Indonesia
NovelToon NovelToon
You Are The Sun In My Day

You Are The Sun In My Day

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan di Sekolah/Kampus / Diam-Diam Cinta / Cinta pada Pandangan Pertama / Cinta Seiring Waktu / Teen School/College / Cinta Murni
Popularitas:11.4k
Nilai: 5
Nama Author: Shuci Icuz

Suatu kesalah pahaman, membuat Zehra Almeera harus menanggung rasa kebencian dari sang kakak, Kakak laki laki yang menjadi matahari dalam hidupnya, cahaya yang menyinarinya, sehingga dirinya berusaha bangkit dari keterpurukan. Padahal Zehralah yang menyumbangkan Ginjalnya pada Rafa, tapi perlakuan Rafa sungguh buruk, dikarenakan sesuatu yang di yakini Oleh Rafa bahwa Zehralah pembunuh sang Mama, Akankah hubungan mereka menjadi manis, ataukah sebaliknya hancur tak tersisa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shuci Icuz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kena ngap sama singa.

Yuda kembali dari kantor, dirinya merasa heran karena kelas sangat tenang, biasanya kelasnya itu jika tak ada guru pasti sangat ramai, seperti saat sebelum ia meninggalkan kelas tadi, tetapi yang terjadi saat ini malah kebalikannya sepi senyap.

"Is, kenapa sepi, tumbenan pada kicep?" tanya Yuda pada teman sebangkunya setelah ia mencatat tugas di papan.

"Habis kena ngap sama singa, ya pastilah kicep," jawab Fais membuat Yuda mengerutkan keningnya bingung.

"Tadi ada adek kelas lewat, cakep banget, kita sorakin dong bareng bareng, eh si Rafa ngerasa keganggu, sekali ngap langsung deh pada diam." Bisik Fais pada Yuda.

"Zehra maksud loe?" tanya Yuda memastikan.

"Loe kenal, kenalin lah sama gue." pinta Fais yang membuat Yuda memutar bola matanya malas.

Tebakanya pasti gak salah, yang berpapasan dengannya kan cuma Zehra, kenapa juga Rafa musti ke ganggu bukannya dia sudah jadian sama cewek lain ya.

namanya gosip cepat menyebar, hingga Yuda pun tau jika Rafa telah jadian dengan adik kelas yang bernama Luna.

Luna memang cantik, tapi dimata Yuda Zehra jauh lebih cantik dan menarik.

Sepulang sekolah, Zehra di introgasi dulu oleh Luna Dela dan Diva.

"Kok tadi gak balik kekantin sih, kita kan nungguin kamu?" tanya Luna dengan mengerucutkan bibirnya tanda ia merasa kesal.

"Maaf, temen temen, tadi perutku mules banget jadi kelamaan di toilet." Bohong Zehra.

"Kebiasaan loe, suka bener berlama lama di toilet, tar kesambet loh." Tukas Dela.

"Hehehe, habis gimana, mules sih." Cengir Zehra tanpa dosa.

"Dahlah yuk pulang, jemputan gue dah dateng nih." Ajak Dela.

Mereka pun berjalan bersama menuju gerbang, dan ternayata Mang ujang juga sudah ada di sana, Zehra pun langsung bepamitan untuk pulang duluan.

Dela dan Diva pun sama, tinggal Luna yang tengah menunggu Rafa keluar, hari ini Rafa yang akan mengantarnya pulang.

tak berselang lama Rafa pun datang dengan sepeda motor nya, Zehra bisa melihatnya melalui kaca spion pasalnya Mang ujang masih belum berbelok arah, sehingga Zehra bisa melihat betapa manisnya sikap Rafa terhadap Luna, yang membuatnya sangat iri.

"Sadar, Zehra. kamu cuma anak pungut, yang dianggap pembawa sial, dia itu benci kamu, jangan pernah mengaharapkan apapun." Zehra berbicara sendiri di dalam hatinya. menyadarkan diri sendiri perlakuan seperti itu tak kan pernah didapatkannya.

Sesampainya dirumah Zehra beristirahat sebentar lalu makan siang, kemudian bersantai santai sambil menyiram tanaman kesayangannya.

taman itu Mamanya yang buat, dan masih terawat hingga saat ini. Zehra sangat suka taman itu, sangat nyaman berada di sana.

Sampai sampai ia tertidur sangking nyamanya.

tiba tiba..

Byur...

sebuah guyuran air membasahi Zehra dari ujung kepala sampai Kaki, membuat Zehra terkejut dan langsung bangun.

"Kak Rafa, kamu apa apaan sih, main guyur orang aja, bangunin orang yang baik dong." Kesal Zehra karena ulah Rafa dirinya basah kuyup.

"Gak usah protes, loe gak ada hak."

"Ada kak, Aku berhak ngebela diri aku sendiri." Kali ini Zehra tak mau diam saja, Rafa sudah keterlaluan, kesabarannya harus di kesampingkan dulu.

"Oh, udah berani ngelawan."

"Aku gak ngelawan, aku cuma beladiri aku," ucap Zehra dengan berani menatap mata dingin Rafa.

Rafa mendengus kesal kemudian.

Brak...

Ember yang sejak tadi ada di tangan Rafa kin iu telah hancur tak berbentuk karena bantingan keras dari Rafa.

Zehra tentu saja kaget, tetapi ia tidak mundur sama sekali, dipandanginya kemarahan Rafa, dan Zehra tak mau takut lagi.

"Gue kasih tau sama loe, loe itu cuma anak pungut gak ada hak apapun disini, jangan buat gue melakukan kekerasan sama loe." Rafa mencengkram kuat rahang Zehra, hingga Zehra merasa sangat kesakitan.

"Satu lagi, jauhi Luna, gue gak suka loe deketin dia, gue gak mau loe membawa kesialan buat cewek gue." Setelah mengatakan hal tersebut Rafa lantas melepaskan cengkramanya dan berlalu pergi meninggalakan Zehra yang masih merasa kesakitan.

"Ya Allah Non, kok basah kuyup begini, Non diapain sama Den Rafa?" tanya Neni Lasmi yang baru saja datang.

"Aku gak papa kok Neni, kita bertengkar seperti biasanya, Neni gak usah khawatir, aku mau ganti baju dulu." Zehra pergi menuju kamarnya untuk mengganti bajunya yang basah.

"Iya Non, Neni bikinkan minuman hangat biar gak masuk angin." Neni Lasmi langsung menuju dapur.

"Sebenarnya apa lagi sih yang dilakukan Den Rafa, kenapa Den Rafa benci banget sama Non Zehra, padahal dulu Den Rafa kelihatan sayang banget sama Non Zehra pas pertama kali dibawa kerumah ini." Neni Lasmi berbicara sendiri karena merasa ikut sedih atas pertengkaran anak majikannya itu.

Keesokan harinya di sekolah, Zehra tetap berteman dengan Luna, meski sudah di peringati oleh Kakaknya, Zehra tak mau ambil pusing, lagian kalau mau menjauh jiga susah, jadi Zehra akan menjauhinya dengan pelan prlan nanti.

pagi ini waktunya pelajaran olah raga, kelas Zehra dan kelas Rafa selalu bersama aktunya, sehingga Rafa bisa melihat jika Zehra tak menghiraukan peringatannya kemarin dan tetap berada di samping Luna.

Tau Jika Rafa mengawasinya, perlahan lahan Zehra berlari di urutan paling belakang, Yuda yang melihat hal itu pun ikut melipir dibelakang.

"Lelah?" tanya Yuda yang tiba tiba sudah ada di samping Zehra.

"Em, gak kok, cuma pengen santai aja di belakang."

"Oh," ucap Yuda yang kemudian fokus kearah depan tetapi tubuhnya sejajar lurus dengan Zehra yang ada di sampingnya.

"Zehra, ngapain di belakang, buruan larinya." Teriak Luna.

"Iya kamu duluan aja." balas Zehra tak kalah keras suaranya.

"Kalau di lihat lihat, kalian berdua mirip, kayak saudara kembar." celetuk Yuda tiba tiba.

"Hah, siapa Kak?" tanya Zehra bingung.

"Kamu sama dia, Luna." Zehra langsung memperhatikan wajah luna.

"Bisa aja Kak Yuda, kita bukan saudara gimana ceritanya jadi kembar."

"Hai, buruan larinya." Teriak seorang guru membuat Zehra yuda dan murid lain dibelakang sedikit menambah kecepatan.

sehabis lari Zehra langsung duduk selonjoran tubuhnya terasa lemes dan perut sebelah kirinya terasa nyeri, Zehra sudah hafal benar dengan kondisi tubuhnya, setiap habis lari pasti akan seperti ini.

"Kamu sakit Ra, kok pucet." tanya Luna yang melihat wajah pucat Zehra.

"Gak kok, emang kalau kecapekan aku seperti ini, nanti kalau udah istirahat bentar juga bakalan baik lagi kok." Terang Zehra agar Luna tidak khawatir.

dua menit istirahat rasa sakit diperutnya telah menghilang, Zehra bangkit dan ingin gabung bersama yang lainnya yang tengah main lempar bola.

Tepat Zehra masuk lapangan, saat itu juga sebuah bola datang padanya dengan cepat, membuatnya terkejut.

tetapi Luna yang tau bola tersebut akan mengenai Zehra, tanpa berpikir panjang langsung mendorong Zehra hingga tersungkur.

sementara bola tersebut mengenai kepala Luna, dan membuatnya pingsan.

1
yana
lnjt thor
Reni Anjarwani
doubel up makin seru bgt
Reni Anjarwani
doubel up thor
Reni Anjarwani
suka deh bisa doubel up
Reni Anjarwani
doubel up thor
Reni Anjarwani
doubel up trs pokoknya bikin penasaran ceritanya
Reni Anjarwani
llanjut thor doubel up thor
Reni Anjarwani
doubel doubel up thor cetitanya bagus lho
Reni Anjarwani
doubel up trs thor setiap hari
Reni Anjarwani
doubel up thor setiap harinya ceritanya bagus bgt
yana
lnjut thor
yana
lnjt thor
Reni Anjarwani
lanjut thor dpubel up thor
Reni Anjarwani
lanjut thor doubel up thor
Reni Anjarwani
doubel up thor
Reni Anjarwani
lanjut thor semanggat doubel up trs thor
Reni Anjarwani
doubel up thor
Reni Anjarwani
lanjut thor semanggat doubel up thor
Reni Anjarwani
ceritanya bagus sayang upnya lama kalau bisa doubel up thor
Reni Anjarwani
lanjut doubel up
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!