Kehidupan Jessica berubah ketika pacarnya memutuskan hubungan dengan dirinya. Semenjak itu Jessica mengikuti saran dari sahabatnya untuk berkenalan dengan beberapa pria di aplikasi dating. Dengan begitu, banyak orang yang mengira bahwa Jessica playgirl karena melihat Jessica bersama dengan beberapa lelaki.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vina Melani Sekar Asih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pantai
"Oh iya! katanya mau ngajak main. Emang mau mengajak aku kemana?"
"Ke pantai," kata Melvin.
"Mainnya sekarang?"
"Besok jam 6 pagi aja. Nanti besok aku ke rumah kamu."
Melvin memang sudah kenal dengan orang tua Jessica, maka tak heran jika ia berani ke rumah Jessica. Dan jika bertemu dengan orang tua Jessica, mungkin Melvin tidak akan canggung ataupun harus menjaga image karena ia sudah terbiasa blak-blakan didepan orang tua Jessica.
"Oh iya! aku boleh ajak sahabat aku gak?
"Kalau kamu ajak sahabat kamu, nanti aku
dicuekin dong."
"Tenang aja! nanti aku suruh sahabat aku buat ajak pacarnya."
"Jadi maksud kamu, kita double date nih ceritanya?"
Perkataan Melvin membuat Jessica sedikit syok, padahal Jessica sama sekali tidak ada niatan untuk berkencan dengannya.
"Aku kan udah bilang, kalau aku masih mengharapkan Bryan. Jadi kamu jangan berpikir bahwa aku akan suka sama kamu."
Melvin hanya tersenyum saat mendengar perkataan Jessica.
"Jess, first impression kamu ke aku apa?" tanya Melvin mengalihkan pembicaraan.
"Aku kira kamu orangnya cuek. Eh tahunya kamu orangnya asik juga."
"Tuh kan! udah aku tebak pasti jawabannya kayak gitu. Soalnya bukan cuma kamu doang sih yang mengira aku cuek, tapi orang lain juga bilang kayak gitu."
Mungkin kebanyakan orang berkata seperti itu karena wajah Melvin terlihat cuek dan juga dia terlihat seperti orang yang pendiam.
"Udah dulu ya, soalnya aku mau mandi."
"Ikut boleh?" tanya Melvin dan otomatis Jessica memarahi Melvin dan berkata bahwa Melvin sangat mesum.
"Bercanda sayang."
"Aku bukan pacar kamu!"
Melvin tertawa dan dia berkata bahwa Jessica memang bukan pacarnya, melainkan Jessica adalah calon pacarnya.
"Pacar aku Bryan."
"Dia udah jadi mantan kamu. Jadi lebih baik ikhlaskan aja."
"Udah lah aku mau mandi dulu."
"Nanti kalau udah selesai mandi kabarin ya," kata Melvin dan otomatis Jessica mematikan teleponnya tanpa menghiraukan perkataan Melvin.
Baru kali ini Jessica berteman dengan seorang lelaki seperti Melvin. Beda dari kebanyakan lelaki, Melvin ini tipe yang sering menggoda temannya. Ya, bisa dibilang kalau Melvin ini sangat red flag. Bagaimana tidak, baru saja kenal sudah memanggil Jessica dengan sebutan calon pacar.
Jessica tahu bahwa Melvin hanya bercanda tentang hal itu. Tetapi jika Melvin berkata seperti itu kepada perempuan yang mudah terbawa perasaan, mungkin perempuan tersebut akan cepat jatuh cinta karena perkataan Melvin.
...****************...
Keesokan paginya, Jessica sudah siap dengan pakaiannya terbaiknya karena pagi ini ia akan pergi ke pantai bersama Melvin, Auryn dan pacarnya.
"Jess, ada Melvin di ruang tamu," kata Mamah.
"Oh iya, Mah," ujar Jessica sambil mengambil ponselnya.
"Kalian mau kemana?" tanya Mamah.
"Jessica mau ke pantai sama Melvin, Auryn dan pacar Auryn."
Mamah melarang Jessica untuk berenang di pantai, karena Mamah takut Jessica kenapa-napa. Karena pada dasarnya Jessica hanya ingin berfoto di pantai, jadi Jessica mengiyakan ucapan Mamahnya dan berkata bahwa ia tidak akan berenang di pantai.
"Ya udah kalau gitu Jessica samperin Melvin dulu ya, Mah." Jessica berjalan menuju ruang tamu.
"Kamu mau kemana, Jess?" tanya Melvin, karena Jessica seperti seseorang akan pergi ke mall sebab Jessica memakai pakaian yang sangat bagus.
"Mau ke pantai lah."
"Eh! sebentar ya, aku mau telepon Auryn dulu."
Saat ditelepon, ternyata Auryn tidak jadi pergi ke pantai.
"Loh! katanya semalam bilangnya kamu mau ikut. Kok sekarang tiba-tiba berubah pikiran."
"Soalnya hari ini aku lagi malas kemana-mana. Lagian pacar aku nya lagi ada acara keluarga. Jadi kamu kesananya berdua aja ya sama Melvin."
"Kalau gak ada kamu gak seru dong," keluh Jessica.
"Pasti seru kok, kan kamu kesananya bareng
gebetan," ujar Auryn, lalu dengan cepat Jessica mengatakan bahwa Melvin bukan gebetan Jessica.
Karena kasihan dengan Melvin yang menunggunya terlalu lama, jadi Jessica langsung mengakhiri teleponnya. Selain kasihan dengan Melvin, Jessica juga sangat kesal kepada Auryn, makanya ia langsung mengakhiri panggilan teleponnya.
Lagipula orang mana yang tidak kesal jika temannya mendadak tidak jadi pergi, padahal semalam dia berkata bahwa dia bisa pergi.
"Vin, mereka gak jadi katanya."
"Ya udah kesananya berdua aja."
'Vin, tapi aku belum sarapan nih."
"Ya udah kita cari makan aja diluar. Soalnya aku juga
belum sarapan."
Tanpa berlama-lama, Jessica dan Austin segera pergi menuju pantai.
...****************...
Sesudah sarapan bubur, keduanya melanjutkan kembali perjalanannya menuju ke pantai.
Saat melihat kearah kanannya, Melvin melihat spot foto yang bagus. Karena tak ingin melewatkan tempat itu, jadi Melvin memberhentikan mobil.
Jessica tampak kebingungan, karena Melvin tiba-tiba memberhentikan mobil. "Kenapa berhenti disini?"
"Soalnya aku pingin foto disitu," tunjuk Melvin.
Melvin turun dari mobil, lalu Jessica juga ikut turun dan mengikuti Melvin dari belakang.
"Tolong foto aku dong!" perintah Melvin.
"Ya udah sini ponselnya."
Melvin memberikan ponselnya kepada Jessica. Lalu, Jessica mengambil ponsel milik Melvin. Setelah itu, Jessica segera memotret Melvin.
"Coba aku lihat fotonya," ujar Melvin, lalu Jessica memperlihatkan hasil fotonya.
"Bagus. Tolong foto sekali lagi dong," pinta Melvin.
Jessica menatap datar kearah Melvin. "Nanti gantian ya fotonya." Lalu Melvin mengiyakannya.
Jessica kembali memotret Melvin. Sesudah difoto, Melvin kembali menghampiri Jessica dan melihat fotonya.
"Ganteng banget," puji Melvin pada dirinya sendiri.
"Percaya diri banget jadi orang."
"Ya harus percaya diri lah, kan aku memang ganteng."
"Tapi jangan percaya diri yang berlebihan, soalnya itu gak baik."
Tanpa aba-aba, Melvin langsung memotret Jessica.
"Jangan difoto dulu! aku pingin fotonya disebelah sana, soalnya kelihatan mataharinya." Akhirnya Melvin menurut saja dengan perkataan Jessica.
"Udah siap belum?"
"Udah."
Melvin langsung saja memotret Jessica. Setelah itu, Jessica menghampiri Melvin untuk melihat foto dirinya.
"Lihat dong!"
Melvin memperlihatkan hasil fotonya kepada Jessica.
"Nanti kirimin fotonya ke aku ya," suruh Jessica, namun Melvin menolak untuk mengirim foto Jessica.
"Ih! itu kan foto aku. Masa gak boleh dikirim."
"Ini handphone siapa?" tanya Melvin, lalu Jessica menjawab bahwa itu handphone milik Melvin.
"Kalau ini handphone aku, berarti foto-fotonya juga milik aku."
Jessica terus memaksa agar Melvin mengirim foto tersebut. Jessica benar-benar menginginkan fotonya karena difoto tersebut Jessica terlihat sangat cantik.
"Kamu pingin fotonya?" tanya Melvin, lalu Jessica hanya mengangguk.
"Ya udah cium dulu," pinta Melvin sambil menunjuk pipinya.
"Aku bilangin ya ke mamah kamu."
"Ya ampun bercanda kok. Ya udah iya nanti aku kirim fotonya ke kamu."
Karena Melvin ingin memposting foto tersebut ke story Instagram-nya, akhirnya dia meminta username Instagram-nya Jessica sekaligus dia ingin mengirim foto Jessica.