Indonesia
NovelToon NovelToon
Penjahat Termanis

Penjahat Termanis

Status: tamat
Genre:Obsesi / Aliansi Pernikahan / Romansa / Pernikahan Kilat / Konflik etika / Identitas Tersembunyi / Tamat
Popularitas:9.8k
Nilai: 5
Nama Author: Anana

Berniat memberi kejutan untuk pacar, Ileana malah tidak sengaja melihat pacarnya berselingkuh. Dirinya hancur, tapi langit ingin membuatnya lebih hancur dengan membuat hari-hari Ileana penuh dengan pembullyan.

Namun hal itu berangsur-angsur mereda setelah seorang pria yang tidak sengaja Ileana kenal membantunya, Damian. Gadis itu pikir semuanya akan berjalan lebih baik, sayangnya itu salah.

"Ileana, apapun yang terjadi, selamanya kamu adalah milikku seorang. Aku akan menjadikanmu milikku seorang, apapun caranya."

"Sekali kamu masuk, kamu tidak akan bisa keluar. Ingat itu Ileana."

"Aku sudah puas dengan kehidupanku saat ini. Tapi aku akan lebih puas saat mengetahui kamu tidak akan bisa pergi dariku satu detik pun."

Apakah membuka hati untuk Damian adalah hal yang salah untuk Ileana?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12 : Undangan Joshua

Angin malam berhembus lembut membelai pipi Ileana, gadis itu menatap kota dari jendela kamarnya yang terbuka. Dagunya dia topangkan di tangan dengan tatapan mata yang penuh pertimbangan.

Dia sedang berpikir tentang permintaan atau lebih tepatnya adalah tawaran dari Damian tadi. Hal itu memenuhi kepalanya. Ileana pun bersandar di tepi jendela, bimbang akan jawaban yang akan dia berikan untuk pria yang memiliki permintaan gila untuknya.

Ini hanya akan berjalan selama satu bulan dan tidak akan merugikan kamu, Ileana. Kamu baru saja putus bukan, kalau begitu manfaatkan diriku supaya kamu bisa lepas dari bocah yang hanya modal tampang saja. Aku bersedia untuk bersikap manis kepadamu, aku bersedia untuk menemanimu saat kesepian, dan aku bersedia untuk menjadi pelampiasanmu. Tolong pikirkan baik-baik karena ini tidak akan merugikan dirimu sama sekali.

Damian mengatakannya dengan penuh keyakinan, ditambah lagi pria itu menggenggam tangan Ileana saat menyampaikan semua hal tadi. Bagaimana mungkin Ileana dapat menolaknya mentah-mentah?

Karena hal itu, Ileana tidak dapat tidur semalaman dan menyambut pagi hari lebih awal dari biasanya. Alarm berbunyi dan orang-orang yang ada di dalam tempat tinggal itu memulai aktivitas mereka.

Olivia bangun, dia keluar dari kamar dan melangkahkan kakinya menuju ke kamar mandi. Akan tetapi Ileana yang sudah siap di meja makan membuatnya terkejut.

"Il, kamu bangun lebih pagi dari biasanya? Dan ... wajahmu." Olivia menunjuk wajah Ileana yang terlihat lelah.

"Iya, aku tidak bisa tidur tadi malam," balas Ileana.

Olivia cepat-cepat ke kamar mandi dan menyusul untuk duduk bersama dengan Ileana. Mereka pun mulai sarapan bersama.

"Gugup karena hari ini kembali kuliah?" tanya Olivia berusaha menebak. "Tenang saja Il, aku akan melindungimu dari orang sialan. Contohnya Maria," lanjut Olivia berapi-api.

"Sudahlah, simpan saja energimu untuk hal lain. Anggap saja mereka tidak ada. Cepat selesaikan sarapanmu dan segera berangkat." Olivia menganggukkan kepalanya dan melakukan seperti yang Ileana katakan.

Baik Ileana maupun Olivia, keduanya telah menghubungi dosen mereka masing-masing. Mereka hanya perlu bertemu dengan dosen mereka dan mendapatkan bimbingan.

Semuanya berjalan baik di awal. Setelah Ileana selesai bertemu dengan dosen, gadis itu menghubungi sahabatnya. Karena Olivia belum selesai, Ileana dapat pulang terlebih dahulu.

Ileana pun memutuskan untuk mengunjungi perpustakaan sebentar, dia hanya ingin duduk di tempat favoritnya sambil berhalusinasi. Ileana mengambil acak salah satu buku yang ada di rak dan menuju ke tempat baca.

Namun sayangnya di tempat baca yang dia biasa kunjungi, ada Joshua dan pacar barunya di sana. Tadinya Ileana mematung, tapi kemudian dia melangkah masuk dan duduk.

Ileana berusaha melakukan apa yang sudah dia pikirkan sejak tadi, tapi suara samar yang dikeluarkan oleh dua orang lainnya di sana yang sedang berc*mbu sangat mengganggunya.

"Apa .... Biarkan saja, dia juga tidak masalah." Suara Joshua merobek kesabaran Ileana yang setipis tisu. Gadis itu memukul meja dengan keras dan menatap mereka seakan-akan ingin mengubur hidup-hidup.

"Hei, pergi saja ke kamar mandi atau hotel. Jangan nodai tempat suci di mana buku penuh ilmu ini berada. Dasar baj*ngan," geram Ileana.

"Ileana, kita bahkan-"

Sebuah benda melayang dan hampir mengenai wajah Joshua. Laki-laki itu menatap Ileana yang mulai menutup matanya untuk bersantai. "Kamu jadi lebih kasar," katanya.

"Bukan urusanmu."

"Il, aku tau kamu patah hati. Tapi jika kamu-"

"Il? Siapa baj*ngan yang sok dekat denganku?" ujar Ileana dengan santai. "Hanya Olivia dan ayah yang bisa menggunakan panggilan itu."

"Baiklah Ileana, jika kamu memberi percikan di hubungan kita, tidak mungkin aku akan berpaling darimu!"

"Haruskah aku yang berusaha terlalu banyak?"

"Aku sudah membuat percikan! Kamu saja yang menolak dan tidak menanggapinya!" ujar Joshua dengan nada yang tinggi.

Ileana mengernyitkan dahinya, kemudian berkata, "Itu bukan percikan, itu adalah n*fsu bej*t milikmu. Aku mencari seorang pria yang dapat menjadi teman hidupku, bukan laki-laki yang hanya memikirkan kepuasan bagian bawah mereka."

"Itu hanya khayalanmu saja!"

"Cukup, Joshua. Berhenti berbicara hal ini di depan pacarmu, tidakkah kamu memikirkan perasaannya? Ah, maaf. Kamu kan lebih mementingkan dirimu sendiri. Lagipula kita sudah selesai, aku tidak akan menyentuh barang yang sudah kubuang."

Joshua terdiam, kemudian tertawa. "Ileana, laki-laki mana yang akan tahan dengan sifatmu yang seperti itu?"

"Aku percaya ada, kalaupun tidak ada aku juga tidak masalah. Lebih baik hidup melajang daripada harus menikah dengan baj*ngan." Ileana tersenyum dan kembali meletakkan kepalanya di atas meja.

Sedangkan Joshua sangat marah, wajah laki-laki itu saja sudah merah padam. "Karena aku masih menghormatimu, datanglah ke perayaan ulang tahunku di tempat biasanya. Sampai jumpa."

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Di depan sebuah cafe yang sangat familiar untuk seseorang, Ileana berdiri di depan bangunan itu. Menarik napas dan membuangnya berkali-kali.

Ileana membenci ini. Perasaan gugup yang membuat dirinya tampak seperti orang lemah dan mudah ditindas. Ileana sangat membencinya dan tidak ingin terlihat lemah di depan banyak orang, khususnya Joshua.

"Tidak apa-apa, jika ada yang mulai menyinggung masalah hubunganku dengan dia atau memaki diriku. Itu semua hanya omong kosong dan tidak perlu disimpan dalam hati," kata Ileana kepada dirinya sendiri.

Gadis itu pun melangkahkan kakinya ke dalam bangunan dan menuju ke sebuah ruangan di mana acara ulang tahun Joshua diadakan.

Seperti yang Olivia katakan kepada Ileana, saat dirinya masuk, semua mata seperti melihat ke arahnya dan mungkin itu memang kenyataannya.

Lagi, Ileana menarik napas dan menghembuskannya. Dia mencari tokoh utama dalam peristiwa kali ini dan memberikan hadiah yang telah dia siapkan.

"Ileana, tidak kusangka kamu benar-benar datang!" ujar Joshua menarik perhatian orang-orang sekitar.

Ileana tersenyum. "Aku juga tidak menyangka kamu mengundangku. Selamat ulang tahun, semoga penuh keberuntungan," ujar Ileana sembari memberikan sebuah kotak kecil.

"Baiklah, nikmati waktumu di sini. Makanlah yang banyak!"

Seperti biasanya, Ileana mengambil makanan dan menghabiskan waktu di sudut ruangan. Gadis itu dapat merasakan beberapa orang menatapnya dan beberapa orang membicarakannya.

"Yang benar saja, Ileana sungguh tidak tau malu. Bagaimana bisa dia begitu percaya diri?"

"Apa kamu lihat tadi? Bukankah dia ingin menggoda Joshua dengan senyum kakunya itu?"

"Kasihan sekali pacar Joshua yang sekarang, padahal dia yang memaksa Joshua untuk tetap mengundang Ileana."

Omong kosong yang sering Ileana dengar. Gadis itu tidak masalah dengan hal tersebut. "Aku terlalu terkenal. Sangat memuakkan meskipun aku sering mendengarnya," gumam Ileana.

Dia meletakkan alat makan yang dia pegang dan berniat pergi. Akan tetapi sebuah keributan terjadi dan mengubah suasana di tempat itu.

1
Candy Tohru
waduh, kalo mereka ketemu lagi, bakalan ditaro dimana ya mukanya Ilea? 🤭
Candy Tohru
sebel banget kalau ada cowok selingkuh tapi alasannya, "Kamu terlalu berharga untuk kumiliki."
udah Ilea, hempaskan aja si Joshua
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!