Indonesia
NovelToon NovelToon
After The Storm

After The Storm

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Dosen / Penyesalan Suami / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Dokter Genius
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: suci khusnul khotimah

Rain seorang gadis kuat yang tetap bertahan hidup meskipun ia selalu diterpa badai. Tapi setelah dia terlibat dengan sosok pria yang berstatus sebagai suaminya sekarang, dia merasa ingin menyerah namun ada janji hutang budi yang membuatnya tetap mempertahankan pernikahan tersebut. Fisik dan mentalnya terus disiksa oleh pria itu,tak ada rasa iba sedikit pun.

Aku hanya ingin menikah 1 kali di hidupku dan aku hanya ingin mewujutkan permintaan ibu mertuaku, namun aku tak sanggup ya tuhan,aku lelah aku sangat lelah dengan ini semua!

Insyaallah up tiap hari
klo aku lupa ingetin didm @scykhsnl_

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon suci khusnul khotimah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

DUABELAS

Kini tepat di depan mata Resa terlihat anak laki laki semata wayangnya, yang sedang menjabat tangan penghulu disertai dengan saksi kedua belah pihak dan tentunya mempelai wanita.

"Bisa kita mulai pak Revan?" Revan mengangguk dan menghelakan nafas beratnya untuk menghilang kan rasa kesal,marah,sedih,kecewa,dan lainnya yang memenuhi rongga dada nya.

"Saya nikah kan engkau ananda Revano adithama bin Adithama nugraha dengan Rain alexa binti Alex wijaya dengan mas kawin cincin berlian dan seperangkat alat sholat dibayar tunai." menghentakkan sedikit jangan nya ketika diakhir kalimat.

"Saya terima nikah dan kawinnya Rain alexa binti Alex wijaya dengan maskawin tersebut dibayar tunai" Revan mengucap kalimat sakral itu tanpa hambatan.

"Alhamdulillah kalian berdua sudah sah menjadi suami istri, sekarang istrinya silahkan mencium tangan suami dan suami nanti bacakan doa sambil memegang ubun ubun sang istri" Ucap penghulu itu.

Rain dan Revan langsung melakukan sesuai dengan apa yang di perintahkan.

"Vannoo jaga Rain sebagai istri muu, semoga pernikahan kalian berdua bahagia selamanya. Mama sayang kali...ann....." Kedua mata Resa menutup dan terdengar suara nyaring dari alat yang ada disampingnya.

*Tttiiiiitttttt.....

"Mahhh, mama jangan tinggalin Rainn hiks..hiks.." Pecah tangis Rain.

"Mahh mama kenapa ninggalin Vano, padahal Vano udah nurutin keinginan mama" Dengan suara lirih dan terpukul dia mengucapkan kalimat itu.

"Maah... huhh Rain udah kehilangan semua orang yang Rain sayang, sekarang mama juga pergi ninggalin Rain huhh.., kenapa kalian pergi gak ngajak Rainnn, Rain mau ikutt kalian sshhtt..akhh" Karena Rain tidak bisa mengontrol emosionalnya jantungnya kembali berdetak cepat tak teratur yang menimbulkan rasa nyeri.

"Rain atur nafasnya dek" Kevin yang menyadari itu langsung menarik badan Rain sedikit kebelakang dan bersandar padanya.

"Huhh..huhhh...huh sshhtt saakittt kakk" Suara itu terdengar seperti bisikan.

"Rain..Dekk.. tolong jangan tutup matanya ya, sekarang kita ke dokter Tiwi biar kamu gak sakit lagii ya, dekk...dekk" Kesadaran Rain sudah hilang sepenuhnya.

"Vinn ada apa?? kenapa dia pingsang lagii" Tanya Revan yang sedikit merasa khawatir saat mendengar suara Rain yang mengeluh sakit pada kevin.

"Van.. eemm.. ituu mungkin dia terlalu terpukul dan shock, sorry gue harus ninggalin lo dulu, mau bawa Rain ke ruangan gue" Ucapnya sambil mengangkat Rain ke dalam gendongannya.

Kini Revan tengah mengurus jenazah Resa untuk segera di ke bumi kan.

Dan di tempat lain kevin sedang menunggu Rain sadarkan diri, karena menurut dr.Tiwi saat ini kondisi Rain sangat drop dia sangat menyarankan agar Rain di rawat inap untuk seminggu kedepan.

Kevin duduk di samping brankar Rain, ia melihat jari jari lentik itu bergerak pelan.

"Raiinn.. kamu denger suara kakak??" Kevin yang awalnya duduk langsung bangun dan mencondongkan tubuhnya agar lebih dekat lagi.

"Rain kalau kamu denger suara kakak coba buka mata kamu perlahan lahan" Rain berusaha untuk membuka matanya seperti yang disuruh oleh kevin dan ia juga berusaha untuk menetralkan pencahayaan yang masuk dalam penglihatannya.

"Kakk Rain mau ketempat mama" Suaranya masih sangat lemah.

"Tente Resa sudah diurus oleh Revano,mungkin saat ini mereka sedang menuju ke pemakaman. Rain kamu harus di rawat disini dulu sampe kondisi kamu stabil" Kevin tidak melarang Rain untuk ke pemakaman, namun kondisi Rain yang sangat tidak memungkinkan dia untuk pergi.

"Kak tolonglah kali ini izin kan aku, ini kesempatan terakhir aku untuk bisa ketemu sama mama" Rain mencoba untuk duduk.

"Tapi kamuu..." ucapan kevin dipotong oleh Rain.

"Kak aku udah baik baik aja, kakak mau kan bantu Rain untuk kesana kalau kakak gak mau gak papa kok Rain bisa sendiri" Ujarnya.

"Yasudah ayo kakak bakal ikut nganterin kamu kesana, tapi kamu harus janji sama kakak. Kalau kamu bakal ngontrol emosional kamu biar jantungnya gak berulah lagi oke??" Rain langsung mengangguk dengan cepat.

Mereka kini tengah berada di perjalanan menuju ketempat peristirahatan terakhir Resa, sebelumnya kevin sudah menelfon Revan untuk menanyakan alamat dimana Resa akan dimakamkan.

"Asalamualaikum maa.." Ucap Rain yang telah berada di samping gundukan tanah.

Kevin yang juga sudah berada ditempat ini, dia langsung berjalan menghampiri Revan. Kevin mencoba menenangkan sahabatnya itu, ya walaupun kondisi Revan saat ini terlihat sudah mengikhlaskan kepergian Resa tetapi dia tau perasaan seorang anak yang ditinggal orang tuanya untuk selamanya.

*Ddrrrtt...

*Dddrrrttt...

"Iya ada apa sus?, ohh oke oke saya akan segera kembali" Kevin tiba tiba di telfon oleh pihak rumah sakit karena ia harus melakukan operasi dadakan korban kecelakaan.

"Rain, kakak harus kembali ke rumah sakit karena ada korban kecelakaan yang harus di operasi segera. Kamu mau ikut kakak atau gimana?" Kevin menghampiri Rain yang masih terduduk di samping gundukan tanah kuburan Resa.

"Aku masih mau di sini, nanti aku bisa pulang sendiri kok kak" Ucapnya

"Tapi kamu harus ingat pesan kakak, jangan terlalu capek, jangan banyak pikiran dan atur emosional kamu" Rain membalasnya dengan anggukan

Lalu kevin langsung kembali berdiri dan dia berjalan menuju ke arah Revan yang berada di belakang Rain.

"Van sorry gue harus cabut duluan, ada telfon dari rumah sakit barusan" Kevin menepuk pundak Revan.

"Iya enggak papa vin, makasih juga lo udah mau dateng ke tempat peristirahatan terakhir mama".

"Van gue titip Rain ya, sekarang dia tanggung jawab lu sepenuhnya." setelah mengucapkan itu dia langsung beranjak pergi dari sana.

Kini langit mulai menggelap tetapi Rain belum ingin beranjak pergi dari sana.

"Ayo pulang" Rain menatap mata orang yang mengatakan itu.

"Bapak kalau ingin pulang pulang saja, saya bisa pulang sendiri nanti ke kontrakan" balas Rain.

"Pulang ke rumah saya, bukan ke kontrakan" Suara itu sangat datar dan dingin.

"Cepat saya tunggu di mobil !!". ucapnya tak terima bantahan.

Revan langsung beranjak pergi dari makam Resa menuju ke mobilnya, kini kepalanya dipenuhi oleh masalah masalah baru sertakan beban beban baru.

"Maa Rain pamit pulang sama pek Revan ya mah" Ucap nya sambil mengelus elus sebuah kayu yang bertulis nama Resa.

"Mahh Rain janji akan berusaha sekuat mungkin untuk mempertahankan pernikahan ini sesuai dengan permintaan mama, Rain mohon doanya agar hati pak Revan bisa Rain luluhkan dan menerima pernikahan ini dengan ikhlas" Monoloknya seakan akan dirinya emang sedang mengobrol dengan Resa.

Saat ini Rain sudah berada didekat mobil Revan.

*Bbhukk.. (suara pintu mobil tertutup)

Kini dua orang yang baru saja resmi menjadi suami dan istri terlihat sangat canggung dan hening. Revan hanya menatap pandangannya lurus ke depan sedang kan Rain menatap ke arah kaca samping.

Mobil itu kini telah sampai di depan sebuah rumah yang tak kalah mewah dari rumah Adithama.

"Turun" Tegas nya.

1
scykhsnl_
Hari ini aku bakal up 2 sampek 3 part untuk menebus kemaren kemaren gk up

ditunggu yaa🤗
my world
Ditunggu lanjutannya thorr
my world
gooddd 👍🏻👍🏻
Helen
Gak akan kecewa deh kalau baca cerita ini, benar-benar favorite saya sekarang!👍
scykhsnl_: wihhh thanks 🙏🏻💖💖
total 1 replies
Rimuru Tempest
Jangan sampai terhenti ya, thor! Aku suka banget ceritanya ❤️
scykhsnl_: oke siapppp✍🏻🧚‍♀️
total 1 replies
Fu Jinlee
aku membutuhkan kepastian untuk dapat menyelesaikan cerita, tolong update lagi thor! 😊
scykhsnl_: besok aku up lagi yaaa,
di tunggu jam 20.00 tiap hari 😉
total 1 replies
#Dian#
Kece banget!
scykhsnl_: 🤙🏻🤙🏻🤘🏻 haha harus donggg
bakal makin kece lagi part selanjutnya nihh
tungguin yaa
total 1 replies
NotLiam
Baca cerita ini kayak masuk ke dalam dunia lain, seru deh!
scykhsnl_: aaaa thanks ya udh bacaaa
jadi makin semangat nulisnya😋
total 1 replies
Acap Amir
Kekuatan kata yang memukau, gratz author atas cerita hebat ini!
scykhsnl_: thanks apresiasinyaa🙏🏻🤗
total 1 replies
Desi Natalia
Gak bosen
scykhsnl_: wihhhh
thanks bgttt udh baca
insyaallah nanti tiap part-nya aku bikin yang behhh biar gk bosenin kayak dia hahah canda dia🤣😂
total 1 replies
Desi Oktafiani
cerita ini bener-bener bikin gemas, pengen cepet-cepet nggak bahagia tapi tetep nggak mau berhenti baca🙈
scykhsnl_: hmm... tungguin terus kelanjutan nya🤗
total 1 replies
Enoch
Sumpah, endingnya bikin hati berbungaa, moga-moga ada lanjutannya🤗
scykhsnl_: pasti ada donggg
insyaallah bsok up lagi
ditunggu yaa☺
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!