Indonesia
NovelToon NovelToon
Enemy, I Love You S2

Enemy, I Love You S2

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Tamat
Popularitas:406k
Nilai: 4.9
Nama Author: YenYen

Setelah melalui berbagai macam rintangan , akhirnya seseorang yang alvin anggap musuh bebuyutan nya selama ini kini menjadi istri yang sangat ia cintai. dan melahirkan buah cinta mereka .

Alvin saat ini memulai bisnis sambil kuliah . karena ia ingin membiayai keluarga kecilnya dari hasil keringatnya sendiri .

kira kira godaan apa lagi yang akan menggoyahkan keluarga kecil alvin dan yaya ???

Simak yuk ..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YenYen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

E'iLu 12

Dengan perlahan Alvin masuk kedalam kamar yang sudah gelap gulita itu, ia mendekati Yaya dan memeluknya perlahan.

"Lepaskan Vin, aku ingin tidur, kenapa kamu terus mengganggu ku ?" tanya Yaya.

"Maafkan aku karena sudah berbicara kasar pada mu dan berani menyentuh wajahmu dengan kasar," ucap Alvin menyesal.

"Aku sudah melupakannya Vin,"

"Kalau memang kau sudah melupakannya kenapa kau tidak melihat kearah ku ?"

"Untuk apa ?

bukankah kamu hanya menyesali kesalahan mu pada ku saja, sementara pada anak didikku kamu tidak menyesalinya, kamu kan juga sudah menyakitinya dengan sangat kasar, suatu saat juga kalau kau bertemu dia lagi kau akan melakukan hal yang sama padanya, kan ?

jadi untuk apa berbaikan sekarang, kalau masih akan mengulanginya lagi," jawab Yaya.

"Hm, bagaimana kalau aku berkata bahwa kau tidak akan pernah lagi bertemu dengannya setelah malam ini,"

"Maksudnya ?

memang setelah malam ini apa lagi yang akan kau lakukan Vin, jangan lakukan hal yang macam-macam Vin !" seru Yaya.

"Sepertinya kau sangat memperdulikan anak itu, jangan-jangan perasaan mu padanya memang sudah lebih dari seorang guru pembimbing dan muridnya ?"

"Jaga bicara mu Vin !

aku sudah katakan bahwa aku tidak ingin berdebat dengan mu !

aku hanya ingin tidur dan biarkan aku istirahat !" seru Yaya.

Alvin memunggungi Yaya saat wanitanya itu melepaskan rangkulan tangan Alvin dan sudah memejamkan dengan paksa matanya.

"Aku hanya ingin memberitahukan pada mu, bahwa besok aku sudah mulai bekerja," ungkap Alvin.

Yaya membuka perlahan matanya, namun ia tidak berusaha menjawab ungkapan yang Alvin sampaikan.

"Kenapa kau diam ?

aku tahu kau masih mendengar aku bicara, kalau memang tidak penting untuk mu, maka lanjutkan saja tidur mu," ucap Alvin dengan nada suara kecewa dan menghembuskan nafas panjang.

"Dimana kau akan bekerja ?" tanya Yaya yang beberapa saat kemudian baru membuka mulutnya.

"Diperusahaan tempat orangtua Ajeng bekerja," jawab Alvin.

Masih saling memunggungi.

"Ajeng ?

kapan kau bertemu dengannya ?

dan apa ternyata sekarang Ajeng sudah jadi dewi penyelamat untuk mu ?" tanya Yaya sinis.

"Bicara apa kau ini, seharusnya kau bersyukur karena berkat dia aku bisa mendapatkan pekerjaan,"

"Hm, kalau begitu tolong sampaikan padanya rasa terimakasih ku," ucap Yaya, menarik selimut sampai menutupi kepalanya.

#

Keesokan harinya, saat Alvin tengah tertidur lelap, Yaya dengan cepat menyiapkan segala keperluan Alvin, sebelum Yaya pergi bekerja.

Mulai dari baju yang akan Alvin kenakan hari itu, sarapan pagi, bahkan bekal untuk Alvin bawa ketempat kerja barunya.

Sebelum pergi Yaya menyempatkan untuk berpamitan pada Alvin yang masih menutup matanya ditempat tidur, tidak lupa pula Yaya mencium tangan dan juga pipi Alvin sebelum ia benar-benar meninggalkan rumah.

Alvin membuka matanya sesaat setelah ia mendengar Yaya sudah keluar dari rumah.

Alvin berjalan keluar kamar, ia melihat keadaan rumah sudah sangat rapih, selagi matanya menjelajah setiap sudut ruangan itu, ia menemukan secarik kertas yang sengaja diletakan diatas kotak bekal miliknya.

"Pagi suami ku, maaf aku pergi sebelum kau terjaga.

Habiskan sarapan mu, baju mu sudah ku siapkan, dan tolong bawa bekal ini ketempat kerja baru mu, ingat jika ada yang bertanya apa kau masih hidup sendiri, cepat tunjukan cincin dijari mu, dan katakan padanya bahwa kau adalah milikku.

Semangat suami ku, maafkan aku atas sikap ku semalam yang keterlaluan pada mu," isi pesan yang tertulis di secarik kertas itu.

Senyum tipis mengembang dari bibir Alvin setelah membaca pesan yang Yaya tulis.

"Kamu memang yang terbaik Yaya," gumam Alvin seraya menatap makanan yang tersaji diatas meja.

#

Setelah selesai bersiap dan menghabiskan sarapannya, Alvin pun bergegas pergi ke kampus karena ada kelas pagi.

Sebelum kelas di mulai ia memilih untuk duduk sendiri ditaman sambil membaca buku, ketika tengah fokus membaca buku ditangannya seseorang datang menghampirinya dan mengajaknya berbincang.

"Pagi Vin," sapanya.

Alvin mengangkat kepalanya dan menatap orang yang tengah berdiri tepat dihadapannya.

"Ajeng, pagi juga," jawab Alvin canggung.

"Sedang apa ?"

"Baca buku Jeng.

Hm, mana Riki ?"

"Pagi ini gua pergi kekampus sendiri Vin, sengaja ingin bertemu sama lo,

Kenapa sepertinya lo terlihat tidak begitu senang dengan kedatangan gua menyapa lo, hm, apa gua mengganggu waktu membaca lo ?" tanya Ajeng dengan wajah memelas.

"Maaf Jeng, sikap gua seperti ini bukan karena gua tidak senang lu datang menyapa, tapi gua hanya mencoba menjaga perasaan istri gua, walaupun dia tidak berada disini," jawab Alvin.

"Hm, awalnya gua kemari hanya untuk membicarakan masalah kerjaan yang gua tawarkan ke lo Vin, tapi kalau ternyata kedatangan gua bisa mempengaruhi hubungan lo sama Yaya, gua minta maaf. Kalau begitu gua permisi Vin," ungkap Ajeng seraya berpamitan dan berbalik membelakangi Alvin mencoba melangkah pergi.

"Tunggu Jeng !" teriak Alvin.

Ajeng tersenyum penuh kemenangan sebelum berbalik dan kembali mengubah raut wajahnya seolah ia tengah tertekan.

"Duduk dulu Jeng," pinta Alvin.

"Tidak perlu Vin, bukankah tidak seharusnya kita duduk bersebelahan," ucap Ajeng dengan nada suara yang terdengar sedih.

"Maaf Jeng, tapi apa yang gua katakan tentang menjaga perasaan istri gua itu memang benar adanya, tidak bermaksud membuat lo tersinggung,"

"Tidak apa-apa Vin gua sangat mengerti,"

"Lalu, apa yang ingin lo bahas tentang pekerjaan yang akan lo berikan ?" tanya Alvin.

Ajeng menjelaskan semua yang ia ketahui tentang apa yang harus Alvin lakukan agar bisa diterima dengan baik diperusahaan tersebut, mulai dari semua sifat para atasan disana, dan rincian pekerjaan yang akan ia hadapi nantinya.

"Terimakasih Jeng untuk informasinya, sangat berarti sekali," ucap Alvin.

"Sama-sama Vin, sebagai teman sudah seharusnya gua bantu lo," jawab Ajeng bersikap seolah ia adalah dewi penyelamat hidup Alvin.

(Perlahan-lahan gua akan kembali mencuri lagi simpati dari lo Vin, kemudian gua akan berusaha masuk lagi kedalam hidup lo, dan gua akan pastikan lo dan Yaya kesayangan lo itu akan merasakan sakit lebih dari yang gua rasakan selama gua berada disana !) gumam Ajeng dalam hati.

"Ajeng !

Alvin !" pekik seseorang dari kejauhan.

"Hm Vin, karena Riki sudah datang, sebaiknya gua pergi bersamanya, karena gua takut Riki akan salah faham dengan kedekatan kita," ucap Ajeng.

"Baiklah Jeng terimakasih banyak untuk bantuan lo Jeng,"

"Jangan difikirkan Vin, gua ikhlas bantu lo," jawabnya seraya melangkah pergi menghampiri Riki.

#

"Ayo pergi," ajak Ajeng pada Riki.

"Jeng, apa yang lo bicarakan dengan Alvin, kenapa senyum lo terlihat berbeda dari biasanya ?" tanya Riki yang mulai merasakan sifat Ajeng yang dulu telah kembali.

"Gua hanya membicarakan hal omong kosong padanya, tidak ada yang penting," jawab Ajeng sinis.

"Jeng !" seru Riki geram dengan sikap Ajeng.

"Rik, gua bukan Ajeng yang lo kenal dulu, lo tenang saja, lo cukup hanya diam dan perhatikan saja !" tegas Ajeng seraya melangkah pergi.

1
tris tanto
spasi antara percakapn dan penjelasannya tdk ada bedanya
Alberta H Cordellia
keren keren 👍,,,,suka banget dengan cerita yang satu ini, ditunggu cerita menarik yang lainnya🤗
Elisabet tandi
sy jg jadi emosi thor sama alvin hehehe....
Dinda Cristin
duh sii felix itu kn.
aktor thai, namanya gulf lenawut bukan si 😻😂
Ougus Fenia
katanya di sesion 2 ini perjuangan Alvin dengan bisnis dan kuliahnya, tp ko perselingkuhan lagi banyak nya, sellau saja alvinnya ga berubah sifat,,, hhmmm,,,,
Ougus Fenia
mak Lampir datang lagi,,,,, hati hati vin,,,
Nayyara Helwa
saya melihat Ajeng pada karakter Raja?!! 😁
Nayyara Helwa
aaah, Felix mulai sadar, kembali dan obati luka wanita yg slalu ada disaat kau terluka itu...
Shada Sharudin
Bagus ceritanya, masih menggunakan bahasa sopan dan terpelihara..
Queen Semesta
mampir yok di karyaku

dijodohkan dengan mafia kejam

karya queen semesta
~Katrina Ayu P
boleh minta ceritanya di lanjut lagi nggak ya kak hehe, lanjut season 3 dong. yg mesra" aja Yaya alvinnya dan ada part khusus nikahnya Nino sama Alena
~Katrina Ayu P: setelah itu lanjut S4, anaknya
total 1 replies
Resa Sutia
Kak emang nggk ad lanjutannya lg
Resa Sutia
Ngapain sih ada alena udah selesai sama ajeng sekarang sama alena lg bikin kesel aja tpi selalu semangat ya thor😘💝
Vasco Ddasma
ngaaco thor..mana ada hubungan guru murud pergi kepantai terus tau seluk beluk masalah pribadi konyol nih author
Vasco Ddasma
dr cara berbicaranya yaya sama alvin berbeda klo alvin cenderung tertutup ke baru yg kenal sedangkan ya lebih terbuka ke yg baru kenal klo kisah nyata yaya jd makanan para cowo haha
Vasco Ddasma
masa masalah pribadi di ceritain ke muridnya baru kenal lagi...
yaya mbem
happy ending
Prap Thiya
visual.nya kren thorr
Rara Nawahyuandmiujieks
sama² salah keduanya.
Kimnaeun
Avina kmna ya thor??
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!