Alana adalah mahasiswa baru di kampusnya. Ia dipertemukan dengan seniornya yang berwajah tampan, namun berwatak dingin, kaku dan datar. Pria itu memang tampan namun sayangnya dingin bagai kulkas.
Suatu hari saat keduanya sedang bersama,
tidak sengaja Alana bertemu dengan fans garis keras Andra. Intan gadis yang sangat terobsesi dengan Andra tidak terima jika Alana bersama Andra. Hingga suatu hari Intan menyuruh seseorang untuk mengunci Alana di gudang, dan menyebar fitnah tentang Alana hingga memaksa ia harus menikah dengan Andra.
Bagaimana Kisah cinta keduanya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti Maghfiroh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kelas Pertama Setelah Menikah
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 12 jam, Andra dan Alana sudah sampai di kawasan apartemen elit di daerah ibu kota. Andra memakirkan mobilnya di basment apartemen itu lalu membimbing Alana untuk mengikutinya masuk ke unit apartemen yang akan mereka tinggali.
"Kak, serius apartemen kita di lantai 15?" Tanya Alana saat Andra memencet lift dengan nomor 15.
"Iya, makanya jangan sampai telat bangun. Bisa-bisa kamu telat ke kampus." Jawab Andra dengan nada serius.
"Terus aku berangkat ke kampusnya gimana?" Tanya Alana kembali. Jarak antara apartemen milik Andra dengan kampus memang cukup jauh, memakan waktu setengah jam. Ia mencari tahu melalui map di handphonenya.
"Tenang aja, bareng sama aku. Pulang pergi.!" Ucap Andra sembari mengelus pipi mulus Alana.
"Hmmm. Oke siap.!" Balas Alana seraya tersenyum ke arah suaminya.
"Kamu beneran datang bulan?" Tanya Andra mengalihkan pembicaraan.
Alana meringis mendengarkan pertanyaan Andra. Lalu mengangguk perlahan. "Puasa dulu ya Kak.!" ucap Alana.
"Hmm.. Oke.!" Jawab Andra tersenyum.
Tak lama setelah itu, pintu lift terbuka. Alana dan Andra lalu keluar dari lift menuju kamar nomor 2.
Alana dengan setia menunggu Andra membuka pintu unit apartemennya. lalu mengekori Andra masuk ke dalam sana.
setelah masuk ke unit apartemen Andra Alana membaringkan tubuhnya di atas ranjang berukuran sedang itu. Andra yang sama capeknya mengikuti Alana membaringkan tubuhnya disamping Alana.
"Capek sayang?" Ucap Andra seraya menatap Alana dari sampingnya.
"Banget. Kak besok kelas Papa, Kakak yang isi lagi?" Tanya Alana seraya memegang rambutnya.
Andra tidak menjawab, karena sebenarnya kemarin dia hanya mengantikan tugas ayahnya sementara waktu. "Hmmm, gak Sayang. Besok aku gak ke kelas kamu. Tapi papa sendiri ya isi.!" Ucap Andra menjelaskan.
"Papa kira-kira bakal galak kaya kak Andri gak ya?" Tanya Alana.
"Lebih malah, siap-siap aja kalau sampai tugas lupa. Tidak akan ada maaf." Jawab Andra sedikit menakut-nakuti.
Alana mendadak ngeri dengan ucapan Andra. "Waduh, gimana coba rasanya diajar sama mertua? di tambah kakak ipar yang dingin dan datar di kelas?" Batin Alana.
"Hey, kamu ngelamun?" Tanya Andra seraya mengelus rambut Alana.
"Aku gak ngelamun, lagi bayangan aja besok di kelas. Apalagi di ajar papa mertua sendiri. Kak Andri juga datar dan dingin persis kamu pas di kelas.!," Jawab Alana jujur.
"Gak usah dibayangin. Jalani aja.!" Balas Andra sembari mencuri satu kecupan di kening Alana. Obrolan itu berakhir tatkala katuk menyapa kedua. Keduanya meringkuk di kasur dengan posisi saling berpelukan.
****
Keesokan hari Alana bangun pukul 05.00 wib.
Ia langsung mandi dan menyiapkan sarapan. Sementara Andra yang sudah terbiasa bangun cepat, kini tengah sedang bersiap dengan kemeja berwarna biru setengah lengan, dan celana jeans berwarna senada.
Alana yang sudah selesai masak, memanggil Andra untuk sarapan bersama. Tanpa disadari Alana justru menganti pakaian dengan dress berwana biru langit, seperti kemeja yang dikenakan oleh Andra.
"Sayang, ayo sarapan.!" Intruksi Andra yang sudah bersiap di meja makan.
"Bentar, lagi masukin buku.!" Jawab Alana cukup keras dari bilik kamar mereka. Setelah semua pelengkapan kuliahnya lengkap ia bergegas ke meja makan untuk sarapan bersama suaminya.
Alana terlihat malu, saat Andra malah mengambilkan nasi dan lauk pauk untuk dirinya, "Kak, aku jadi malu. Kog kakak malah ngambilin buat aku.!" Ucap Alana dengan wajah tertunduk.
Andra mengangkat wajah Alana dengan tangannya lalu menatap netra indah itu lekat-lekat, Andra mengangkat sudut bibirnya. "Gak usah malu, rumah tangga itu kerjasama antara aku dan kamu. Kalau kamu aja udah mau masakin aku, maka aku juga harus mau membantu istri tercinta ku. Apalagi ini cuman masalah sepele, mindahin nasi dan lauk pauk.!"Jawab Andra serius.
Alana tersipu malu mendengar ucapan Andra, sepertinya dirinya memang beruntung menikah dengan Kakak tingkat fenomenal yang sangat kaku, datar dan serius ini. "Makasih Sayang, aku terharu.!" Balas Alana seraya memperlihatkan aura bahagianya.
"Gak masalah sayang. kamu tanggung jawab aku sekarang.!" Ujar Andra menyakinkan.
Alana memakan sarapan yang telah diambilkan Andra, wajahnya merah padam mendapatkan perlakukan cukup romantis dari suaminya. Lima belas menit kemudian keduanya sudah selesai dengan sarapannya. Alana langsung membereskan piring kontor dan mencucinya di wastafel.
Setelah keduanya siap, mereka langsung turun ke basemant apartemen. Lalu berangkat ke kampus melewati jalanan yang sudah dipenuhi oleh berbagai macam kendaran.
Benar kata map di handphone Alana, butuh waktu tiga puluh menit untuk sampai di parkiran fakultas ilmu sosial dan politik. Andra memarkirkan mobilnya di parkiran mahasiswa jurusan ilmu komunikasi. kemudian mereka berjalan menyusuri lorong panjang. Kemudian naik ke lantai dua dimana akan ada kelas Alana.
"Aku antar sampai sini ya, nanti kalau udah kelar kelas yang terakhir kirim pesan ke aku. nanti aku langsung stay di depan kelas." Ucap Andra mewanti-wanti.
Andra memang kelihatan begitu protektif, apalagi Alana pernah di kunci di gudang fakultas. Tentu ia akan memastikan gadis yang ia cintai dan sudah resmi menjadi istrinya aman dan selamat dimanapun keberadaannya. "Iya Kak.!" Jawab Alana lalu menyalami tangan suaminya, kemudian melangkah kakinya masuk ke dalam kelas.
Melihat Alana masuk kedalam kelas suasana kelas tiba-tiba menjadi riuh. "Cie, Cie, Cie.. Pengantin baru udah masuk aja.!"
"Iya." Jawab Alana singkat. Marchela yang baru menyadari kehadiran Alana melambaikan tangannya, "Hai, pengantin baru apa kabar?" Tanya Marchela tersenyum sumringah.
"Alhamdulillah, baik banget." Jawab Alana tak kalah sumringah.
"Al, ceritain dong pas unboxing?"
"Cerita dong Al, Kak Andra ganas gak di ranjang?"
"Ayo Al, cerita kita penasaran nih.!"
"Hmmm, Rahasia." Jawab Alana dengan wajah cukup serius.
"Yaelah, pelit banget bagi-bagi cerita doang.!"
"Heh, Panji itu privasi orang gila aja lo ulik." Skak Marchela.
Marchela satu-satunya gadis yang menjadi teman dekat Alana, begitu pula sebaliknya. Alana dan Marchela memang sudah berjanji untuk saling membantu satu sama lain.
"Bener kata Marchela, itu privasi kami berdua. kalau penasaran nikah aja.!"Ujar Alana seraya memberi saran.
"Nikah?" Tanya balik Panji.
"Iyalah.!" Jawab Alana dan Marchela bersamaan.
" Pacar aja gua gak punya, chel nikah sama gua mau?" Ucap Panji seraya memegang bahu tangan Marchela.
Marchela langsung melepaskan tangan Panji, "Ogah, lo bukan selera gua." Tolak Marchela mentah-mentah.
Alana yang duduk di samping Marchela tersenyum geli melihat kelakuan keduanya. Panji si biang kerok, dan Marchela si gadis paling percaya diri.
"Jangan berantem nanti jodoh." Ucap Alana seraya menahan tawa.
"Aamiin yang paling kenceng.!" Jawab Panji, yang langsung mendapat timpukan buku dari Marchela.
"Aw.. timpuk pakai bibir mau dong chel." Ucap Panji seraya menggoda marchela.
"Ogah. Minggir Lo, gua harus mandi kembang tujuh rupa biar hilang kesialan gua karena deket-deket elo Pan."
Karena keasikan mengobrol mereka tidak menyadari kalau dosen sudah masuk ke kelas.
"Yang dibelakang kalau tidak ingin mengikuti kelas saya, bisa keluar.!" Intruksi seseorang yang sedang mengamati mereka di depan kelas.
Alana terkejut bukan main saat melihat siapa yang datang ke kelasnya, "Kak Andra.!" Ucap Alana keras yang dapat dipastikan semua orang di kelas mendengar suaranya.
thanks guys di f!zzo yaaaa
moga stelah ini GK bikin ulah lagi...
buat Alana dan Andra selamat liburan..😊😊
giliran Alana Deket kakak nya aja dia cemburu...
sungguh meresahkan..😁😁
lanjutt thoor
emang minta digetok gayung tu kepala..
lanjuuat Thor...
y jelas saja si Alana marah...