Istri mana yang tidak sakit hati ketika suaminya memperhatikan wanita lain. Itulah yang terjadi dalam kehidupan rumah tangga ku. Disaat hubungan ku dengan suami dalam masalah besar, dia justru asik menghibur wanita lain. Yang tidak lain adalah tetangga baru yang tinggal persis di sebelah rumah kami.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Watilaras, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bergosip
Pagi itu saat Emily, Ashraf dan juga Jasmine beraktifitas seperti biasa setiap paginya. Ketika mereka tengah riuh akan berangkat beraktivitas.
Tak sengaja Amanda yang saat itu berada di dalam rumahnya. Lebih tepatnya di kamar dan saat ia berdiri di sisi jendela. Amanda memperhatikan aktivitas yang dilakukan oleh Emily dan juga Ashraf. Yang kini menjadi tetangganya.
Dari tempatnya ia berdiri. Amanda melihat keceriaan dan kebahagiaan yang terpancar dari wajah Ashraf Emily dan juga Jasmine. Yang membuat hati Amanda terharu. Karena mereka memiliki sebuah keluarga yang bahagia.
Tidak seperti dirinya yang memiliki suami tetapi suaminya berlaku kasar terhadap dirinya. Bahkan sering melakukan kekerasan terhadapnya. Dan yang lebih membuat nya miris adalah ia hanyalah seorang istri siri.
Amanda merasa menyesal telah menikah dengan Adam. Yang sebelumnya ia tidak cari tahu asal-usul Adam terlebih dahulu.
Jatuh cinta membuat Amanda langsung saja menerima pinangan Adam kala itu.
Ketika ia dinikahi oleh Adam. Ia memang sempat merasakan manisnya pernikahan.
Setahun Amanda hidup bahagia dengan Adam. Amanda di limpahi materi dan tinggal di hunian mewah di sebuah apartemen di tengah-tengah ibukota.
Saat itu Amanda merasakan bahwa hidupnya sangat sempurna dan bahagia mendapatkan suami seperti Adam.
Tetapi, setelah kebusukan yang dilakukan oleh Adam terungkap. Merubah semua yang di alami Amanda.
Adam ternyata telah beristri. Dan Adam bukankah pemilik perusahaan yang saat ini ia pimpin. Adam hanyalah seseorang yang di berikan wewenang oleh sang istri untuk menjalankan bisnisnya.
Sehingga hal itu membuat Adam tidak bisa menggunakan kekuasaannya untuk melawan sang istri.
Karena Adam tidak punya kekuatan. Adam hanya bisa menuruti apapun perintah sang istri.
Tetapi di sisi lain, Adam juga egois tidak mau melepaskan Amanda. Hingga sampai sekarang dirinya masih menjadi tawanan Adam.
Semenjak kebusukan Adam terbongkar. Adam yang tadinya sangat manis dan sangat lembut terhadap Amanda. Kini pria itu berubah menjadi sosok yang kasar dan begitu posesif pada dirinya.
Adam yang tidak rela kehilangan Amanda membuat Adam berlaku kejam seperti psikopat. Yang menghalalkan segala cara untuk bisa memuaskan kemauannya pada Amanda.
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
"Kasihan Amanda ya Mas. Dia masih sangat muda tapi dia sudah disia-siakan oleh suaminya." ucap Emily yang saat itu berada di dalam mobil dalam perjalanan menuju ke kantor.
"Jujur kalau aku jadi Amanda. Buat apa aku tetap bersama dengan suami macam itu. Suami kejam tidak bertanggung jawab. Kalau aku jadi dia, aku sudah kabur, aku sudah pergi. Jika perlu aku akan melaporkan suaminya itu ke kantor polisi. Karena suami itu sudah kejam. Tidak diam saja." ujar Emily yang merasa geram dengan sikap suami Amanda dan merasa kasihan dengan Amanda.
"Susah jangan ikut campur urusan orang lain sayang. Kita kan tidak tahu apa-apa tentang mereka. Jangan langsung berfikir negatif atau mengkritisi keadaan seseorang. Apalagi kita baru saja sehari perkenalan dengannya. Kita tidak tahu apa yang dihadapi mereka. Sudahlah, kita tidak usah mengurusi urusan orang." ujar Ashraf menasehati sang istri.
"Bukan maksud aku mengurusi atau ikut campur mas. Aku hanya menilai. Jika aku jadi Amanda. Aku akan melakukan tindakan tegas dan menindak suami nya. Buat apa kita hidup bersama laki-laki macam itu." imbuh Emily lagi yang sangat gemas dengan perlakuan kasar suami Amanda.
"Tuh kan, memikirkan orang lain kamu sendiri malah jadi marah-marah. Nanti lama-lama kamu menuduhku." sindir Ashtra
"Jangan bandingkan suami dia dengan suamiku dong. Suamiku kan sempurna, terbaik." puji Emily, yang kemudian ia mengelus-elus punggung sang suami.
"Makanya, kamu beruntung kan punya suami seperti diriku. Yang tidak macam-macam, yang setia, yang pengertian."
"Jangan kepedean mas. Jangan memuji diri sendiri. Mas kan juga manusia. Manusia itu gampang berubah dalam sekejap mata. Mereka bisa berubah. Aku hanya berharap, mas tidak berubah seperti apa yang menjadi kekhawatiran aku."
"Kenapa kamu jadi bicara seperti itu. Membuatku takut saja. Tentu saja aku tidak akan berubah. Buat apa, aku sudah bahagia memiliki istri seperti dirimu sayang. Dan aku bahagia memiliki putri secantik anak kita. Kehidupan ku sudah sudah sempurna. Aku bahagia hidup bersama mu, dan Jasmine adalah penyempurnaan kebahagiaan kita." tutur Ashraf sambil menggenggam tangan Emily dengan erat kemudian ia mencium pugung tangan Emily.