-Diam Cinta / Selingkuh / Tamat
Popularitas:1.4M
Nilai: 4.8
Nama Author: Red_Purple

‎Dua tahun pernikahan yang Nara jalani bersama dengan Arga mulai terasa hambar ketika Arga memilih untuk sibuk dengan pekerjaan. Hingga suatu malam dia menyaksikan suaminya itu tengah berselingkuh dengan sekretarisnya sendiri.

‎Saat dunianya terasa gelap, sosok Aditya Narendra yang merupakan sahabat baik Arga muncul sebagai pelindungnya. Rendra selalu ada di sisi Nara, memberikan dukungan dan perhatian yang telah lama tidak dia dapatkan dari suaminya.

‎Sentuhan lembut dan kata-kata hangat Rendra menjadi obat yang menyembuhkan luka dalam hatinya, sekaligus membawanya pada permainan penuh gairah pria itu. Namun, Nara tak menyadari bahwa di balik kebaikan Rendra tersembunyi sebuah rahasia besar.

‎"Jawab pertanyaanku, Nara. Lebih puas denganku, atau dengan suamimu yang selalu meninggalkanmu sendirian?" ~ Aditya Narendra.

‎‎📍Membaca novel ini mampu meningkatkan imun dan menggoyahkan iman 😁 bukan area bocil, bijak-bijaklah dalam membaca 🫣


Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Red_Purple, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 1

‎Cahaya lembut dari lampu meja sisi tempat tidur menerangi ruangan kamar yang biasanya sepi. Nara berdiri di depan cermin, matanya tak bisa lepas dari bayangan dirinya yang mengenakan lingerie merah yang memperlihatkan setiap lekukan bagian tubuhnya dengan sempurna. Siang tadi dia sengaja membeli lingerie itu untuk menggoda suaminya malam ini.

‎‎Suara tetesan air dari kamar mandi masih terdengar jelas. Tak lama kemudian Arga keluar dari kamar mandi dan langsung mendekatinya, melingkarkan tangannya di pinggangnya dan memeluknya dari belakang. Dia hanya memberikan ciuman singkat di kepala istrinya.

‎‎"Maaf ya, sayang, hari ini sangat melelahkan. Aku ingin tidur lebih awal supaya besok bisa bangun pagi." ucap Arga, perlahan dia melepaskan tangannya dan berjalan menuju ke sisi ranjang.

‎‎Senyum diwajah Nara seketika memudar, dia memutar badannya dan menghampiri suaminya yang siap berbaring di ranjang. "Sayang, sudah satu bulan kita tidak melakukannya, apa kamu tidak merindukanku?"

‎‎Arga tersenyum lembut, meraih tangan istrinya dan segera berdiri. Ciuman singkat dia sematkan di bibir Nara. "Aku merindukanmu, sayang. Selalu. Tapi sekarang aku benar-benar lelah. Akhir-akhir ini aku sedang sibuk dengan proyek baru, jadi tidak ada waktu untuk menemanimu dulu. Tidak apa-apa kan kamu cari kesibukan dengan teman-teman kamu dulu supaya tidak jenuh dirumah terus?"

‎‎Nara menatap tangan Arga yang masih menggenggam tangannya, harapan yang tadinya muncul jika malam ini dia bisa menghabiskan malam panjang dengan suaminya mulai sirna sedikit demi sedikit. Dia mengangguk pelan, mencoba menyembunyikan rasa kecewa yang muncul di dalam dadanya.

‎‎"Kamu sudah bekerja keras, aku bisa mengerti." Kata-katanya terdengar lebih lemah dari yang dia harapkan. Dia menarik tangannya dan berjalan mengitari ranjang, membaringkan tubuhnya di atas ranjang dan menarik selimut untuk menutupi tubuhnya sampai ke perut.

‎‎Arga menyusul berbaring disampingnya, matanya yang lelah mulai mengantuk. "Besok pagi aku akan sempatkan sarapan denganmu. Kamu siapkan makanan kesukaanku ya,"

‎‎Ucapan itu terdengar seperti janji yang sudah sering dia dengar sebelumnya. Setelah memastikan suaminya terlelap, Nara berdiri dan melangkahkan kakinya menuju arah balkon. Udara malam yang sejuk langsung menyapa wajahnya begitu dia membuka pintu balkon.

‎‎Nara menyandarkan tubuhnya pada rel besi balkon. Rasa kesepian yang sudah lama mengendap di dalam hatinya kembali muncul dengan kuat. Sejak proyek baru Arga dimulai tiga bulan yang lalu, malam-malam seperti ini sudah menjadi kebiasaan, dia menghabiskan waktu sendirian, menunggu suaminya pulang hanya untuk melihatnya langsung terlelap di ranjang. Bahkan janji sarapan besok pagi saja tidak lagi membuatnya merasa haru seperti dulu.

‎‎Dia menutup mata sejenak, kemudian memutar sedikit tubuhnya untuk melihat Arga yang sudah terlelap. "Besok hari ulang tahunku, apa kamu akan ingat?"

-

-

-

‎Pintu lift terbuka lembut di lantai atas gedung perkantoran milik perusahaan keluarga Arga. Sebagai Direktur Utama, ruang kerja suaminya berada di lantai paling atas dengan pandangan kota yang luas. Nara menarik napas dalam-dalam sebelum melangkah keluar, menyusuri koridor yang dihiasi lukisan-lukisan modern dengan langkah hati-hati dan senyum diwajahnya. Di tangannya ada rantang susun berisi makanan yang dia siapkan untuk makan siang suaminya.

‎‎"Selamat siang Bu Nara. Pak Arga sedang ada tamu, silakan Ibu masuk saja," ucap sekretaris dengan senyum ramah.

‎‎"Terimakasih, Alya." Nara menepuk lembut lengan Alya, kemudian melangkah ke arah ruangan kerja Arga.

‎‎Dia membuka pintu perlahan, dan langsung terdengar suara Arga yang sedang berbicara dengan seseorang. Saat Nara melangkah lebih jauh ke dalam ruangan, dua pria yang sedang duduk saling berhadapan diatas sofa itu langsung menoleh ke arahnya.

‎‎Arga segera berdiri dan menghampiri sang istri, "Sayang, kamu kenapa tidak bilang kalau mau datang kesini? Kalau begitu kan aku bisa jemput kamu."

‎‎Nara menyeringai lembut, mengangkat rantang susun di tangannya. "Aku ingin memberikan kejutan saja, sayang. Aku memasak makanan kesukaanmu dan sengaja mengantarkannya kemari karena aku tahu kamu tidak akan ada waktu untuk menjemputku jika aku bilang mau datang,"

‎‎Arga mengambil rantang itu dari tangan istrinya, kemudian mencium pipinya dengan lembut. "Makasih ya sayang, kamu adalah istri terbaik. Kebetulan aku juga sudah lapar." Dia menoleh ke arah pria yang masih duduk di sofa, wajahnya menunjukkan rasa senang. "Nara, kamu pasti sudah tahu kan siapa dia? Dia Rendra, sahabatku yang baru saja kembali dari luar negeri. Dua tahun lalu dia sempat datang ke pernikahan kita, lalu setelah itu dia menghilang dan pindah keluar negeri."

‎‎Rendra sudah berdiri, dia memberikan senyum hangat kepada Nara, tangannya sudah terulur untuk bersalaman. "Hai Nara. Sudah dua tahun tidak bertemu ya? Dan kamu tetap saja cantik seperti dulu."

‎‎Nara meraih tangan Rendra dengan senyum sedikit melebar diwajahnya. Dia memang tidak begitu mengenal Rendra dengan baik, tapi dia tahu jika Rendra adalah teman suaminya sejak SMA.

‎‎"Sayang, aku langsung pergi ya, aku ada janji ketemuan sama teman aku," ucap Nara, menoleh ke arah Arga yang berdiri di sampingnya.

‎‎"Kamu tidak mau makan bersama denganku dulu sayang? Biar sekalian Rendra cobain masakan kamu yang enak ini," ucapnya dengan nada yang sedikit kecewa.

‎Nara menggeleng pelan, "Maaf ya sayang, aku punya janji yang sudah tidak bisa ditunda lagi. Aku bawa makanan banyak, jadi kamu bisa makan sama Rendra saja ya. Dan malam ini... Malam ini kamu pulang lebih awal ya, aku punya kejutan untuk kamu."

‎‎Dia kemudian menoleh ke arah Rendra yang sedang berdiri diam dengan ekspresi yang sulit ditebak. "Maaf ya Rendra, aku tidak bisa menemani kalian makan. Semoga makanan yang aku masak sesuai dengan selera kamu ya."

‎‎Rendra memberikan senyum hangat kembali, mengangguk perlahan. "Tidak apa-apa, Nara. Kamu bisa pergi kalau ada urusan penting."

‎‎Arga mendekatkan wajahnya dan mencium keningnya dengan lembut. "Nanti aku pulang lebih cepat ya sayang, biar kita bisa makan malam bareng."

‎‎"Kalau begitu aku pergi dulu ya, nanti malam jangan lupa pulang cepat," pamit Nara.

‎‎Nara menoleh sebentar ke arah Rendra dan memberikan senyum singkat sebelum berbalik dan pergi meninggalkan ruangan. Setelah pintu ruangan tertutup, Rendra masih berdiri di tempatnya, matanya masih menatap pada pintu di mana Nara baru saja keluar. Ekspresi wajahnya yang tadinya senyum, kini perlahan berubah menjadi sesuatu yang lebih dalam, campuran antara harapan dan kesedihan yang sudah lama dia sembunyikan.

‎‎Rendra menoleh ke arah Arga, kembali memberikan senyum ramah. "Kalau begitu aku sekalian pamit saja, Ga. Aku harus kembali ke perusahaan untuk mengurus beberapa berkas penting."

‎‎Arga yang baru saja duduk terlihat sedikit terkejut. "Kamu tidak mau makan dulu? Masakan istriku ini sangat enak, dijamin kamu pasti bakalan ketagihan kalau sudah mencicipinya."

‎‎Rendra menggeleng pelan dengan senyum yang tetap ramah. "Lain kali saja. Kapan-kapan aku akan datang berkunjung ke rumahmu untuk mencoba masakan istrimu,"

‎‎Arga mengangguk paham, kemudian kembali berdiri. "Baiklah kalau begitu. Jangan terlalu bekerja keras. Kamu baru saja kembali dari luar negeri, butuh istirahat juga."

‎‎"Terima kasih, Ga. Aku akan ingat itu." Rendra mengambil jasnya dari sandaran sofa dan mengenakannya kembali. Sebelum berjalan ke pintu, dia melirik sekali lagi ke arah meja dimana rantang susun yang dibawa Nara ada disana.

‎‎Seringai tipis muncul diwajahnya saat dia melangkah meninggalkan ruangan. Bukan hanya makanannya, tapi yang memasak makanan itu pun akan dia pastikan jatuh kedalam pelukannya.

-

-

-

Bersambung...

1
Sisca Raharjo
keren ceritanya 😍😍😍😍
dome🌬️🌀🌀🌀
ga bisa berkata kata 🤣🤣🤣🤣
dah lah sama sama selingkuh
dome🌬️🌀🌀🌀
waduhhhh kacauuu.. rendraaa... rendraaaa.. boleh cinta tapi jangan sampai membuat orng yg kau cintai ikut merasakan menjadi seseorang yg berkhianat juga. banti beebaskan dl keterikatan antara arha dan nara. baru terserah kalian mau ajeb ajek apa iya iya...
dome🌬️🌀🌀🌀
yaaahhhh,,, jd ikutan selingkuh ini mah namanya. kalu kau sudah bener2 ga ada hati dan ga bisa kasih kesempatan buat arga lebih bik cerai dl saja nara.. jadi nama baikmu pun bagus ga tercoreng dengan kata perselingkuhan.... jngn ikutan kelakuan buruk arga yaa naraa
dome🌬️🌀🌀🌀
tolol bin goblok nih si Arga 🤣🤣🤣
kebodohan yg pertama selingkuh dan jinah sama sekretaris nya sendiri. lalu memint bantuan sama pesain vintamu sendiri. fan parrahnya ngasih jalan lebar buat rendra masuh kedalam rumah tangganya dan memanfaatkan celah hati iatrimu yg sedang sakit dan dia yg mengobati. kau tunggu tinggal penyesalannya saja🤣🤣🤣🤣
harusnya berusaha gigih kalau menyesal, ini mahh mau gampangnya aja. usaha yg keras yg gigih rebuh hati istri mu kembali, bukan malah minta tolong sama laki2 lain. emang cinta arga setengah2 ihhhh...
dome🌬️🌀🌀🌀
pwnyesalami audah expired yaa arga. harus dimusnahkan dan diganti sama yg baru. sori dori mori stroberi yee.. makn noh jalangmu. nara sudah ada oengganti yg tulus menunggu dia dengan sabar
dome🌬️🌀🌀🌀
wkwkwkwkwkwk... waduh gaswattt kepergok lagi ekheemmmm.... nara juga kepo banget sihhh kan jadi tau😁😁
dome🌬️🌀🌀🌀
hebat bnnget si rendra mengambil kesempatan disaat nara sedang patah hati , disaat itulah dia masuk dan menggoyahkan sedikit sisa perasaan nara yg tertinggal. makk jleb langsung kena. licik dan cerdas
dome🌬️🌀🌀🌀
gile aja nara mau jodohin adeknya dan rendra. sedanggkan rendraa saja sudah menunggumu semenjak dahulu.. wazeekkkkk🤣🤣🤣 sok melakolis🤣🤣
dome🌬️🌀🌀🌀
gercep bener bang Rendra 😁😁😁, sekali dikasih selah rendra sudah mode sat set jadi pebinor. baagusss.. bagusss..... ga layak nara dengan si bekas pejinah. selingkuh saja sudah katagori erlakuan yg sangat menyakitkan dan sulit dimaafkan ini lagi sampe jinah ape Kate dunieeeee... ogah bnget balik lagi. kalau masa lalu sih bisa kita jadikan ooelajaran mmasa lalu. lahh ini masih status suami selai selingkuh jinah pula. iyyuuuhhhhhh... g oake kata balik yg ada bakik badan dan byeee😁
dome🌬️🌀🌀🌀
kok iya bener khilaf fan bikin kesalahan sampe 6bulan🤣🤣🤣.. kocak nih si bambang. khilafnya dah akut pak. harus dieriksa dokter
dome🌬️🌀🌀🌀
waahhhh,,, tidak semudah itu ferguso. burung puyuhmi sudah masuk sarang burung yg lain. jijik amat bisa dengan mudah dimaafkan.. ogaah banget aku mah
nezoooooongggg
dome🌬️🌀🌀🌀
tanyakan pada menantu laknatmu pak wira...
mantumu sudah main serokan sama sampah jalanan pak.. sudah kotor
dome🌬️🌀🌀🌀
sory.. maaf mu ga laku arga. sekarang nikmatilah hasil perbuatan burukmu kepada istrimu. nikmatilah jalangmu.... 😤😤😤
dome🌬️🌀🌀🌀
kucing garong disodorin ikan asin yaa langsung mangap lah😂😂😂. apa lagi ada sambel tterasi tempe gorng lalpan sama sayur asem..beuuhhhh... dunia milik sendiri yg laen pada ngekos🤣
dome🌬️🌀🌀🌀
NEZOOOONGGH lu arga, cinta lu kata. tuh mulut samma burung ga sinkron yaa. mulutmu berkata cinta tapi burungmu mematok yg lain😂😂😂

heloooooo...... halo... halooo
kalau lagi sakit minum obat Arga 😁😁
dome🌬️🌀🌀🌀
rendra: nara sedang apa kau sendirian disini.??
Nara: sedang ngitungin mobil ren, gabut ga ada kerjaan.
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
dome🌬️🌀🌀🌀
yg sabar bu' nar pak arha sedang sibuk sibuknya.
sibuk bercocok tanam diladang tetangga🤣🤣🤣🤣
rebut aja nara dr arga yg ga bis menjaga hati fa6n imronnya😁😁😁
xixixixi xixixi
fei h
inilah kata2 Rendra yg bikin jantungku tertusuk juga
Katherina Ajawaila
keren akhirnya kebudukkan mu terbuka semua Rendra, jahat pria lucifer😡
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!