Indonesia
NovelToon NovelToon
Seorang CEO Berkerja Di Cafe

Seorang CEO Berkerja Di Cafe

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Obsesi / Perjodohan
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: as2357zzjdj

Bryen berusia 25 tahun seorang pria pemilik cafe sederhana, memiliki karyawan untuk membantu melayani seorang pelanggan, saat sibuk melayani pelanggan ia tidak sengaja menumbuhkan Kopi ke pakaian seorang perempuan sombong, angkuh dan dingin, yg lagi asik berbincang sama teman kantor nya, hingga ia kaget langsung beranjak

"HEI KAMU... HATI - HATI DONG! INI BAJU MAHAL, LIHAT.... BAJUKU JADI KOTOR!! PAKAI MATA ENGGAK!! ". Ucapnya sentak marah
" maaf nona, saya tidak sengaja, sini saya bersihin! ". Jawab brayen sambil mengelap gaun yang kena tumpahan kopi
" TIDAK USAH!! BISA SENDIRI, DASAR LAKI-LAKI!! ". Ucapnya dengan tatap kesel melangkah melewati, temannya pun mengikuti dengan ekpresi bingung
Ini pertama kalinya bagi bryen di marahin oleh seorang wanita.

kehidupan bryen sangat suka hidup biasa saja, walaupun sang ayah selalu menjodohkan dirinya dengan seorang wanita kenalan teman ayahnya, sampai kini sang ayah masih membahas perjodohan itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon as2357zzjdj, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 7 BRAYEN SETIWANGSA

     Di kantor

   Elina sudah memakai pakaian kemeja kerjanya berjalan di lorong sambil membawa tas kecil yang ia pegang di tangan kanannya.

"Elin! ". Panggil Sanfani, di belakang nya melangkah menghampiri

    Elina berhenti berbalik menoleh

" Gimana, perjodohan kamu sukses??, seperti apa orangnya? ". Tanya Sanfani

" Huffttt... tidak aku suka...!!ternyata pria itu. pria yang kerja di Cafe yang kita sering kesana. namanya Brayen Setiwangsa. ". Ucap Elina

" Yang mana? pria yang pernah dulu tidak sengaja menubruk hingga tumpah ke bajumu bukan? ". tanya Sanfani

" iya.. dia".. jawab Elina

"hah? yang saat kamu lagi ribut dengan adikmu tempo hari pria itu datang untuk bererai". Tanya lagi Sanfani

" Iya... dia".

"Haaaaah!! . kenapa dia kerja di Cafe? kalau tahu ternyata dari keluarga setiwangsa. dan dia seorang yang paling di hormat, aneh banget". Tanya sanfani merasa heran

" Aku juga tidak mengerti, padahal dia CEO. seharusnya mengurus perusahaan keluarganya menggantikan ayahnya suatu hari nanti. tapi pria itu benar-benar gila.... dia mesum... dan brengsek...!!! dia.. lecehkan aku di kamar mandi di rumahnya bayangin coba!! ".Ujar Elina bete

" Hah? ". jawab sanfani terkejut

" tidak ada rasa takut dia itu... kalau aku mengancamnya, waktu itu aku berusahaan berteriak kencang... tapi dia terus menghirup aroma bagian leher aku dan mencium wajah pipi aku.... iihhhh serem anjir... ogah amat aku kenal sama orang aneh seperti dia...". Ujar Elina membayangkan sambil mengigil geli.

"Kayak terobsesi sama kamu! ".

" Sepertinya... aku jadi gemeteran hingga takut.. tapi aku masih tetap angkuh di hadapannya".

"Padahal tampan dan terlihat gagah. tapi tidak di sangka ternyata serem".

" Asli... kalau perempuan polos pasti nangis histeris kalau di lecehkan kayak gitu sampai trauma ".

" iya bener... tapi hebat kamu.. ko bisa menghadapi pria aneh itu? "

"entah lah... aku pun tidak tahu. sekarang kita juga tidak mungkin pergi makan siang di tempat Cafe itu lagi. secara aku males banget bertemu dengan pria aneh itu".

" iya juga.. terus kemana kita makan nanti? ".

" entah lah... gimana nanti ". jawab Elina.

     mereka berdua lanjut jalan di lorong kantor. kemudian Elina memasuki ruang kantornya meletakkan tas kecil di atas meja lalu duduk di kursi depan meja kerja.

*****

*****

*****

       Seperti biasa Brayen sibuk berkerja di Cafe melayani para pelanggan, terlihat ramai di tempat kerjanya, Brayen memiliki karyawan sekitar enam orang, satu karyawan perempuan berdiri menjadi kasir untuk membayar yang mereka beli saat memesan makanan untuk di bawa pulang atau setelah selesai makan di tempat. Dua pria pelayanan Cafe yang menjadi koki makanan dan tiga pria melayani para pelanggan untuk di sajikan di meja untuk para pelanggan.

    Brayen melangkah menghampiri dua pria tua di meja sana sambil membawakan dua secangkir kopi. ia meletakkan di atas meja di depan dua pria tua.

"Silahkan! ". Ucap Brayen senyum langsung melangkah jalan pergi.

    Brayen berbalik berdiri samping pintu dapur terdiam sambil memperhatikan semua para pelanggan terlihat mereka menyantap makan begitu terlihat enak sambil tersenyum bahagia.

" Brayen! ". Sahut sesama karyawannya. Dion

" Iya". jawab Brayen menoleh

"Tempo hari sekitar seminggu lalu, aku tidak sengaja melihat kamu di halaman rumahku bersama adikku. sejak kapan kamu kenal adik perempuanku? . aku tidak pernah memperkenalkan kamu dengan adikku. Bagaimana bisa kamu berhubungan dekat dengan adik aku. Sempat aku bertanya padanya tapi dia tidak menjawab, hanya menjawab, teman". Ucap Dion rasa penasaran

"Mungkin kamu salah lihat. aku tidak mengenal adikmu. Apa terlihat seperti ku? sebenarnya aku tidak pernah tahu rumah mu berada dimana atau pun kenal keluarga mu. apa posisi lagi malam waktu kamu melihat mereka? ". Tanya Brayen dengan nada tenang

" Iya... memang tidak terlalu jelas karena gelap, tapi bentuk tubuhnya sangat mirip dengan mu".

"masah sih.. ada CCTV-nya tidak? . aku penasaran. jujur aku cukup terkejut mendengarnya".

" Ok. besok aku akan membawa video CCTV yang aku dapat kan".

"Iya".

" aku kembali berkerja dulu". Pamit dion memasuki pintu dapur.

     setelah dion pergi Brayen kembali melihat kedepan memperhatikan semua orang.

     Kemudian beberapa jam menunggu. Terlihat Brayen merasa sedih tidak ada tanda kemunculan Elina yang akan makan di Cafe nya lagi. tampaknya kejadian kemarin membuat Elina tidak ingin ke Cafe lagi, sejak Brayen melakukan tindakan kurang ajar. wajah Brayen berubah murung merasa sedih dan bersalah atas perbuatannya.

    Brayen melangkah mendekat pada teman karyawannya yaitu Kety, yang berdiri sedang melayani pelanggan untuk membayar.

"Ket.. wanita jutek itu tidak kesini lagi ya..? ". tanya Brayen pada kety

" Mungkin lagi banyak kerjaan. tapi kenapa kamu menanyakan tentang dia?. " Tanya balik kety heran.

"Hanya bertanya. kan dia suka ke Cafe ini untuk makan siang. iya heran saja tumben tidak datang untuk makan".

" Hemmmm! iya juga". Kety pun terdiam bingung

     Di kantor

    Elina melangkah jalan di lorong kantor sambil main ponsel. saat dirinya sibuk melihat ponsel

Bruk

"Aduhh". Elina seketika kaget menubruk seseorang

" iihhh". Keluh Dara kesel menabrak kakaknya

"Dara!! ". Ucap Elina dengan tatapan tajam

" Lihat-lihat dong... pakai mata ... sakit tahu". Ucap Dara kesel dengan ekpresi bete

"Iya... maaf. namanya juga tidak sengaja. kenapa sewot". Jawab Elina judes

" hey... bukan sewot ya... tapi sakit!!! iiihhhihhh nyebelin ". Ucap Dara melangkah pergi sambil ekpresi marah

    Elina hanya terdiam tidak mengatakan apapun saat Dara melangkah pergi darinya. Elina hanya menggeleng kepala dengan heran.

    Dara yang berjalan di lorong sangat kesel saat dirinya barusan menubruk kakaknya,

"Iiihhhihhh nyebelin punya kakak. Ngeselin banget" saat melangkah di lobby, melihat kedepan

"Hey sayang". Sapa Kelvin tersenyum sambil melambai kan tangan dengan memakai kemeja abu-abu yang cukup keren dan gagah.

" Aaaaahhh!! sayang..... ". Langsung Dara Sumbringah melihat sang kekasih yang tiba-tiba saja sudah berada di lobby menyabut dirinya. Langsung Dara berjalan menghampiri sang kekasih dan memeluk dengan singkat.

" Sayang kenapa kesini? ". Tanya Dara dengan ekpresi wajah bahagia

" Hmmm.! kebetulan hari ini aku laper... niat nya mengajak kamu makan bareng aku. mau? ".

" Mau dong... siapa sih tidak mau sama orang yang aku cintai ".

" good. ok.. kita jalan sekarang? ".

" Ayok... ". Jawab dara.

    Mereka berdua melangkah jalan bersama sambil bergandengan tangan.

    Sementara itu di dalam kantor Elina melangkah di lorong, ia bingung harus makan apa, perutnya sudah mulai keroncongan, merasa laper. kalau pun ke Cafe tempat yang sering ia kunjungi pasti bertemu dengan pria brengsek itu lagi. Elina masih belum siap bertemu dengan pria aneh itu, ia merasa harga dirinya rendah. tapi kalau menahan rasa laper bisa-bisa pingsan.

"Elin...! ". Sahut Sanfani datang dari samping

" hmmm! '".

"Kita ke Cafe yuk... laper nih... ". Ajak Sanfani

" Maless... ah...! kamu kesana tapi di bungkus saja. aku nitip ya.. ". Minta Elina

" Hey... ko di bungkus? kenapa tidak makan di sana saja? ".

" iiiihhhh kan aku udah cerita sama kamu,. aku tidak mau bertemu dengan pria itu".

"oh iya... lupa aku. terus gimana? ".

" Pesan saja lewat telepon, nanti pesana kita di bawa ke sini ". Ujar Elina

" Ah... benar juga. bentar aku coba hubungi pihak Cafe".

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!