berawal dari pertemuanya dengan dewa , maya mulai memantapkan hatinya untuk membuka dirinya dalam menerima kehadiran lawan jenis.
tapi takdir berkata lain, keluarga suaminya tidak serta merta mau membuka hati untuk menerima kehadiran maya.
Akankah maya bisa menjalani kehidupanya selanjutnya ?
hai hai guys
mampir dikaryaku yang pertama ya
jangan lupa like, vote, dan komennya ya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama is, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
IP12
Untuk mengalihkan perhatian Dewa pada raut wajah nya yang mendadak berubah tegang . Rendy menanyakan tentang pekerjaan kepada Dewa .
" Wa , kenapa kamu kemarin dipanggil oleh si bos ? Semua baik - baik saja kan ? " dengan menepuk pundak Dewa sambil menatap nya lekat karena arah pandang Dewa yang tertuju pada 4 orang diseberang mereka di dalam ruangan.
" Ah itu .si bos memberikan aku peringatan . Kalau aku masih ingin bekerja di sana , aku gak boleh kayak kemarin ." Dewa menjawab sambil menghela nafas dalam .
" lo sih gak jelas , ngapain juga gak balik - balik . Pakai acara bilang menolong orang pingsan lagi . Kayak kagak ada orang lain yang akan menolong orang yang pingsan ." canda nya agar Dewa gak murung lagi .
" Lagian kenapa sih lo gak ambil alih restoran bokap lo aja , kan enak lo gak usah capek - capek kerja . Nih ya , kalau gue jasi lo mendingan gue resign ." tambah Rendy lagi untuk menyemangati Dewa agar besar hatinya .
" Gak semudah itu dodol . Gue harus benar - benar bisa diandalkan kalau gue harus terjun langsung kesana . Gue gak mau karena gue salah cara kinerja membuat apa yang sudah di bangun oleh bokap gue sia - sia ." jawab Dewa sambil bersandar di kursi besi panjang itu .
" Lo sendiri ngapain di sini Ren . Apa keluarga lo ada yang sakit ?" tanya Dewa akhirnya hingga membuat Rendy kelabakan .
" Gue nanya lo aja gak lo jawab , ngapain lo tanya sama gue ." elak Rendy mengalihkan perhatian Dewa .
" Gue kan dah tunjuk tadi . Noh (sambil menunjuk kembali ke arah Maya dan keluarga nya ) gue lagi jengukin ibu yang tadi pingsan .yang gue tolong tadi pagi ." jelas Dewackenapa dia ada di sana .
" Oh ... Kalau gue kebetulan tadi lewat sini ,gak tahu kenapa gue pengen mampir . Kali aja ada doter cantik yang kecantol ama kegantengan gue ." sambil menaik turun kan alis nya Rendy menyombongkan diri nya .
" Halah belagu lo . Mana ada docan yang mau sama lo . Gak level mah mereka ."
"Wadidau , sekate - kate lo ngomong ya . Ntar kalau tiba - tiba gue kenalin sama calis ( calon istri ) gue , jangan pingsan lo."
" Gue tunggu buktinya . Yang ada lo yang akan pingsan kalau lo gue kenalin sama calis gue ." Dewa berkata samvil membayangkan wajah Maya yang sedang tersenyum dengan lesung pipinya dan tatapan mata nya yang tajam tapi meneduhkan benar - benar membuat Dewa tersenyum sendiri dan tidak bisa move on .
" Eh kesambet lo ,senyum - senyum kagak jelas . Hi ...... hi...... " sambil menabok pundak Dewa yang sedang tersenyum membayangkan Maya padahal Maya berada tepat diseberang dia.
" Oh ya , apa lo mau kenalan sama mereka yang sidalam Ren ?" Dewa bertanya pada Rensy sambil melihat ke arah Maya .
" Tidak . Lain kali aja . Kayak nya gue udah harus pergi ." gumam Rendy sambil bersalaman tos ria ala jaman sekarng dengan Dewa .
Dewa akhir nya bisa bertemu kembali dwngan Maya . Setelah sekian lama tak jumpa , Dewa benar - benar mewujudkan mimpi nya memandangi Maya dengan begitu lekat . Hingga Lintang yang ada di sana bagai butiran debu yangvtak terlihat .
Tujuan pertama nya menjenguk bunda Mayang . Tapi setiba nya di rumah sakit hanya Maya saja yang begitu terlihatvoleh Dewa .
Memang benar jika orang berkata , jatuh cinta itu dunia seraya milik berdua yang lain nya hanya kontrak . ( Dewa - dewa akhirnya yang kena panah asmara lo duluan nih )
Lain Dewa lain pula Maya
Maya yang selalu diperhatikan oleh Dewa merasa begitu risih . Maya tidak nyaman . Ingin menyuruh jangan lihatin terus dong , tapi itu mata punya Dewa . Jadi Maya sesekali hanya bisa membuang muka .
" Bagaimana kondisi bunda May ? Apa kata dokter ?" tanya Dewa pada Maya untuk memecah kecanggungan diantara mereka.
" Bunda hanya butuh istirahat , mungkin capek aja Wa."
" Trus hasil lab nya ? " tanya Dewa lagi .
Maya yang lupa jija tadi Dewa juga mengetahui tentang cek lab bunda Mayang nenghela nafas nya kasar .
" Bunda mengalami hipertensi dan mengidap diabet yang sudah menjalar ke jantung nya atau tbc . Jadi untuk sementara bunda diharus kan istirahat dulu dan gak boleh stress atau banyak pikiran ." terang Maya sambil sesekali melirik Dewa yang terus melihat ke arah nya tak berkedip .
Setiap Maya melihat Dewa , maka bisa di pastikan Dewa akan memberikan senyum termanis nya untuk Maya .
" Kamu kenapa sih dari tadi ngelihat melulu ? Apa ada sesuatu pada ku? " akhirnya Maya bisa mengeluarkan keluh kesah nya yang mulai tadi tersimpan di hati nya .
" Kamu cantik May . Aku suka sekali dengan senyuman mu itu . Apalagi lirikan mata mu itu . Sungguh May . Aku terhanyut di sana ." gombalan Dewa bukan nya membuat Maya jatuh hati malah membuat nya kesal .
" Kamu kayak kagak ada kerjaan aja sih . Sebenar nya ngapain kamu ke sini ?" sela Maya yang gak suka di gombalin oleh Dewa .
" Tentu saja melihat kamu ... Eh maksudku menjenguk bunda ." cepat - cepat Dewa meralat ucapan nya agar Maya tidak marah .
" Sekarang kan sudah, bunda juga lagi istirahat tidak boleh di ganggu .sebaik nya kamu pulang saja ." usir Maya secara halus .
" Tidak bisa begitu dong May , aku kan tadi yang menolong bunda , jadi aku juga berhak tahu tentang kondisi bunda saat ini dan seterus nya ."
" Oh ya . Ngomong - ngomong ngapain kamu tadi ke rumah aku. ?"
" Tadi aku melihat makanan kesukaan bunda, jadi aku mampir untuk memberikan makanan tersebut kepada bunda . Eh gak tahu nya bunda sedang pingsan ."
" pingsan kok sedang, emang siapa yang pengen pingsan ?"
" Bercanda May , bercanda . Jangan terlalu serius . Nanti kamu juga ikutan pingsan lo lihat abang yang ganteng ini ." ucap Dewa sambil menunjukkan jari telunjuk dan jari tengah nya hingga membentuk huruf v .
" Jadi makanan yangvdi meja makan tadi dari kak Dewa ya ? Makasih ya kak , makanan nya enak banget . Besok - beaok boleh deh bawain Lintang lagi ." sela Lintang yang mulai melihat bau - bau terbakar dari sang kakak berusaha mencair kan nya .
" Siiip Lintang , gak usah lain hari . Sekarang pun kalauvkamu pingin lets go !" Dewa menanggapi Lintang yang tiba - tiba saja bersuara padahal tadi hanya diam saja tak nengeluarkan sepatah kata pun hingga Dewa melupakan keberadaan nya .
" Kak Dewa mau nginap di sini atau pulang ?" tanya Lintang lagi
" Kalau boleh sih ,aku pengen nginep disini Tang ." jawab Dewa pada Lintang sambil melirik kearah Maya .
Lintang yang akan menjawab ternyata sudah didahului oleh Maya .
" Gak . Gak boleh sudah ada aku anak bunda yang akan menemaninya jadi silahkan kamu pulang saja ." Maya tiba - tiba menyela dengan suara agak keras hingga reflek dia menutup mulutnya sendiri dengan tangan nya .
Lintang dan Dewa yang melihat itu hanya bisa saling pandang dan terkikik geli .
" Ya udah . Gak boleh juga gak pa - pa kok May . Santai aja ." lanjut Dewa sambil mengibas kan tangan nya .
" Ya sudah ini sudah jam 9.30 malam . Aku pamit dulu ya May . Istirahat yang cukup biar kamu gakvikutan sakit ." Dewa yang menasehati Maya sepertiitu membuat Lintang terbengong dengan perhatian yang di berikan oleh Dewa untuk Mayang .
" Kak ,aku boleh ikut ?"Lintang beranjak berdiri untuk ikut dengan Dewa .
" Apa kamu gak nginep Lintang ?" tanya Dewa pada Lintang .
" Besok lintang harus sekolah , lagian disini sudah ada kak Maya . Benarkan kak ?"
" Iya dek .sekolah yang rajin .besok pulang sekolah segera kemari ya !" pinta Maya kepada adik nya tersebut
" Siiiiip kak ."
Akhir nya Dewa dan Lintang meninggalkan Maya sendirian dirumah sakit .
...
tetep dukung ,like dan komen ya kk